<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut Banggakan Ekonomi RI ke Pengusaha Afrika</title><description>Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membanggakan ekonomi RI ke hadapan pengusaha Afrika.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709480/menko-luhut-banggakan-ekonomi-ri-ke-pengusaha-afrika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709480/menko-luhut-banggakan-ekonomi-ri-ke-pengusaha-afrika"/><item><title>Menko Luhut Banggakan Ekonomi RI ke Pengusaha Afrika</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709480/menko-luhut-banggakan-ekonomi-ri-ke-pengusaha-afrika</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709480/menko-luhut-banggakan-ekonomi-ri-ke-pengusaha-afrika</guid><pubDate>Kamis 17 November 2022 15:13 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/17/320/2709480/menko-luhut-banggakan-ekonomi-ri-ke-pengusaha-afrika-mhlNLdSI1R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut banggakan ekonomi RI dihadapan pengusaha Afrika (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/17/320/2709480/menko-luhut-banggakan-ekonomi-ri-ke-pengusaha-afrika-mhlNLdSI1R.jpg</image><title>Luhut banggakan ekonomi RI dihadapan pengusaha Afrika (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membanggakan ekonomi RI ke hadapan pengusaha Afrika. Dia memaparkan potensi kerja sama ekonomi Indonesia kepada beberapa perwakilan negara Afrika serta para pelaku bisnis.
Luhut menyebutkan Indonesia merupakan salah satu ekonomi yang tercepat tumbuh setelah pandemi. Pada kuartal ketiga 2022, Indonesia bisa memulihkan kembali PDB ke tingkat sebelum pandemi, dengan ekonomi yang terus tumbuh di angka 5,7 persen.
BACA JUGA:Di Depan Jokowi-Xi Jinping, Luhut: Kereta Cepat Beroperasi 2023 Tidak Boleh Mundur!

&amp;ldquo;Kami adalah salah satu negara yang tercepat (memulihkan ekonomi) karena kami bisa mengelola pandemi COVID-19 dan melakukan hilirisasi industri,&amp;rdquo; kata Luhut dalam Special Ministerial-CEOs Meeting: Emerging Economies Cooperation yang diselenggarakan setelah KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Kamis (17/11/2022).
Terkait hilirisasi industri, kata dia, Indonesia saat ini tidak hanya memproduksi bahan mentah tetapi juga memproduksi produk olahan dari bahan baku tersebut.
BACA JUGA:Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi 2023, Luhut Undang Presiden Xi Jinping untuk Peresmian 

Luhut mengatakan industri nikel yang menempatkan Indonesia sebagai produsen terbesar di dunia. Jika sebelumnya Indonesia hanya mengekspor bijih nikel, kini Indonesia mengolah nikel menjadi besi dan baja sebelum menjualnya ke luar negeri agar memberi nilai tambah terhadap komoditas ekspor tersebut.
Sebelumnya ekspor bijih besi Indonesia hanya USD1,2 miliar  pada 2015, sekarang ekspor besi dan baja mencapai hampir USD21 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNi8xLzE1NzAzNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Indonesia sedang melakukan transformasi ekonomi. Saat ini kami  memiliki visi mengembangkan industri baterai dan kendaraan listrik,&amp;rdquo;  ujar Luhut.
Guna memperluas hilirisasi, Indonesia juga membangun sejumlah kawasan  industri khususnya di luar Pulau Jawa agar mendorong pemerataan  pertumbuhan ekonomi.
Lebih lanjut, Luhut mengatakan bahwa Indonesia akan memaksimalkan  pemanfaatan energi baru terbarukan dalam rangka melakukan transisi  energi. Berbagai potensi energi terbarukan di sektor energi surya, panas  bumi, air, hingga angin akan dimanfaatkan untuk mencapai komitmen  carbon net zero per tahun 2060 atau lebih cepat.
Dari berbagai potensi tersebut, Luhut berharap negara-negara Afrika  atau negara berkembang lainnya tertarik untuk menjalin kerja sama dengan  Indonesia.
&amp;ldquo;Saya kira sudah waktunya Indonesia memainkan peran lebih besar, kita  mengajak negara-negara berkembang khususnya Africa-Indonesia  cooperation,&amp;rdquo; kata dia.
Pertemuan Special Ministerial-CEOs Meeting: Emerging Economies  Cooperation diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen Indonesia untuk  turut merangkul dan memajukan kepentingan negara berkembang selama  menjadi presiden G20.
Dalam pertemuan tersebut, hadir perwakilan dari Republik Demokratik Kongo, Senegal, Rwanda, serta Badan Pembangunan Uni Afrika.</description><content:encoded>JAKARTA - Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membanggakan ekonomi RI ke hadapan pengusaha Afrika. Dia memaparkan potensi kerja sama ekonomi Indonesia kepada beberapa perwakilan negara Afrika serta para pelaku bisnis.
Luhut menyebutkan Indonesia merupakan salah satu ekonomi yang tercepat tumbuh setelah pandemi. Pada kuartal ketiga 2022, Indonesia bisa memulihkan kembali PDB ke tingkat sebelum pandemi, dengan ekonomi yang terus tumbuh di angka 5,7 persen.
BACA JUGA:Di Depan Jokowi-Xi Jinping, Luhut: Kereta Cepat Beroperasi 2023 Tidak Boleh Mundur!

&amp;ldquo;Kami adalah salah satu negara yang tercepat (memulihkan ekonomi) karena kami bisa mengelola pandemi COVID-19 dan melakukan hilirisasi industri,&amp;rdquo; kata Luhut dalam Special Ministerial-CEOs Meeting: Emerging Economies Cooperation yang diselenggarakan setelah KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Kamis (17/11/2022).
Terkait hilirisasi industri, kata dia, Indonesia saat ini tidak hanya memproduksi bahan mentah tetapi juga memproduksi produk olahan dari bahan baku tersebut.
BACA JUGA:Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi 2023, Luhut Undang Presiden Xi Jinping untuk Peresmian 

Luhut mengatakan industri nikel yang menempatkan Indonesia sebagai produsen terbesar di dunia. Jika sebelumnya Indonesia hanya mengekspor bijih nikel, kini Indonesia mengolah nikel menjadi besi dan baja sebelum menjualnya ke luar negeri agar memberi nilai tambah terhadap komoditas ekspor tersebut.
Sebelumnya ekspor bijih besi Indonesia hanya USD1,2 miliar  pada 2015, sekarang ekspor besi dan baja mencapai hampir USD21 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNi8xLzE1NzAzNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Indonesia sedang melakukan transformasi ekonomi. Saat ini kami  memiliki visi mengembangkan industri baterai dan kendaraan listrik,&amp;rdquo;  ujar Luhut.
Guna memperluas hilirisasi, Indonesia juga membangun sejumlah kawasan  industri khususnya di luar Pulau Jawa agar mendorong pemerataan  pertumbuhan ekonomi.
Lebih lanjut, Luhut mengatakan bahwa Indonesia akan memaksimalkan  pemanfaatan energi baru terbarukan dalam rangka melakukan transisi  energi. Berbagai potensi energi terbarukan di sektor energi surya, panas  bumi, air, hingga angin akan dimanfaatkan untuk mencapai komitmen  carbon net zero per tahun 2060 atau lebih cepat.
Dari berbagai potensi tersebut, Luhut berharap negara-negara Afrika  atau negara berkembang lainnya tertarik untuk menjalin kerja sama dengan  Indonesia.
&amp;ldquo;Saya kira sudah waktunya Indonesia memainkan peran lebih besar, kita  mengajak negara-negara berkembang khususnya Africa-Indonesia  cooperation,&amp;rdquo; kata dia.
Pertemuan Special Ministerial-CEOs Meeting: Emerging Economies  Cooperation diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen Indonesia untuk  turut merangkul dan memajukan kepentingan negara berkembang selama  menjadi presiden G20.
Dalam pertemuan tersebut, hadir perwakilan dari Republik Demokratik Kongo, Senegal, Rwanda, serta Badan Pembangunan Uni Afrika.</content:encoded></item></channel></rss>
