<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pensiunkan PLTU, APBI: Permintaan Batu Bara Industri Tetap Tinggi</title><description>APBI) menyatakan bahwa di tengah rencana pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709510/pensiunkan-pltu-apbi-permintaan-batu-bara-industri-tetap-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709510/pensiunkan-pltu-apbi-permintaan-batu-bara-industri-tetap-tinggi"/><item><title>Pensiunkan PLTU, APBI: Permintaan Batu Bara Industri Tetap Tinggi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709510/pensiunkan-pltu-apbi-permintaan-batu-bara-industri-tetap-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709510/pensiunkan-pltu-apbi-permintaan-batu-bara-industri-tetap-tinggi</guid><pubDate>Kamis 17 November 2022 15:38 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/17/320/2709510/pensiunkan-pltu-apbi-permintaan-batu-bara-industri-tetap-tinggi-pNBMKYU0Rb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Batu Bara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/17/320/2709510/pensiunkan-pltu-apbi-permintaan-batu-bara-industri-tetap-tinggi-pNBMKYU0Rb.jpg</image><title>Batu Bara (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) menyatakan bahwa di tengah rencana pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara, permintaan batu bara di dalam negeri masih akan tinggi, utamanya untuk memenuhi kebutuhan industri.
Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia menuturkan, seiring dengan komitmen pemerintah dalam menurunkan emisi karbon dengan melakukan pensiun dini PLTU, pemanfaatan batu bara untuk listrik diperkirakan akan berkurang.
BACA JUGA:Ada Resesi di 2023, Begini Prospek Tambang Batu Bara&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Namun di sisi lain, batu bara masih menjadi sumber energi yang paling diandalkan oleh industri non kelistrikan, terutama semen, kertas, pupuk, keramik, tekstik, bahkan smelter.
&amp;ldquo;Ini yang menjadi menarik karena kami masih memiliki peluang untuk mengisi pasar dalam negeri,&amp;rdquo; kata Hendra dalam acara &amp;lsquo;Mining Talk Series&amp;rsquo; secara virtual, Kamis (17/11/2022).
BACA JUGA:AS Guyur Rp310 Triliun Pensiunkan PLTU Batu Bara di Indonesia

Dalam paparannya, Hendra menjelaskan, permintaan batu bara dari industri semen akan mencapai 15,01 juta ton pada 2023, industri pemrosesan dan purifikasi diperkirakan mencapai 46,18 juta ton dan industri lainnya sebesar 16,14 juta ton.Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa batu bara menjadi salah satu katalis yang berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Terlebih saat pandemi Covid-19, batu bara menjadi sumber energi yang mencatatkan kenaikan demand atau permintaan, di saat industri lainnya mengalami collaps.
&amp;ldquo;Secara umum sektor pertambangan tidak teralu terdampak resesi, adapun dampak yang ditimbulkan yakni adanya kenaikan biaya operasional,&amp;rdquo; pungkas Hendra.</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) menyatakan bahwa di tengah rencana pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara, permintaan batu bara di dalam negeri masih akan tinggi, utamanya untuk memenuhi kebutuhan industri.
Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia menuturkan, seiring dengan komitmen pemerintah dalam menurunkan emisi karbon dengan melakukan pensiun dini PLTU, pemanfaatan batu bara untuk listrik diperkirakan akan berkurang.
BACA JUGA:Ada Resesi di 2023, Begini Prospek Tambang Batu Bara&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Namun di sisi lain, batu bara masih menjadi sumber energi yang paling diandalkan oleh industri non kelistrikan, terutama semen, kertas, pupuk, keramik, tekstik, bahkan smelter.
&amp;ldquo;Ini yang menjadi menarik karena kami masih memiliki peluang untuk mengisi pasar dalam negeri,&amp;rdquo; kata Hendra dalam acara &amp;lsquo;Mining Talk Series&amp;rsquo; secara virtual, Kamis (17/11/2022).
BACA JUGA:AS Guyur Rp310 Triliun Pensiunkan PLTU Batu Bara di Indonesia

Dalam paparannya, Hendra menjelaskan, permintaan batu bara dari industri semen akan mencapai 15,01 juta ton pada 2023, industri pemrosesan dan purifikasi diperkirakan mencapai 46,18 juta ton dan industri lainnya sebesar 16,14 juta ton.Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa batu bara menjadi salah satu katalis yang berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Terlebih saat pandemi Covid-19, batu bara menjadi sumber energi yang mencatatkan kenaikan demand atau permintaan, di saat industri lainnya mengalami collaps.
&amp;ldquo;Secara umum sektor pertambangan tidak teralu terdampak resesi, adapun dampak yang ditimbulkan yakni adanya kenaikan biaya operasional,&amp;rdquo; pungkas Hendra.</content:encoded></item></channel></rss>
