<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Naikkan Suku Bunga Jadi 5,25%, BI: Untuk Turunkan Inflasi   </title><description>Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709521/naikkan-suku-bunga-jadi-5-25-bi-untuk-turunkan-inflasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709521/naikkan-suku-bunga-jadi-5-25-bi-untuk-turunkan-inflasi"/><item><title>Naikkan Suku Bunga Jadi 5,25%, BI: Untuk Turunkan Inflasi   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709521/naikkan-suku-bunga-jadi-5-25-bi-untuk-turunkan-inflasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709521/naikkan-suku-bunga-jadi-5-25-bi-untuk-turunkan-inflasi</guid><pubDate>Kamis 17 November 2022 15:49 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/17/320/2709521/naikkan-suku-bunga-jadi-5-25-bi-untuk-turunkan-inflasi-ohtlpRTZsk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo Jelaskan Alasan Kenaikan Suku Bunga. (Foto; Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/17/320/2709521/naikkan-suku-bunga-jadi-5-25-bi-untuk-turunkan-inflasi-ohtlpRTZsk.jpg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo Jelaskan Alasan Kenaikan Suku Bunga. (Foto; Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR). BI menaikan suku bunga sebesar 50 bps menjadi 5,25%.
Selain itu, suku bunga Deposit Facility naik sebesar 4,50% dan suku bunga Lending Facility ada di 6%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sah! BI Naikkan Suku Bunga Acuan Lagi Jadi 5,25%
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, langkah tersebut diambil untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini terbilang masih sangat tinggi.
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Pastikan Likuiditas Perbankan Terjaga di Akhir 2022, Ini Buktinya
&quot;Keputusan kenaikan suku bunga tersebut sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini masih tinggi dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3,0&amp;plusmn;1% lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023,&quot; ungkap Perry dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (17/11/2022).Keputusan ini juga turut menjaga stabilitas nilai tukar yang kini tengah melemah terhadap dolar AS.
&quot;Memperkuat kebijakan stabilisasi NTR agar sejalan dengan nilai fundamentalnya akibat kuatnya mata uang dolar AS dan tingginya ketidakpastian global di tengah permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR). BI menaikan suku bunga sebesar 50 bps menjadi 5,25%.
Selain itu, suku bunga Deposit Facility naik sebesar 4,50% dan suku bunga Lending Facility ada di 6%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sah! BI Naikkan Suku Bunga Acuan Lagi Jadi 5,25%
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, langkah tersebut diambil untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini terbilang masih sangat tinggi.
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Pastikan Likuiditas Perbankan Terjaga di Akhir 2022, Ini Buktinya
&quot;Keputusan kenaikan suku bunga tersebut sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini masih tinggi dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3,0&amp;plusmn;1% lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023,&quot; ungkap Perry dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (17/11/2022).Keputusan ini juga turut menjaga stabilitas nilai tukar yang kini tengah melemah terhadap dolar AS.
&quot;Memperkuat kebijakan stabilisasi NTR agar sejalan dengan nilai fundamentalnya akibat kuatnya mata uang dolar AS dan tingginya ketidakpastian global di tengah permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
