<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ancaman Resesi, Bagaimana Dampaknya ke Industri Nikel?</title><description>Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menyebut bahwa, industri pertambangan nikel tak terdampak ancaman resesi secara signifikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709563/ancaman-resesi-bagaimana-dampaknya-ke-industri-nikel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709563/ancaman-resesi-bagaimana-dampaknya-ke-industri-nikel"/><item><title>Ancaman Resesi, Bagaimana Dampaknya ke Industri Nikel?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709563/ancaman-resesi-bagaimana-dampaknya-ke-industri-nikel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709563/ancaman-resesi-bagaimana-dampaknya-ke-industri-nikel</guid><pubDate>Kamis 17 November 2022 16:29 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/17/320/2709563/ancaman-resesi-bagaimana-dampaknya-ke-industri-nikel-uZ7LnMPE1l.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sekretaris Umum APNI Meidy Katrin Lengkey. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/17/320/2709563/ancaman-resesi-bagaimana-dampaknya-ke-industri-nikel-uZ7LnMPE1l.JPG</image><title>Sekretaris Umum APNI Meidy Katrin Lengkey. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menyebut bahwa, industri pertambangan nikel tak terdampak ancaman resesi secara signifikan.

Adapun, yang terdampak dari kondisi ini yakni dari sisi faktor pendukung seperti alat berat.

&amp;ldquo;Proses pengolahan bijih nikel sampai ke produk jadi itu ada faktor pendukungnya seperti alat berat. Saya yakin akan terdampak karena masih ada impor dari luar,&amp;rdquo; kata Sekretaris Umum APNI Meidy Katrin Lengkey dalam acara &amp;lsquo;Mining Talk Series&amp;rsquo; secara virtual, Kamis (17/11/2022).

Sementara untuk mineral lainnya seperti bauksit dan timah disebut akan merasakan dampak resesi, terutama karena adanya larangan ekspor.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Bahlil Siapkan Formulasi Organisasi Negara Penghasil Nikel
Meidy menyebut, hal itu karena pabrik dari mineral lainnya belum semasif pabrik pengolahan bijih nikel saat ini.
&amp;ldquo;Terkait hal ini kami juga bertanya, demand dalam negerinya bagaimana. Kasihan penambangnya karena belum ada demand yang bisa menyerap kapasitas produksi mereka. Tapi bagaimanapun juga hilirisasi harus bergerak,&amp;rdquo; lanjut dia.

Dia berharap pemerintah dapat mencermati kondisi tersebut, agar penambang mineral lain di luar nikel tetap bisa beraktivitas, namun tidak terbentur dengan adanya penutupan ekspor.

&amp;ldquo;Sehingga seluruh sumber daya atau resources bisa saling membutuhkan, dan akhirnya tidak akan terdampak sangat besar karena resesi,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menyebut bahwa, industri pertambangan nikel tak terdampak ancaman resesi secara signifikan.

Adapun, yang terdampak dari kondisi ini yakni dari sisi faktor pendukung seperti alat berat.

&amp;ldquo;Proses pengolahan bijih nikel sampai ke produk jadi itu ada faktor pendukungnya seperti alat berat. Saya yakin akan terdampak karena masih ada impor dari luar,&amp;rdquo; kata Sekretaris Umum APNI Meidy Katrin Lengkey dalam acara &amp;lsquo;Mining Talk Series&amp;rsquo; secara virtual, Kamis (17/11/2022).

Sementara untuk mineral lainnya seperti bauksit dan timah disebut akan merasakan dampak resesi, terutama karena adanya larangan ekspor.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Bahlil Siapkan Formulasi Organisasi Negara Penghasil Nikel
Meidy menyebut, hal itu karena pabrik dari mineral lainnya belum semasif pabrik pengolahan bijih nikel saat ini.
&amp;ldquo;Terkait hal ini kami juga bertanya, demand dalam negerinya bagaimana. Kasihan penambangnya karena belum ada demand yang bisa menyerap kapasitas produksi mereka. Tapi bagaimanapun juga hilirisasi harus bergerak,&amp;rdquo; lanjut dia.

Dia berharap pemerintah dapat mencermati kondisi tersebut, agar penambang mineral lain di luar nikel tetap bisa beraktivitas, namun tidak terbentur dengan adanya penutupan ekspor.

&amp;ldquo;Sehingga seluruh sumber daya atau resources bisa saling membutuhkan, dan akhirnya tidak akan terdampak sangat besar karena resesi,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
