<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hunian Pekerja Konstruksi IKN Ditargetkan Selesai 2023</title><description>Hunian pekerja konstruksi IKN ditargetkan selesai pada 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/18/470/2709866/hunian-pekerja-konstruksi-ikn-ditargetkan-selesai-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/18/470/2709866/hunian-pekerja-konstruksi-ikn-ditargetkan-selesai-2023"/><item><title>Hunian Pekerja Konstruksi IKN Ditargetkan Selesai 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/18/470/2709866/hunian-pekerja-konstruksi-ikn-ditargetkan-selesai-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/18/470/2709866/hunian-pekerja-konstruksi-ikn-ditargetkan-selesai-2023</guid><pubDate>Jum'at 18 November 2022 06:25 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/18/470/2709866/hunian-pekerja-konstruksi-ikn-ditargetkan-selesai-2023-VWtRLN7PK3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hunian pekerja konstruksi IKN (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/18/470/2709866/hunian-pekerja-konstruksi-ikn-ditargetkan-selesai-2023-VWtRLN7PK3.jpg</image><title>Hunian pekerja konstruksi IKN (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Hunian pekerja konstruksi IKN ditargetkan selesai pada 2023. Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, pembangunan Hunian Pekerja Konstruksi berupa rumah susun (Rusun) senilai Rp567 miliar tersebut ditargetkan selesai awal 2023 sehingga mampu mendukung proses pembangunan di IKN.
&quot;Kami terus memantau dan mempercepat pembangunan Hunian Pekerja Konstruksi di IKN,&quot; kata Iwan dilansir dari Antara, Jumat (18/11/2022).
BACA JUGA:Kapan RPP Kemudahan Berusaha di IKN Diterbitkan, Ini Kata Menteri Bahlil

Pembangunan Hunian Pekerja Konstruksi tersebut rencananya dilaksanakan selama 145 hari kalender. Pembangunan dimulai sejak 29 Agustus 2022 hingga 20 Januari 2023, dengan kontraktor pelaksana pembangunan adalah PT Wijaya Karya Gedung - PT Adhi Karya (Persero) Tbk KSO.
Dalam proses pembangunan Hunian Pekerja Konstruksi, imbuh Iwan, Kementerian PUPR menerapkan sedikitnya tiga kriteria pelaksanaan pembangunan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) atau Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST).
BACA JUGA:Bertemu 17 Kepala Negara G20, Jokowi: Potensi Investasi di IKN Rp322 Triliun

&quot;Pertama adalah environmental atau lingkungan dengan menerapkan lean construction dan green construction, kedua adalah social atau sosial yang bertujuan memberikan fasilitas yang lebih layak bagi para pekerja konstruksi yang membangun IKN. Selanjutnya yang ketiga adalah governance atau tata kelola perusahaan yakni membangun tata kelola konstruksi yang lebih rapi, sehat, efisiensi dan efektif,&quot; ujar Iwan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNi8xLzE1NjM0NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dengan demikian, menurut Iwan, pemanfaatan teknologi konstruksi  modular pada pembangunan Hunian Pekerja Konstruksi ini merupakan salah  satu upaya pemerintah untuk mencapai kriteria ESG tersebut dan menjadi  prototipe lean and green construction di Indonesia.
&quot;Dalam proses pembangunan hunian pekerja konstruksi ini setidaknya  ada sebanyak 368 pekerja yang terlibat. Kami juga menerapkan Sistem  Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) sesuai Peraturan Menteri PUPR  Nomor 10 Tahun 2021 agar pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana  dan aman dari sisi kontruksi,&quot; kata Iwan.</description><content:encoded>JAKARTA - Hunian pekerja konstruksi IKN ditargetkan selesai pada 2023. Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, pembangunan Hunian Pekerja Konstruksi berupa rumah susun (Rusun) senilai Rp567 miliar tersebut ditargetkan selesai awal 2023 sehingga mampu mendukung proses pembangunan di IKN.
&quot;Kami terus memantau dan mempercepat pembangunan Hunian Pekerja Konstruksi di IKN,&quot; kata Iwan dilansir dari Antara, Jumat (18/11/2022).
BACA JUGA:Kapan RPP Kemudahan Berusaha di IKN Diterbitkan, Ini Kata Menteri Bahlil

Pembangunan Hunian Pekerja Konstruksi tersebut rencananya dilaksanakan selama 145 hari kalender. Pembangunan dimulai sejak 29 Agustus 2022 hingga 20 Januari 2023, dengan kontraktor pelaksana pembangunan adalah PT Wijaya Karya Gedung - PT Adhi Karya (Persero) Tbk KSO.
Dalam proses pembangunan Hunian Pekerja Konstruksi, imbuh Iwan, Kementerian PUPR menerapkan sedikitnya tiga kriteria pelaksanaan pembangunan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) atau Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST).
BACA JUGA:Bertemu 17 Kepala Negara G20, Jokowi: Potensi Investasi di IKN Rp322 Triliun

&quot;Pertama adalah environmental atau lingkungan dengan menerapkan lean construction dan green construction, kedua adalah social atau sosial yang bertujuan memberikan fasilitas yang lebih layak bagi para pekerja konstruksi yang membangun IKN. Selanjutnya yang ketiga adalah governance atau tata kelola perusahaan yakni membangun tata kelola konstruksi yang lebih rapi, sehat, efisiensi dan efektif,&quot; ujar Iwan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNi8xLzE1NjM0NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dengan demikian, menurut Iwan, pemanfaatan teknologi konstruksi  modular pada pembangunan Hunian Pekerja Konstruksi ini merupakan salah  satu upaya pemerintah untuk mencapai kriteria ESG tersebut dan menjadi  prototipe lean and green construction di Indonesia.
&quot;Dalam proses pembangunan hunian pekerja konstruksi ini setidaknya  ada sebanyak 368 pekerja yang terlibat. Kami juga menerapkan Sistem  Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) sesuai Peraturan Menteri PUPR  Nomor 10 Tahun 2021 agar pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana  dan aman dari sisi kontruksi,&quot; kata Iwan.</content:encoded></item></channel></rss>
