<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Borong Surat Berharga Negara Rp974 Triliun hingga 15 November 2022</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana sebesar Rp974,09 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/21/320/2711697/bi-borong-surat-berharga-negara-rp974-triliun-hingga-15-november-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/21/320/2711697/bi-borong-surat-berharga-negara-rp974-triliun-hingga-15-november-2022"/><item><title>BI Borong Surat Berharga Negara Rp974 Triliun hingga 15 November 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/21/320/2711697/bi-borong-surat-berharga-negara-rp974-triliun-hingga-15-november-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/21/320/2711697/bi-borong-surat-berharga-negara-rp974-triliun-hingga-15-november-2022</guid><pubDate>Senin 21 November 2022 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/21/320/2711697/bi-borong-surat-berharga-negara-rp974-triliun-hingga-15-november-2022-t6EvFR08lf.JPG" expression="full" type="image/jpeg">BI borong SBN Rp974,09 triliun. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/21/320/2711697/bi-borong-surat-berharga-negara-rp974-triliun-hingga-15-november-2022-t6EvFR08lf.JPG</image><title>BI borong SBN Rp974,09 triliun. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana sebesar Rp974,09 triliun sejak tahun 2020 hingga 15 November 2022.


&quot;Dukungan ini dilakukan untuk pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), serta penanganan kemanusiaan dan kesehatan karena Covid-19,&quot; kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta yang dikutip Antara, Senin (21/11/2022).

Dia juga menjelaskan dukungan tersebut dilakukan sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 2 tahun 2020, yang ditindaklanjuti melalui Keputusan Bersama (KB) antara Gubernur BI dan Menteri Keuangan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:SBN RI Rp66 Triliun, Sri Mulyani: Kita Harus Waspada!
Adapun untuk rinciannya, pembelian SBN di pasar perdana untuk keperluan COVID-19 tersebut terdiri dari pembelian SBN KB I sebesar Rp266,11 triliun, KB II senilai Rp397,56 triliun, dan KB III sebanyak Rp310,42 triliun.

Di mana KB III ditujukan khusus untuk penanganan kemanusiaan dan kesehatan karena COVID-19, dimana masih terdapat sisa sebesar Rp128,58 triliun untuk direalisasikan hingga akhir tahun ini.

Dia pun berkomitmen akan merealisasikan sisa pembelian SBN KB III tersebut, sehingga pada akhir tahun diperkirakan pembelian SBN BI di pasar perdana mencapai sekitar Rp1.444 triliun.

&quot;Jadi Rp1.444 triliun ini jumlah SBN yang kami beli di pasar perdana selama tiga tahun untuk dukungan kepada APBN dalam rangka penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi sesuai UU Nomor 2 Tahun 2020,&quot; katanya.

Kemudian, dia menegaskan dukungan pembiayaan APBN tersebut merupakan salah satu bentuk kebijakan moneter bank sentral di dalam bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.



Untuk pembelian SBN di pasar perdana, kebijakan moneter lainnya yang kini sedang dijalankan oleh BI yakni menaikkan suku bunga acuan, memperkuat operasi moneter, memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah, dan mempertahankan kebijakan likuiditas longgar.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana sebesar Rp974,09 triliun sejak tahun 2020 hingga 15 November 2022.


&quot;Dukungan ini dilakukan untuk pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), serta penanganan kemanusiaan dan kesehatan karena Covid-19,&quot; kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta yang dikutip Antara, Senin (21/11/2022).

Dia juga menjelaskan dukungan tersebut dilakukan sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 2 tahun 2020, yang ditindaklanjuti melalui Keputusan Bersama (KB) antara Gubernur BI dan Menteri Keuangan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:SBN RI Rp66 Triliun, Sri Mulyani: Kita Harus Waspada!
Adapun untuk rinciannya, pembelian SBN di pasar perdana untuk keperluan COVID-19 tersebut terdiri dari pembelian SBN KB I sebesar Rp266,11 triliun, KB II senilai Rp397,56 triliun, dan KB III sebanyak Rp310,42 triliun.

Di mana KB III ditujukan khusus untuk penanganan kemanusiaan dan kesehatan karena COVID-19, dimana masih terdapat sisa sebesar Rp128,58 triliun untuk direalisasikan hingga akhir tahun ini.

Dia pun berkomitmen akan merealisasikan sisa pembelian SBN KB III tersebut, sehingga pada akhir tahun diperkirakan pembelian SBN BI di pasar perdana mencapai sekitar Rp1.444 triliun.

&quot;Jadi Rp1.444 triliun ini jumlah SBN yang kami beli di pasar perdana selama tiga tahun untuk dukungan kepada APBN dalam rangka penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi sesuai UU Nomor 2 Tahun 2020,&quot; katanya.

Kemudian, dia menegaskan dukungan pembiayaan APBN tersebut merupakan salah satu bentuk kebijakan moneter bank sentral di dalam bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.



Untuk pembelian SBN di pasar perdana, kebijakan moneter lainnya yang kini sedang dijalankan oleh BI yakni menaikkan suku bunga acuan, memperkuat operasi moneter, memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah, dan mempertahankan kebijakan likuiditas longgar.</content:encoded></item></channel></rss>
