<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah 'Wonder Woman' Pengangkut Ratusan Semen demi Biayai Hidup Orangtua</title><description>Nur Aini bisa diibaratkan sebagai 'wonder woman'. Wanita asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan ini menjadi buruh pengangkut semen</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/21/320/2711726/kisah-wonder-woman-pengangkut-ratusan-semen-demi-biayai-hidup-orangtua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/21/320/2711726/kisah-wonder-woman-pengangkut-ratusan-semen-demi-biayai-hidup-orangtua"/><item><title>Kisah 'Wonder Woman' Pengangkut Ratusan Semen demi Biayai Hidup Orangtua</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/21/320/2711726/kisah-wonder-woman-pengangkut-ratusan-semen-demi-biayai-hidup-orangtua</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/21/320/2711726/kisah-wonder-woman-pengangkut-ratusan-semen-demi-biayai-hidup-orangtua</guid><pubDate>Senin 21 November 2022 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/21/320/2711726/kisah-wonder-woman-pengangkut-ratusan-semen-demi-biayai-hidup-orangtua-XMVqSrmUj9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kisah Wonder Woman Pengangkut Ratusan Semen (Foto: iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/21/320/2711726/kisah-wonder-woman-pengangkut-ratusan-semen-demi-biayai-hidup-orangtua-XMVqSrmUj9.jpg</image><title>Kisah Wonder Woman Pengangkut Ratusan Semen (Foto: iNews)</title></images><description>JAKARTA -  Nur Aini bisa diibaratkan sebagai 'wonder woman'. Bagaimana tidak, wanita asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan ini menjadi buruh pengangkut semen.

Alasan Nur Aini menjadi buruh pengangkut semen demi membantu perekonomian keluarga dan membayar biaya kuliahnya.

Aini diketahui merupakan mahasiswi Jurusan Olahraga, Universitas Negeri Makassar (UNM). Hal yang menjadi perhatian publik yakni dirinya rela menjadi buruh kasar demi membantu orangtuanya.
BACA JUGA:Viral!  Aksi Pedagang Tahu Bulat Mendadak Kabur saat Razia Kendaraan Bermotor Jadi Sorotan&amp;nbsp;
Nur berdomisili di Desa Pincara, Kecamatan Patampanua. Dia telah melakukan pekerjaan ini sejak dirinya duduk di bangku kelas 3 SMP.

Meski pekerjaannya ini tak seperti yang dilakukan oleh kawan-kawan perempuan sebayanya, dia tidak merasa malu.

Pasalnya, penghasilan yang dia dapatkan dari pekerjaan ini juga untuk membayar sekolah adik-adiknya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8wMy8xLzE0MzQ2MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Nur mampu mengangkat ratusan sak semen dalam sehari. Dia harus giat untuk mendapatkan bayaran yang lebih besar.

Upah dari pekerjaan ini memang tak sebanding dengan bebannya. Dia hanya dibayar Rp600 untuk satu sak semen yang dia angkat.

Kerap kali, Aini juga mengalami sakit bahu dan punggung lantaran harus menahan beban berat. Namun, kini hal itu dirasanya sudah biasa dan tidak lagi menjadi beban.

Saat bekerja, Nur berangkat bersama keluarganya. Masdar, ayah sang gadis juga telah lama menjadi buruh angkut semen. Dia tak melarang putrinya untuk melakukan pekerjaan ini.</description><content:encoded>JAKARTA -  Nur Aini bisa diibaratkan sebagai 'wonder woman'. Bagaimana tidak, wanita asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan ini menjadi buruh pengangkut semen.

Alasan Nur Aini menjadi buruh pengangkut semen demi membantu perekonomian keluarga dan membayar biaya kuliahnya.

Aini diketahui merupakan mahasiswi Jurusan Olahraga, Universitas Negeri Makassar (UNM). Hal yang menjadi perhatian publik yakni dirinya rela menjadi buruh kasar demi membantu orangtuanya.
BACA JUGA:Viral!  Aksi Pedagang Tahu Bulat Mendadak Kabur saat Razia Kendaraan Bermotor Jadi Sorotan&amp;nbsp;
Nur berdomisili di Desa Pincara, Kecamatan Patampanua. Dia telah melakukan pekerjaan ini sejak dirinya duduk di bangku kelas 3 SMP.

Meski pekerjaannya ini tak seperti yang dilakukan oleh kawan-kawan perempuan sebayanya, dia tidak merasa malu.

Pasalnya, penghasilan yang dia dapatkan dari pekerjaan ini juga untuk membayar sekolah adik-adiknya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMS8wMy8xLzE0MzQ2MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Nur mampu mengangkat ratusan sak semen dalam sehari. Dia harus giat untuk mendapatkan bayaran yang lebih besar.

Upah dari pekerjaan ini memang tak sebanding dengan bebannya. Dia hanya dibayar Rp600 untuk satu sak semen yang dia angkat.

Kerap kali, Aini juga mengalami sakit bahu dan punggung lantaran harus menahan beban berat. Namun, kini hal itu dirasanya sudah biasa dan tidak lagi menjadi beban.

Saat bekerja, Nur berangkat bersama keluarganya. Masdar, ayah sang gadis juga telah lama menjadi buruh angkut semen. Dia tak melarang putrinya untuk melakukan pekerjaan ini.</content:encoded></item></channel></rss>
