<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Diagnos Laboratorium (DGNS) Rp12,1 Miliar di Kuartal III-2022, Anjlok 80%</title><description>DGNS mengalami penurunan laba hingga kuartal III 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/22/278/2712644/laba-diagnos-laboratorium-dgns-rp12-1-miliar-di-kuartal-iii-2022-anjlok-80</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/22/278/2712644/laba-diagnos-laboratorium-dgns-rp12-1-miliar-di-kuartal-iii-2022-anjlok-80"/><item><title>Laba Diagnos Laboratorium (DGNS) Rp12,1 Miliar di Kuartal III-2022, Anjlok 80%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/22/278/2712644/laba-diagnos-laboratorium-dgns-rp12-1-miliar-di-kuartal-iii-2022-anjlok-80</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/22/278/2712644/laba-diagnos-laboratorium-dgns-rp12-1-miliar-di-kuartal-iii-2022-anjlok-80</guid><pubDate>Selasa 22 November 2022 16:46 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/22/278/2712644/laba-diagnos-laboratorium-dgns-rp12-1-miliar-di-kuartal-iii-2022-anjlok-80-bIoZWboarq.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Laba DGNS (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/22/278/2712644/laba-diagnos-laboratorium-dgns-rp12-1-miliar-di-kuartal-iii-2022-anjlok-80-bIoZWboarq.jpeg</image><title>Laba DGNS (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp;PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) mengalami penurunan laba hingga kuartal III 2022. Berdasarkan laporan keuangan, laba periode berjalan DGNS anjlok 80,99% menjadi Rp12,15 miliar, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp63,97 miliar.
Seiring dengan penurunan laba, pendapatan bersih perseroan juga susut 42,65% menjadi Rp143,82 miliar dari sebelumnya Rp250,83 miliar. Segmen referensi dokter tercatat sebesar Rp93,23 miliar, klien korporasi mencatatkan pendapatan sebesar Rp38,84 miliar, dan pelanggan individu sebesar Rp11,75 miliar.
BACA JUGA:Bolehkah Trading Saham Syariah? Simak Penjelasannya di IG Live MNC Sekuritas

Di sisi lain, beban pokok pendapatan DGNS tercatat sebesar Rp72,82 miliar, turun dari sebelumnya sebesar Rp119,03 miliar. Beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp48,47 miliar, serta beban penjualan dana pemasaran sebesar Rp8,39 miliar.
Total nilai aset perseroan hingga akhir September 2022 tercatat sebesar Rp239,14 miliar, turun 1,17% dari posisi akhir Desember 2021 yang sebesar Rp241,98 miliar. Liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp25,18 miliar dan ekuitas sebesar Rp213,95 miliar.
BACA JUGA:Komisaris Phapros Borong 84.400 Saham PEHA Habiskan Rp68,7 Juta

Tahun ini, DGNS menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp35 miliar yang dialokasikan untuk renovasi, pembelian alat-alat medis, serta modal kerja untuk menjalankan usaha di sepanjang tahun ini.Sementara itu, terkait pertumbuhan kinerja, perseroan menargetkan pendapatan non Covid-19 naik sebesar 30%. Perseroan juga menargetkan untuk melakukan ekpansi di Surabaya dan Medan.
Sebagai informasi, pada Juli lalu perseroan membuka cabang mandiri yang berlokasi di Batam yang berlokasi di Jalan Abulyatama, Ruko Uniba Blok B No. 12, Belian, Batam, Kepulauan Riau.
Adapun, tujuan pembukaan laboratorium baru tersebut sebagai bagian dari upaya perseroan dalam mendukung dan membantu pemerintah dalam hal pemerataan kesehatan dan laboratorium di seluruh wilayah Indonesia dengan teknologi terdepan.</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp;PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) mengalami penurunan laba hingga kuartal III 2022. Berdasarkan laporan keuangan, laba periode berjalan DGNS anjlok 80,99% menjadi Rp12,15 miliar, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp63,97 miliar.
Seiring dengan penurunan laba, pendapatan bersih perseroan juga susut 42,65% menjadi Rp143,82 miliar dari sebelumnya Rp250,83 miliar. Segmen referensi dokter tercatat sebesar Rp93,23 miliar, klien korporasi mencatatkan pendapatan sebesar Rp38,84 miliar, dan pelanggan individu sebesar Rp11,75 miliar.
BACA JUGA:Bolehkah Trading Saham Syariah? Simak Penjelasannya di IG Live MNC Sekuritas

Di sisi lain, beban pokok pendapatan DGNS tercatat sebesar Rp72,82 miliar, turun dari sebelumnya sebesar Rp119,03 miliar. Beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp48,47 miliar, serta beban penjualan dana pemasaran sebesar Rp8,39 miliar.
Total nilai aset perseroan hingga akhir September 2022 tercatat sebesar Rp239,14 miliar, turun 1,17% dari posisi akhir Desember 2021 yang sebesar Rp241,98 miliar. Liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp25,18 miliar dan ekuitas sebesar Rp213,95 miliar.
BACA JUGA:Komisaris Phapros Borong 84.400 Saham PEHA Habiskan Rp68,7 Juta

Tahun ini, DGNS menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp35 miliar yang dialokasikan untuk renovasi, pembelian alat-alat medis, serta modal kerja untuk menjalankan usaha di sepanjang tahun ini.Sementara itu, terkait pertumbuhan kinerja, perseroan menargetkan pendapatan non Covid-19 naik sebesar 30%. Perseroan juga menargetkan untuk melakukan ekpansi di Surabaya dan Medan.
Sebagai informasi, pada Juli lalu perseroan membuka cabang mandiri yang berlokasi di Batam yang berlokasi di Jalan Abulyatama, Ruko Uniba Blok B No. 12, Belian, Batam, Kepulauan Riau.
Adapun, tujuan pembukaan laboratorium baru tersebut sebagai bagian dari upaya perseroan dalam mendukung dan membantu pemerintah dalam hal pemerataan kesehatan dan laboratorium di seluruh wilayah Indonesia dengan teknologi terdepan.</content:encoded></item></channel></rss>
