<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>APBN Siap Jadi Peredam Kejut di Tengah Pelemahan Ekonomi</title><description>Febrio Kacaribu mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan tetap menjadi shock absorber.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/22/320/2712401/apbn-siap-jadi-peredam-kejut-di-tengah-pelemahan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/22/320/2712401/apbn-siap-jadi-peredam-kejut-di-tengah-pelemahan-ekonomi"/><item><title>APBN Siap Jadi Peredam Kejut di Tengah Pelemahan Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/22/320/2712401/apbn-siap-jadi-peredam-kejut-di-tengah-pelemahan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/22/320/2712401/apbn-siap-jadi-peredam-kejut-di-tengah-pelemahan-ekonomi</guid><pubDate>Selasa 22 November 2022 12:39 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/22/320/2712401/apbn-siap-jadi-peredam-kejut-di-tengah-pelemahan-ekonomi-9nghBOO9QL.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/22/320/2712401/apbn-siap-jadi-peredam-kejut-di-tengah-pelemahan-ekonomi-9nghBOO9QL.jfif</image><title>Ekonomi RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan tetap menjadi shock absorber atau peredam kejut di tengah potensi pelemahan ekonomi pada 2023 mendatang.
&amp;ldquo;Memang kenyataannya, secara data kita lihat proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk global melemah sudah ada, kita siapkan saja perekonomian ke depan, dan APBN selalu siap. Sebagaimana di 2022, APBN akan menjadi shock absorber,&amp;rdquo; katanya usai Peluncuran dan Sosialisasi Neraca Institusi Terintegrasi di Jakarta, Selasa (22/11/2022).
BACA JUGA:Munas Hipmi Dibuka, Pengusaha Harap Roda Ekonomi RI Bergerak

Ia menyebut APBN akan tetap diarahkan untuk menjaga pemulihan perekonomian nasional dan melindungi masyarakat miskin dan rentan dari berbagai ketidakpastian global.
Adapun berbagai aktivitas ekonomi Indonesia dipandang akan tetap kuat pada 2023, termasuk konsumsi masyarakat dan investasi.
Hanya saja, lanjut dia, perekonomian negara tujuan ekspor yang berpotensi melemah pada 2023 perlu diantisipasi karena dapat menurunkan permintaan yang berdampak terhadap ekspor.
BACA JUGA:Wapres: Zakat hingga Sedekah Jadi Solusi Perkuat Ekonomi Umat

&amp;ldquo;Itu harus diantisipasi seperti apa pada 2023 ke depan, agar walaupun dihadapkan pada tantangan potensi pelemahan perekonomian global, kita harus lebih presisi kira-kira peluang apa yang masih bisa dimaksimalkan,&amp;rdquo; ujar Febrio Kacaribu.Sementara itu pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV 2022 diperkirakan akan mengalami normalisasi karena basis perbandingannya yakni perekonomian kuartal IV 2021 lalu sudah mulai tumbuh positif.
&amp;ldquo;Setelah kuartal III kemarin bagus, kuartal IV ini kita akan melihat normalisasi dibandingkan kuartal III,&amp;rdquo; katanya.
Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2022 tercatat tumbuh 5,72% secara tahunan atau lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 5,44%.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan tetap menjadi shock absorber atau peredam kejut di tengah potensi pelemahan ekonomi pada 2023 mendatang.
&amp;ldquo;Memang kenyataannya, secara data kita lihat proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk global melemah sudah ada, kita siapkan saja perekonomian ke depan, dan APBN selalu siap. Sebagaimana di 2022, APBN akan menjadi shock absorber,&amp;rdquo; katanya usai Peluncuran dan Sosialisasi Neraca Institusi Terintegrasi di Jakarta, Selasa (22/11/2022).
BACA JUGA:Munas Hipmi Dibuka, Pengusaha Harap Roda Ekonomi RI Bergerak

Ia menyebut APBN akan tetap diarahkan untuk menjaga pemulihan perekonomian nasional dan melindungi masyarakat miskin dan rentan dari berbagai ketidakpastian global.
Adapun berbagai aktivitas ekonomi Indonesia dipandang akan tetap kuat pada 2023, termasuk konsumsi masyarakat dan investasi.
Hanya saja, lanjut dia, perekonomian negara tujuan ekspor yang berpotensi melemah pada 2023 perlu diantisipasi karena dapat menurunkan permintaan yang berdampak terhadap ekspor.
BACA JUGA:Wapres: Zakat hingga Sedekah Jadi Solusi Perkuat Ekonomi Umat

&amp;ldquo;Itu harus diantisipasi seperti apa pada 2023 ke depan, agar walaupun dihadapkan pada tantangan potensi pelemahan perekonomian global, kita harus lebih presisi kira-kira peluang apa yang masih bisa dimaksimalkan,&amp;rdquo; ujar Febrio Kacaribu.Sementara itu pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV 2022 diperkirakan akan mengalami normalisasi karena basis perbandingannya yakni perekonomian kuartal IV 2021 lalu sudah mulai tumbuh positif.
&amp;ldquo;Setelah kuartal III kemarin bagus, kuartal IV ini kita akan melihat normalisasi dibandingkan kuartal III,&amp;rdquo; katanya.
Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2022 tercatat tumbuh 5,72% secara tahunan atau lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 5,44%.</content:encoded></item></channel></rss>
