<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Ungkap Bukti Masyarakat RI Makin Melek Literasi Keuangan</title><description>Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/22/320/2712709/ojk-ungkap-bukti-masyarakat-ri-makin-melek-literasi-keuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/22/320/2712709/ojk-ungkap-bukti-masyarakat-ri-makin-melek-literasi-keuangan"/><item><title>OJK Ungkap Bukti Masyarakat RI Makin Melek Literasi Keuangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/22/320/2712709/ojk-ungkap-bukti-masyarakat-ri-makin-melek-literasi-keuangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/22/320/2712709/ojk-ungkap-bukti-masyarakat-ri-makin-melek-literasi-keuangan</guid><pubDate>Selasa 22 November 2022 18:00 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/22/320/2712709/ojk-ungkap-bukti-masyarakat-ri-makin-melek-literasi-keuangan-sdsOpvP15r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">OJK (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/22/320/2712709/ojk-ungkap-bukti-masyarakat-ri-makin-melek-literasi-keuangan-sdsOpvP15r.jpg</image><title>OJK (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2022.
&quot;Hasil SNLIK 2022 menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia naik dengan menggembirakan. Angkanya mencapai 49,68% atau hampir 50%, naik dibandingkan tahun 2019 yang berada pada posisi yang sebesar 38,03%,&quot; ujar Friderica dalam Konferensi Pers Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2022 secara virtual di Jakarta, Selasa (22/11/2022).
BACA JUGA:Ancaman Resesi di 2023, OJK Akan Perpanjang Relaksasi Industri Asuransi

Sedangkan untuk indeks inklusi keuangan, tahun ini mencapai 85,1%, meningkat dibandingkan periode 2019 yang sebesar 76,19%.
Selain tingkat indeks literasi dan inklusi yang meningkat, Friderica mengatakan bahwa hal yang perlu dicermati adalah gap atau selisih antara indeks literasi dan inklusi keuangan mengecil atau menurun di tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2019 lalu. Untuk tingkat literasi, gap-nya mengecil.
BACA JUGA:Cara OJK Wujudkan Net Zero Emission

&quot;Karena sebenarnya yang selalu kita utamakan atau pentingkan adalah supaya gap ini semakin kecil. Karena kalau kita lihat, indeks inklusinya tinggi dan bagus, tetapi kalau gap-nya jauh dari indeks literasinya, ini juga menjadi potensi menimbulkan masalah karena berarti banyak masyarakat yang menggunakan produk dan jasa keuangan tanpa memahami apa itu produk ataupun jasa keuangan yang digunakannya,&quot; tandas Friderica.Sebagai informasi, SNLIK 2022 dilaksanakan mulai bulan Juli hingga September 2022 di 34 provinsi yang mencakup 76 kota/kabupaten dengan jumlah responden sebanyak 14.634 orang yang berusia antara 15-79 tahun. Sebagaimana tahun 2016 dan 2019 lalu, di mana OJK melaksanakan survei setiap 3 tahun sekali, SNLIK 2022 juga menggunakan metode parameter dan indikator yang sama, yaitu untuk Indeks Literasi Keuangan, terdiri dari parameter pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap dan perilaku.
Sementara untuk indeks inklusi keuangan, parameter yang digunakan adalah penggunaan atau usage.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2022.
&quot;Hasil SNLIK 2022 menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia naik dengan menggembirakan. Angkanya mencapai 49,68% atau hampir 50%, naik dibandingkan tahun 2019 yang berada pada posisi yang sebesar 38,03%,&quot; ujar Friderica dalam Konferensi Pers Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2022 secara virtual di Jakarta, Selasa (22/11/2022).
BACA JUGA:Ancaman Resesi di 2023, OJK Akan Perpanjang Relaksasi Industri Asuransi

Sedangkan untuk indeks inklusi keuangan, tahun ini mencapai 85,1%, meningkat dibandingkan periode 2019 yang sebesar 76,19%.
Selain tingkat indeks literasi dan inklusi yang meningkat, Friderica mengatakan bahwa hal yang perlu dicermati adalah gap atau selisih antara indeks literasi dan inklusi keuangan mengecil atau menurun di tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2019 lalu. Untuk tingkat literasi, gap-nya mengecil.
BACA JUGA:Cara OJK Wujudkan Net Zero Emission

&quot;Karena sebenarnya yang selalu kita utamakan atau pentingkan adalah supaya gap ini semakin kecil. Karena kalau kita lihat, indeks inklusinya tinggi dan bagus, tetapi kalau gap-nya jauh dari indeks literasinya, ini juga menjadi potensi menimbulkan masalah karena berarti banyak masyarakat yang menggunakan produk dan jasa keuangan tanpa memahami apa itu produk ataupun jasa keuangan yang digunakannya,&quot; tandas Friderica.Sebagai informasi, SNLIK 2022 dilaksanakan mulai bulan Juli hingga September 2022 di 34 provinsi yang mencakup 76 kota/kabupaten dengan jumlah responden sebanyak 14.634 orang yang berusia antara 15-79 tahun. Sebagaimana tahun 2016 dan 2019 lalu, di mana OJK melaksanakan survei setiap 3 tahun sekali, SNLIK 2022 juga menggunakan metode parameter dan indikator yang sama, yaitu untuk Indeks Literasi Keuangan, terdiri dari parameter pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap dan perilaku.
Sementara untuk indeks inklusi keuangan, parameter yang digunakan adalah penggunaan atau usage.</content:encoded></item></channel></rss>
