<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Makin Suram! Proyeksi Ekonomi Global Dipangkas Jadi 2,2% pada 2023</title><description>PDB global diproyeksikan turun dari 3,1% tahun ini menjadi 2,2% pada 2023, kata Organisasi untuk Kerja Sama.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/23/320/2713004/makin-suram-proyeksi-ekonomi-global-dipangkas-jadi-2-2-pada-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/23/320/2713004/makin-suram-proyeksi-ekonomi-global-dipangkas-jadi-2-2-pada-2023"/><item><title>Makin Suram! Proyeksi Ekonomi Global Dipangkas Jadi 2,2% pada 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/23/320/2713004/makin-suram-proyeksi-ekonomi-global-dipangkas-jadi-2-2-pada-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/23/320/2713004/makin-suram-proyeksi-ekonomi-global-dipangkas-jadi-2-2-pada-2023</guid><pubDate>Rabu 23 November 2022 09:39 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/23/320/2713004/makin-suram-proyeksi-ekonomi-global-dipangkas-jadi-2-2-pada-2023-R7opklSGA5.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Global (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/23/320/2713004/makin-suram-proyeksi-ekonomi-global-dipangkas-jadi-2-2-pada-2023-R7opklSGA5.jfif</image><title>Ekonomi Global (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) global diproyeksikan turun dari 3,1% tahun ini menjadi 2,2% pada 2023, kata Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dalam laporan Prospek Ekonomi (EO) terbarunya pada Selasa (22/11/2022).
Angka tahun 2022 sekitar setengah dari kecepatan yang tercatat pada tahun 2021 selama pemulihan dari pandemi, dan tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk tahun 2023 jauh di bawah perkiraan sebelum pecahnya konflik Rusia-Ukraina.
BACA JUGA:Menko Airlangga Ungkap 3 Peluang Besar Pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi RI
&quot;Asia akan menjadi mesin utama pertumbuhan pada 2023 dan 2024, sedangkan Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Selatan akan mengalami pertumbuhan yang sangat rendah,&quot; katanya.
Pasar negara berkembang utama di Asia diproyeksikan oleh OECD untuk mencapai hampir tiga perempat dari pertumbuhan PDB global pada tahun 2023, sementara ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa diperkirakan akan melambat.
&quot;Tertahan oleh harga energi dan makanan yang tinggi, kepercayaan yang lemah, berlanjutnya kemacetan pasokan dan dampak awal dari kebijakan moneter yang lebih ketat, pertumbuhan tahunan di kawasan euro pada 2023 diproyeksikan menjadi 0,5%,&quot; kata organisasi itu.
BACA JUGA:Ekonomi RI Tumbuh 5,7%, Jokowi: Kita yang Terbaik
Perekonomian Amerika Serikat hanya akan tumbuh sebesar 0,5% pada tahun 2023, dibandingkan dengan 1,8% pada tahun 2022.Pasar energi tetap berada di antara risiko penurunan yang signifikan.
&quot;Eropa telah menempuh perjalanan panjang untuk mengisi kembali cadangan gas alamnya dan mengekang permintaan, tetapi musim dingin ini di Belahan Bumi Utara pasti akan menantang,&quot; katanya.
Ia menambahkan bahwa harga gas yang lebih tinggi atau gangguan pasokan gas langsung akan menyebabkan pertumbuhan yang jauh lebih lemah dan inflasi lebih tinggi di Eropa dan dunia pada tahun 2023 dan 2024.
Mempercepat investasi dalam adopsi dan pengembangan sumber-sumber energi bersih akan sangat penting untuk mendiversifikasi pasokan energi dan memastikan keamanan energi, OECD menekankan.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) global diproyeksikan turun dari 3,1% tahun ini menjadi 2,2% pada 2023, kata Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dalam laporan Prospek Ekonomi (EO) terbarunya pada Selasa (22/11/2022).
Angka tahun 2022 sekitar setengah dari kecepatan yang tercatat pada tahun 2021 selama pemulihan dari pandemi, dan tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk tahun 2023 jauh di bawah perkiraan sebelum pecahnya konflik Rusia-Ukraina.
BACA JUGA:Menko Airlangga Ungkap 3 Peluang Besar Pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi RI
&quot;Asia akan menjadi mesin utama pertumbuhan pada 2023 dan 2024, sedangkan Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Selatan akan mengalami pertumbuhan yang sangat rendah,&quot; katanya.
Pasar negara berkembang utama di Asia diproyeksikan oleh OECD untuk mencapai hampir tiga perempat dari pertumbuhan PDB global pada tahun 2023, sementara ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa diperkirakan akan melambat.
&quot;Tertahan oleh harga energi dan makanan yang tinggi, kepercayaan yang lemah, berlanjutnya kemacetan pasokan dan dampak awal dari kebijakan moneter yang lebih ketat, pertumbuhan tahunan di kawasan euro pada 2023 diproyeksikan menjadi 0,5%,&quot; kata organisasi itu.
BACA JUGA:Ekonomi RI Tumbuh 5,7%, Jokowi: Kita yang Terbaik
Perekonomian Amerika Serikat hanya akan tumbuh sebesar 0,5% pada tahun 2023, dibandingkan dengan 1,8% pada tahun 2022.Pasar energi tetap berada di antara risiko penurunan yang signifikan.
&quot;Eropa telah menempuh perjalanan panjang untuk mengisi kembali cadangan gas alamnya dan mengekang permintaan, tetapi musim dingin ini di Belahan Bumi Utara pasti akan menantang,&quot; katanya.
Ia menambahkan bahwa harga gas yang lebih tinggi atau gangguan pasokan gas langsung akan menyebabkan pertumbuhan yang jauh lebih lemah dan inflasi lebih tinggi di Eropa dan dunia pada tahun 2023 dan 2024.
Mempercepat investasi dalam adopsi dan pengembangan sumber-sumber energi bersih akan sangat penting untuk mendiversifikasi pasokan energi dan memastikan keamanan energi, OECD menekankan.</content:encoded></item></channel></rss>
