<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Asing Ingin Tanam Modal di RI, Pengusaha: SDM Kita Masih Kurang</title><description>Pengusaha menyebut banyak investor asing yang ingin menanamkan modal di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/23/320/2713142/investor-asing-ingin-tanam-modal-di-ri-pengusaha-sdm-kita-masih-kurang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/23/320/2713142/investor-asing-ingin-tanam-modal-di-ri-pengusaha-sdm-kita-masih-kurang"/><item><title>Investor Asing Ingin Tanam Modal di RI, Pengusaha: SDM Kita Masih Kurang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/23/320/2713142/investor-asing-ingin-tanam-modal-di-ri-pengusaha-sdm-kita-masih-kurang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/23/320/2713142/investor-asing-ingin-tanam-modal-di-ri-pengusaha-sdm-kita-masih-kurang</guid><pubDate>Rabu 23 November 2022 12:34 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/23/320/2713142/investor-asing-ingin-tanam-modal-di-ri-pengusaha-sdm-kita-masih-kurang-g6RuyooWZ8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investor asing minat investasi di RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/23/320/2713142/investor-asing-ingin-tanam-modal-di-ri-pengusaha-sdm-kita-masih-kurang-g6RuyooWZ8.jpg</image><title>Investor asing minat investasi di RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengusaha menyebut banyak investor asing yang ingin menanamkan modal di Indonesia. Namun sayangnya, kualitas SDM di Indonesia masih terbatas.
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang investor asing ingin menanamkan modalnya karena memiliki banyak sektor yang bisa dipilih untuk berinvestasi. Adapun salah satu sektor yang banyak diincar oleh para investor adalah pariwisata.
BACA JUGA:Jaksel Serap Investasi Rp53,5 Triliun pada Kuartal III-2022

&quot;Sektor kita banyak. Mereka (investor asing) tinggal pilih saja mau tanam modal di mana. Contohnya kalau sekarang ini yang banyak di lirik itu sektor pariwisata. Karena seperti kita lihat sekarang ini pemerintah sedang mengembangkan destinasi-destinasi wisata favorit termasuk juga di dalamnya adalah industri kreatif,&quot; ujar Sarman di acara IDX Channel, Rabu (23/11/2022).
Kemudian sebut dia, sektor lain yang tak kalah menariknya adalah infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini sejalan dengan ajakan Presiden RI Joko Widodo yang mempromosikan IKN sebagai ladang investasi yang baik ke depannya.
BACA JUGA:Investasi Masuk RI Serap 307.000 Tenaga Kerja Baru

Sarman membeberkan, infrastruktur yang berpeluang menjadi ladang investasi adalah pembangunan jalan tol, pembangunan MRT, bandara, pelabuhan, maupun pertambangan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xOC80LzE1NzE0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Jadi ini akan kembali kepada calon investor sebut di sektor di mana  dia ingin masuk, di bidang mana yang ingin dia masuk saya rasa Indonesia  sudah welcome untuk calon investor,&quot; ucapnya.
Namun, kata Sarman, Pemerintah masih mempunyai PR atau tugas besar  yang perlu dimaksimalkan, yaitu meningkatkan kemampuan sumber daya  manusianya. Sebab, menurut dia, para pekerja di Indonesia masih  didominasi tamatan SMP ataupun SMA.
&quot;Pekerja pekerja kita ini kan hampir 90% itu masih tamatan sekolah  menengah, semestinya ini harus ditingkatkan sehingga apa yang menjadi  standar yang diminta oleh investor-investor asing bisa kita penuhi dari  sisi tenaga kerjanya,&quot; tandas Sarman.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengusaha menyebut banyak investor asing yang ingin menanamkan modal di Indonesia. Namun sayangnya, kualitas SDM di Indonesia masih terbatas.
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang investor asing ingin menanamkan modalnya karena memiliki banyak sektor yang bisa dipilih untuk berinvestasi. Adapun salah satu sektor yang banyak diincar oleh para investor adalah pariwisata.
BACA JUGA:Jaksel Serap Investasi Rp53,5 Triliun pada Kuartal III-2022

&quot;Sektor kita banyak. Mereka (investor asing) tinggal pilih saja mau tanam modal di mana. Contohnya kalau sekarang ini yang banyak di lirik itu sektor pariwisata. Karena seperti kita lihat sekarang ini pemerintah sedang mengembangkan destinasi-destinasi wisata favorit termasuk juga di dalamnya adalah industri kreatif,&quot; ujar Sarman di acara IDX Channel, Rabu (23/11/2022).
Kemudian sebut dia, sektor lain yang tak kalah menariknya adalah infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini sejalan dengan ajakan Presiden RI Joko Widodo yang mempromosikan IKN sebagai ladang investasi yang baik ke depannya.
BACA JUGA:Investasi Masuk RI Serap 307.000 Tenaga Kerja Baru

Sarman membeberkan, infrastruktur yang berpeluang menjadi ladang investasi adalah pembangunan jalan tol, pembangunan MRT, bandara, pelabuhan, maupun pertambangan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xOC80LzE1NzE0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Jadi ini akan kembali kepada calon investor sebut di sektor di mana  dia ingin masuk, di bidang mana yang ingin dia masuk saya rasa Indonesia  sudah welcome untuk calon investor,&quot; ucapnya.
Namun, kata Sarman, Pemerintah masih mempunyai PR atau tugas besar  yang perlu dimaksimalkan, yaitu meningkatkan kemampuan sumber daya  manusianya. Sebab, menurut dia, para pekerja di Indonesia masih  didominasi tamatan SMP ataupun SMA.
&quot;Pekerja pekerja kita ini kan hampir 90% itu masih tamatan sekolah  menengah, semestinya ini harus ditingkatkan sehingga apa yang menjadi  standar yang diminta oleh investor-investor asing bisa kita penuhi dari  sisi tenaga kerjanya,&quot; tandas Sarman.</content:encoded></item></channel></rss>
