<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenkeu Revitalisasi Aset Negara Terdampak Gempa Cianjur</title><description>Kementerian Keuangan akan merevitalisasi aset negara yang terdampak gempa Cianjur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/23/320/2713184/kemenkeu-revitalisasi-aset-negara-terdampak-gempa-cianjur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/23/320/2713184/kemenkeu-revitalisasi-aset-negara-terdampak-gempa-cianjur"/><item><title>Kemenkeu Revitalisasi Aset Negara Terdampak Gempa Cianjur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/23/320/2713184/kemenkeu-revitalisasi-aset-negara-terdampak-gempa-cianjur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/23/320/2713184/kemenkeu-revitalisasi-aset-negara-terdampak-gempa-cianjur</guid><pubDate>Rabu 23 November 2022 13:21 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/23/320/2713184/kemenkeu-revitalisasi-aset-negara-terdampak-gempa-cianjur-pBcgmoW80y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gempa cianjur (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/23/320/2713184/kemenkeu-revitalisasi-aset-negara-terdampak-gempa-cianjur-pBcgmoW80y.jpg</image><title>Gempa cianjur (Foto: AFP)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Keuangan akan merevitalisasi aset negara yang terdampak gempa Cianjur. Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban mengatakan pemerintah akan merevitalisasi aset negara di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang rusak terdampak gempa berkekuatan 5,6 skala Richter.
&quot;Akan kita inventarisasikan, saat ini kita belum tahu (total kerusakan), karena penyelamatan masih diutamakan,&quot; katanya dilansir dari Antara, Rabu (23/11/2022).
BACA JUGA:Menteri Basuki Segera Bangun 2.272 Rumah Rusak Akibat Gempa Cianjur

Dia mengatakan pihaknya akan meminta kementerian dan lembaga untuk mencatat dan melakukan inventarisasi terkait aset di kantor vertikalnya yang terdampak gempa.
Saat ini, Rio menyebut belum mengetahui nilai kerusakan yang dialami barang milik negara (BMN) di Cianjur.
BACA JUGA:Hari Kedua Penanganan Gempa Cianjur, BNPB Terjunkan 90 Personel Fokus Pencarian Korban

Namun, menurut dia, sebagian aset negara yang telah diasuransikan akan direvitalisasi dengan dana hasil klaim asuransi, sementara aset yang belum diasuransikan akan direvitalisasi menggunakan APBN dan APBD.
&quot;Jadi, sedang diverifikasi jumlahnya. Untuk instansi yang sudah jelas ada klaim asuransinya, kita sudah menghubungi asuransinya untuk melihat,&quot; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMy8xLzE1NzQwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Salah satu aset negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan yang  mengalami kerusakan adalah kantor Direktorat Jenderal Pajak di Cianjur.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)  menyampaikan bahwa gempa bumi dengan magnitudo 5,6 melanda wilayah barat  daya Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (21/11/2022)  pukul 13.21 WIB.
Pusat gempa bumi dengan kedalaman dangkal sekitar 10 km itu berada di  koordinat 6,84 Lintang Selatan dan 107,05 Bujur Timur, sekira 10  kilometer barat daya Kabupaten Cianjur.
Berdasarkan data sampai Selasa (22/11/2022) pukul 17.00 WIB, sebanyak  268 korban meninggal dunia dengan 122 jenazah telah teridentifikasi dan  151 korban dinyatakan hilang.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Keuangan akan merevitalisasi aset negara yang terdampak gempa Cianjur. Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban mengatakan pemerintah akan merevitalisasi aset negara di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang rusak terdampak gempa berkekuatan 5,6 skala Richter.
&quot;Akan kita inventarisasikan, saat ini kita belum tahu (total kerusakan), karena penyelamatan masih diutamakan,&quot; katanya dilansir dari Antara, Rabu (23/11/2022).
BACA JUGA:Menteri Basuki Segera Bangun 2.272 Rumah Rusak Akibat Gempa Cianjur

Dia mengatakan pihaknya akan meminta kementerian dan lembaga untuk mencatat dan melakukan inventarisasi terkait aset di kantor vertikalnya yang terdampak gempa.
Saat ini, Rio menyebut belum mengetahui nilai kerusakan yang dialami barang milik negara (BMN) di Cianjur.
BACA JUGA:Hari Kedua Penanganan Gempa Cianjur, BNPB Terjunkan 90 Personel Fokus Pencarian Korban

Namun, menurut dia, sebagian aset negara yang telah diasuransikan akan direvitalisasi dengan dana hasil klaim asuransi, sementara aset yang belum diasuransikan akan direvitalisasi menggunakan APBN dan APBD.
&quot;Jadi, sedang diverifikasi jumlahnya. Untuk instansi yang sudah jelas ada klaim asuransinya, kita sudah menghubungi asuransinya untuk melihat,&quot; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMy8xLzE1NzQwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Salah satu aset negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan yang  mengalami kerusakan adalah kantor Direktorat Jenderal Pajak di Cianjur.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)  menyampaikan bahwa gempa bumi dengan magnitudo 5,6 melanda wilayah barat  daya Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (21/11/2022)  pukul 13.21 WIB.
Pusat gempa bumi dengan kedalaman dangkal sekitar 10 km itu berada di  koordinat 6,84 Lintang Selatan dan 107,05 Bujur Timur, sekira 10  kilometer barat daya Kabupaten Cianjur.
Berdasarkan data sampai Selasa (22/11/2022) pukul 17.00 WIB, sebanyak  268 korban meninggal dunia dengan 122 jenazah telah teridentifikasi dan  151 korban dinyatakan hilang.</content:encoded></item></channel></rss>
