<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indofarma (INAF) Rugi Rp183,11 Miliar di Kuartal III-2022</title><description>PT Indofarma Tbk (INAF) membukukan kerugian sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/24/278/2713886/indofarma-inaf-rugi-rp183-11-miliar-di-kuartal-iii-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/24/278/2713886/indofarma-inaf-rugi-rp183-11-miliar-di-kuartal-iii-2022"/><item><title>Indofarma (INAF) Rugi Rp183,11 Miliar di Kuartal III-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/24/278/2713886/indofarma-inaf-rugi-rp183-11-miliar-di-kuartal-iii-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/24/278/2713886/indofarma-inaf-rugi-rp183-11-miliar-di-kuartal-iii-2022</guid><pubDate>Kamis 24 November 2022 11:59 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/24/278/2713886/indofarma-inaf-rugi-rp183-11-miliar-di-kuartal-iii-2022-CXM3I0azMq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">INAF alami kerugian di kuartal III 2022 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/24/278/2713886/indofarma-inaf-rugi-rp183-11-miliar-di-kuartal-iii-2022-CXM3I0azMq.jpg</image><title>INAF alami kerugian di kuartal III 2022 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Indofarma Tbk (INAF) membukukan kerugian sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2022. INAF mencatat penjualan bersih sebesar Rp904,89 miliar, turun 39,58% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,49 triliun.
Melansir laporan keuangan, Kamis (24/11/2022), emiten farmasi ini membukukan rugi bersih sebesar Rp183,11 miliar, berbalik dari perolehan pada periode yang sama tahun lalu, di mana perseroan mengantongi laba sebesar Rp2,82 miliar.
BACA JUGA:Restrukturisasi Utang, Indofarma (INAF) Dapat Pinjaman  Rp355 Miliar

Berdasarkan segmennya, penjualan lokal tercatat sebesar Rp897,45 miliar, dengan rincian, penjualan obat ethical tercatat sebesar Rp433,40 miliar, segmen over the counter berkontribusi sebesar Rp17,20 miliar, serta penjualan alat kesehatan, diagnostik dan lainnya tercatat sebesar Rp446,84 miliar.
Sementara itu, penjualan ekspor tercatat sebesar Rp7,44 miliar, dengan rincian penjualan ethical sebesar Rp2,99 miliar dan segmen over the counter sebesar Rp4,44 miliar.
BACA JUGA:Indofarma (INAF) Rombak Komisaris dan Direksi, Ini Susunan Terbarunya

Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp828,55 miliar, turun dari sebelumnya sebesar Rp1 triliun. Kemudian, beban penjualan perseroan tercatat sebesar Rp106,98 miliar, serta beban umum dan administrasi sebesar Rp98,33 miliar.
Total nilai aset INAF hingga akhir September 2022 tercatat turun 9,92% menjadi Rp1,81 triliun, dibandingkan posisi akhir Desember 2021 yang sebesar Rp2,01 triliun. Liabilitas tercatat sebesar Rp1,48 triliun dan ekuitas sebesar Rp325,19 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Terkait kinerja hingga akhir tahun, perseroan menargetkan pendapatan  sebesar Rp2,67 triliun, sementara laba bersih ditargetkan mencapai  Rp45,22 miliar. Adapun, strategi yang dilakukan perseroan untuk mencapai  target tersebut yakni, selain fokus pada pengembangan farma, INAF juga  fokus pada pengembangan alat kesehatan dan herbal.
Perseroan akan mendorong penjualan alat kesehatan dengan berbagai  mekanisme seperti skema trading melalui anak usaha PT Indofarma Global  Medika, original equipment manufacturer (OEM), hingga Manufaktur.
Nantinya, produk alat kesehatan tersebut akan dipasarkan melalui  kerja sama dengan rumah sakit (RS) baik milik pemerintah, swasta, dan  klinik berupa skema kerjasama operasi (KSO) dalam hal pengadaan alat  kesehatan yang memang padat modal dan teknologi.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Indofarma Tbk (INAF) membukukan kerugian sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2022. INAF mencatat penjualan bersih sebesar Rp904,89 miliar, turun 39,58% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,49 triliun.
Melansir laporan keuangan, Kamis (24/11/2022), emiten farmasi ini membukukan rugi bersih sebesar Rp183,11 miliar, berbalik dari perolehan pada periode yang sama tahun lalu, di mana perseroan mengantongi laba sebesar Rp2,82 miliar.
BACA JUGA:Restrukturisasi Utang, Indofarma (INAF) Dapat Pinjaman  Rp355 Miliar

Berdasarkan segmennya, penjualan lokal tercatat sebesar Rp897,45 miliar, dengan rincian, penjualan obat ethical tercatat sebesar Rp433,40 miliar, segmen over the counter berkontribusi sebesar Rp17,20 miliar, serta penjualan alat kesehatan, diagnostik dan lainnya tercatat sebesar Rp446,84 miliar.
Sementara itu, penjualan ekspor tercatat sebesar Rp7,44 miliar, dengan rincian penjualan ethical sebesar Rp2,99 miliar dan segmen over the counter sebesar Rp4,44 miliar.
BACA JUGA:Indofarma (INAF) Rombak Komisaris dan Direksi, Ini Susunan Terbarunya

Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp828,55 miliar, turun dari sebelumnya sebesar Rp1 triliun. Kemudian, beban penjualan perseroan tercatat sebesar Rp106,98 miliar, serta beban umum dan administrasi sebesar Rp98,33 miliar.
Total nilai aset INAF hingga akhir September 2022 tercatat turun 9,92% menjadi Rp1,81 triliun, dibandingkan posisi akhir Desember 2021 yang sebesar Rp2,01 triliun. Liabilitas tercatat sebesar Rp1,48 triliun dan ekuitas sebesar Rp325,19 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Terkait kinerja hingga akhir tahun, perseroan menargetkan pendapatan  sebesar Rp2,67 triliun, sementara laba bersih ditargetkan mencapai  Rp45,22 miliar. Adapun, strategi yang dilakukan perseroan untuk mencapai  target tersebut yakni, selain fokus pada pengembangan farma, INAF juga  fokus pada pengembangan alat kesehatan dan herbal.
Perseroan akan mendorong penjualan alat kesehatan dengan berbagai  mekanisme seperti skema trading melalui anak usaha PT Indofarma Global  Medika, original equipment manufacturer (OEM), hingga Manufaktur.
Nantinya, produk alat kesehatan tersebut akan dipasarkan melalui  kerja sama dengan rumah sakit (RS) baik milik pemerintah, swasta, dan  klinik berupa skema kerjasama operasi (KSO) dalam hal pengadaan alat  kesehatan yang memang padat modal dan teknologi.</content:encoded></item></channel></rss>
