<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realisasi Transfer ke Daerah Capai Rp679,23 Triliun, Lebih Baik Dibandingkan 2021</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa penyaluran transfer ke daerah (TKD) tahun anggaran (TA) 2022 lebih baik dibandingkan dengan TA 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/24/320/2714097/realisasi-transfer-ke-daerah-capai-rp679-23-triliun-lebih-baik-dibandingkan-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/24/320/2714097/realisasi-transfer-ke-daerah-capai-rp679-23-triliun-lebih-baik-dibandingkan-2021"/><item><title>Realisasi Transfer ke Daerah Capai Rp679,23 Triliun, Lebih Baik Dibandingkan 2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/24/320/2714097/realisasi-transfer-ke-daerah-capai-rp679-23-triliun-lebih-baik-dibandingkan-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/24/320/2714097/realisasi-transfer-ke-daerah-capai-rp679-23-triliun-lebih-baik-dibandingkan-2021</guid><pubDate>Kamis 24 November 2022 15:45 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/24/320/2714097/realisasi-transfer-ke-daerah-capai-rp679-23-triliun-lebih-baik-dibandingkan-2021-zQSqZtYcW4.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/24/320/2714097/realisasi-transfer-ke-daerah-capai-rp679-23-triliun-lebih-baik-dibandingkan-2021-zQSqZtYcW4.JPG</image><title>Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahwa penyaluran transfer ke daerah (TKD) tahun anggaran (TA) 2022 lebih baik dibandingkan dengan TA 2021.

&quot;Sebagian besar jenis TKD mengalami kenaikan kinerja penyaluran disebabkan oleh kepatuhan pemerintah daerah (pemda) yang lebih baik,&quot; ujar Sri dalam konferensi pers APBN KITA edisi November 2022 di Jakarta, Kamis (24/11/2022).

Penyaluran TKD hingga 31 Oktober 2022 secara nominal mengalami pertumbuhan sebesar 5,7%, tersalur sebesar Rp679,23 triliun atau 84,4% dari alokasi TKDD 2022 berdasarkan pagu Perpres 98/2022.
Capaian ini, sebut Sri, lebih tinggi dibandingkan TA 2021 sebesar R[642,63 triliun atau 80,7%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Pemulihan Ekonomi RI Terkuat Dibanding Negara Lain, Ini Buktinya
&quot;Penyaluran dana bagi hasil (DBH) lebih tinggi karena KB DBH 2021 telah disalurkan sebesar Rp22,9 triliun, serta DBH reguler TA 2022 telah disalurkan sebesar Rp91,85 triliun, lebih tinggi dibandingkan TA 2021 sebesar Rp53,88 triliun,&quot; ungkap Sri.
Namun, dia mencatat bahwa kinerja penyaluran dana alokasi khusus (DAK) lebih rendah akibat dua hal.

Pertama, penurunan kinerja penyampaian laporan dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebagai syarat penyaluran oleh Pemda tahun ini lebih sedikit, yang tersalur tahap III ke 345 daerah, sementara tahun lalu penyaluran tahap III ke 520 daerah.

Kedua, terdapat sisa dana BOS tahun 2020-2021 sebesar Rp850 miliar di rekening sekolah berdasarkan hasil verifikasi Kemendikbud Ristek.
Penyaluran dana BOS tahap II dan III memperhitungkan sisa dana BOS di rekening sekolah tersebut.

&quot;Penyaluran Dana Insentif Daerah (DID) tahap I sebesar 50% telah disalurkan sepenuhnya, namun nominalnya lebih rendah disebabkan pagu alokasi DID tidak sebesar tahun lalu,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahwa penyaluran transfer ke daerah (TKD) tahun anggaran (TA) 2022 lebih baik dibandingkan dengan TA 2021.

&quot;Sebagian besar jenis TKD mengalami kenaikan kinerja penyaluran disebabkan oleh kepatuhan pemerintah daerah (pemda) yang lebih baik,&quot; ujar Sri dalam konferensi pers APBN KITA edisi November 2022 di Jakarta, Kamis (24/11/2022).

Penyaluran TKD hingga 31 Oktober 2022 secara nominal mengalami pertumbuhan sebesar 5,7%, tersalur sebesar Rp679,23 triliun atau 84,4% dari alokasi TKDD 2022 berdasarkan pagu Perpres 98/2022.
Capaian ini, sebut Sri, lebih tinggi dibandingkan TA 2021 sebesar R[642,63 triliun atau 80,7%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Pemulihan Ekonomi RI Terkuat Dibanding Negara Lain, Ini Buktinya
&quot;Penyaluran dana bagi hasil (DBH) lebih tinggi karena KB DBH 2021 telah disalurkan sebesar Rp22,9 triliun, serta DBH reguler TA 2022 telah disalurkan sebesar Rp91,85 triliun, lebih tinggi dibandingkan TA 2021 sebesar Rp53,88 triliun,&quot; ungkap Sri.
Namun, dia mencatat bahwa kinerja penyaluran dana alokasi khusus (DAK) lebih rendah akibat dua hal.

Pertama, penurunan kinerja penyampaian laporan dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebagai syarat penyaluran oleh Pemda tahun ini lebih sedikit, yang tersalur tahap III ke 345 daerah, sementara tahun lalu penyaluran tahap III ke 520 daerah.

Kedua, terdapat sisa dana BOS tahun 2020-2021 sebesar Rp850 miliar di rekening sekolah berdasarkan hasil verifikasi Kemendikbud Ristek.
Penyaluran dana BOS tahap II dan III memperhitungkan sisa dana BOS di rekening sekolah tersebut.

&quot;Penyaluran Dana Insentif Daerah (DID) tahap I sebesar 50% telah disalurkan sepenuhnya, namun nominalnya lebih rendah disebabkan pagu alokasi DID tidak sebesar tahun lalu,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
