<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konsumsi Rumah Tangga Jadi Mesin Ekonomi RI, Pengusaha Ritel Ekspansi di 2023</title><description>Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyampaikan pada tahun 2023 pelaku usaha ritel siap untuk melakukan ekspansi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/24/320/2714279/konsumsi-rumah-tangga-jadi-mesin-ekonomi-ri-pengusaha-ritel-ekspansi-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/24/320/2714279/konsumsi-rumah-tangga-jadi-mesin-ekonomi-ri-pengusaha-ritel-ekspansi-di-2023"/><item><title>Konsumsi Rumah Tangga Jadi Mesin Ekonomi RI, Pengusaha Ritel Ekspansi di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/24/320/2714279/konsumsi-rumah-tangga-jadi-mesin-ekonomi-ri-pengusaha-ritel-ekspansi-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/24/320/2714279/konsumsi-rumah-tangga-jadi-mesin-ekonomi-ri-pengusaha-ritel-ekspansi-di-2023</guid><pubDate>Kamis 24 November 2022 19:40 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/24/320/2714279/konsumsi-rumah-tangga-jadi-mesin-ekonomi-ri-pengusaha-ritel-ekspansi-di-2023-yZbgdJ0hZ9.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi PDB. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/24/320/2714279/konsumsi-rumah-tangga-jadi-mesin-ekonomi-ri-pengusaha-ritel-ekspansi-di-2023-yZbgdJ0hZ9.JPG</image><title>Ilustrasi PDB. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyampaikan pada tahun 2023 pelaku usaha ritel siap untuk melakukan ekspansi.

&quot;Rencana ekspansi 2023 jelas sudah ada, ketika ada ekspansi maka akan ada konsumen baru diwilayah baru, kemudian potensi baru,&quot; kata Ketua Umum Aprindo Roy N. Mandey dalam konferensi pers virtual, Kamis (24/11/2022).

Menurut Roy, ekspansi tersebut masih belum bisa memulihkan keadaan seperti yang terjadi sebelum pandemi.

Namun untuk pembukaan ritel baru dikatakan setidaknya bisa lebih baik dibandingkan saat pandemi Covid-19.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Jokowi Sebut Industri Ritel Turun Bukan Hanya karena Pandemi tapi...
Dia menjelaskan, pada saat pandemi Covid-19 pembukaan ritel baru setidaknya terkoreksi 40 - 50%.

Misal untuk pembukaan mini market, yang sebelum pandemi dalam sehari bisa membuka 6-7 toko sehari, saat pandemi hanya terbuka 2-3 toko baru saja.
Demikian hal untuk super market maupun hyper market yang juga terkoreksi saat adanya pembatasan mobilitas akibat pandemi Covid-19 selama 2 tahun mewabah.

&quot;Kalau 2023 kita melihat optimisme, bahwa ketika inflasi terjaga, kemudian menuju endemi, itu mungkin bisa diatas masa pandemi, pada tahun 2023 memang beluk recovery, belum balik lagi hingga 6 toko sehari, bisa 4-5 toko sehari,&quot; pungkasnya.

Dia optimis untuk melakukan ekspansi itu datang dari komposisi penghitungan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih disumbangkan oleh konsumsi masyarakat.

&quot;Pertumbuhan ekonomi kita Kuartal III 5,72% meningkat (dari kuartal II), dan 50,38% konsumsi rumah mengkontribusikan PDB Indonesia, pengeluaran pemerintah, ekpor, dan impor, tidak lebih dominan untuk berkontribusi Pertumbuhan Ekonomi kita,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyampaikan pada tahun 2023 pelaku usaha ritel siap untuk melakukan ekspansi.

&quot;Rencana ekspansi 2023 jelas sudah ada, ketika ada ekspansi maka akan ada konsumen baru diwilayah baru, kemudian potensi baru,&quot; kata Ketua Umum Aprindo Roy N. Mandey dalam konferensi pers virtual, Kamis (24/11/2022).

Menurut Roy, ekspansi tersebut masih belum bisa memulihkan keadaan seperti yang terjadi sebelum pandemi.

Namun untuk pembukaan ritel baru dikatakan setidaknya bisa lebih baik dibandingkan saat pandemi Covid-19.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Jokowi Sebut Industri Ritel Turun Bukan Hanya karena Pandemi tapi...
Dia menjelaskan, pada saat pandemi Covid-19 pembukaan ritel baru setidaknya terkoreksi 40 - 50%.

Misal untuk pembukaan mini market, yang sebelum pandemi dalam sehari bisa membuka 6-7 toko sehari, saat pandemi hanya terbuka 2-3 toko baru saja.
Demikian hal untuk super market maupun hyper market yang juga terkoreksi saat adanya pembatasan mobilitas akibat pandemi Covid-19 selama 2 tahun mewabah.

&quot;Kalau 2023 kita melihat optimisme, bahwa ketika inflasi terjaga, kemudian menuju endemi, itu mungkin bisa diatas masa pandemi, pada tahun 2023 memang beluk recovery, belum balik lagi hingga 6 toko sehari, bisa 4-5 toko sehari,&quot; pungkasnya.

Dia optimis untuk melakukan ekspansi itu datang dari komposisi penghitungan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih disumbangkan oleh konsumsi masyarakat.

&quot;Pertumbuhan ekonomi kita Kuartal III 5,72% meningkat (dari kuartal II), dan 50,38% konsumsi rumah mengkontribusikan PDB Indonesia, pengeluaran pemerintah, ekpor, dan impor, tidak lebih dominan untuk berkontribusi Pertumbuhan Ekonomi kita,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
