<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wika Gedung (WEGE) Bidik Kontrak Baru Rp8,4 Triliun pada 2023</title><description>PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menargetkan kontrak baru tumbuh sebesar 20% atau sekitar Rp8,4 triliun pada 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/25/278/2714632/wika-gedung-wege-bidik-kontrak-baru-rp8-4-triliun-pada-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/25/278/2714632/wika-gedung-wege-bidik-kontrak-baru-rp8-4-triliun-pada-2023"/><item><title>Wika Gedung (WEGE) Bidik Kontrak Baru Rp8,4 Triliun pada 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/25/278/2714632/wika-gedung-wege-bidik-kontrak-baru-rp8-4-triliun-pada-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/25/278/2714632/wika-gedung-wege-bidik-kontrak-baru-rp8-4-triliun-pada-2023</guid><pubDate>Jum'at 25 November 2022 12:35 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/25/278/2714632/wika-gedung-wege-bidik-kontrak-baru-rp8-4-triliun-pada-2023-lShaeTcqWZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wika Gedung incar kontrak baru Rp8,4 triliun (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/25/278/2714632/wika-gedung-wege-bidik-kontrak-baru-rp8-4-triliun-pada-2023-lShaeTcqWZ.jpg</image><title>Wika Gedung incar kontrak baru Rp8,4 triliun (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menargetkan kontrak baru tumbuh sebesar 20% atau sekitar Rp8,4 triliun pada 2023. Tahun ini, total kontrak yang ditargetkan perseroan pada tahun ini sebesar Rp7,1 triliun.
Direktur Utama WIKA Gedung Hadian Pramudita mengatakan, target pertumbuhan kontrak pada tahun depan itu didasarkan atas perolehan kontrak perseroan sampai Oktober tahun ini yang mengalami kenaikan sebesar 40%. Selain itu, perseroan juga mempertimbangkan adanya pemilihan umum (Pemilu) pada 2024, sehingga pada 2023 pertumbuhan kontrak berada di kisaran 20%.
BACA JUGA:Pendapatan WIKA Gedung (WEGE) Turun 31,5% Jadi Rp1,67 Triliun

&amp;rdquo;Jadi, ya, sekitar Rp8,4 triliun kurang lebih dibandingkan tahun ini,&quot; ujarnya di Jakarta.
Perseroan bakal fokus mengincar proyek-proyek perbankan, rumah sakit, infrastruktur pariwisata, dan terakhir proyek data center. Di samping itu, sambung Hadian, perseroan juga berpartisipasi pada proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan berhasil memenangkan proyek rumah pekerja yang terdiri dari 22 tower dengan masing-masing empat lantai dan 17 ribu bath.
BACA JUGA:Omzet Turun, Laba WIKA Gedung (WEGE) Jadi Rp91,98 Miliar di Kuartal III-2022

Keberhasilan perseroan mengantongi proyek senilai Rp419 miliar itu tidak lepas dari inovasi teknologi modular yang dikembangkan Wika Gedung selama beberapa tahun terakhir. Di luar itu, perseroan juga tengah mengikuti tender proyek lain di IKN yang rencananya bakal diumumkan dalam dua sampai tiga pekan ke depan. Termasuk membidik proyek perkantoran dan perumahan atau hunian Aparatur Sipil Negara (ASN), serta proyek IKN yang dibangun investor swasta.
Sampai Oktober 2022, perseroan telah membukukan kontrak baru sebesar Rp4,2 triliun dari total kontrak yang diincar sebesar Rp7,1 triliun. Yulianto optimistis, WEGE akan menutup 2022 dengan perolehan kontrak sesuai target yang telah ditetapkan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Insyaallah optimistis. Karena secara data kita sudah punya Rp7,1  triliun dan sedang berproses. Bahkan sekitar Rp1 triliun kita menunggu  pengumuman dan sekitar Rp1,5 triliun diproses tahun ini secara jadwal.  Jadi, kami yakin untuk pencapaian sekitar Rp7,1 triliun bisa dicapai  dengan baik,&quot; ucap Yulianto.
Kemudian dalam upaya memaksimalkan perolehan kontrak di IKN, Direktur  QHSE dan Pemasaran Wika Gedung Yulianto menambahkan, perseroan telah  menyiapkan champion-champion yang menjadi keunggulan perseroan seperti  dari sisi kualitas, kecepatan, dan pengelolaan sumber daya yang akan  lebih simple salah satunya melalui teknologi modular.
Yulianto melanjutkan, perseroan juga memiliki pracetak dan sistem  konvensional yang bisa memenuhi target pemerintah terutama dari sisi  waktu dan kualitas. Didukung lagi, WEGE juga mempunyai posisi keuangan  yang solid sehingga siap menerima banyak pekerjaan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menargetkan kontrak baru tumbuh sebesar 20% atau sekitar Rp8,4 triliun pada 2023. Tahun ini, total kontrak yang ditargetkan perseroan pada tahun ini sebesar Rp7,1 triliun.
Direktur Utama WIKA Gedung Hadian Pramudita mengatakan, target pertumbuhan kontrak pada tahun depan itu didasarkan atas perolehan kontrak perseroan sampai Oktober tahun ini yang mengalami kenaikan sebesar 40%. Selain itu, perseroan juga mempertimbangkan adanya pemilihan umum (Pemilu) pada 2024, sehingga pada 2023 pertumbuhan kontrak berada di kisaran 20%.
BACA JUGA:Pendapatan WIKA Gedung (WEGE) Turun 31,5% Jadi Rp1,67 Triliun

&amp;rdquo;Jadi, ya, sekitar Rp8,4 triliun kurang lebih dibandingkan tahun ini,&quot; ujarnya di Jakarta.
Perseroan bakal fokus mengincar proyek-proyek perbankan, rumah sakit, infrastruktur pariwisata, dan terakhir proyek data center. Di samping itu, sambung Hadian, perseroan juga berpartisipasi pada proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan berhasil memenangkan proyek rumah pekerja yang terdiri dari 22 tower dengan masing-masing empat lantai dan 17 ribu bath.
BACA JUGA:Omzet Turun, Laba WIKA Gedung (WEGE) Jadi Rp91,98 Miliar di Kuartal III-2022

Keberhasilan perseroan mengantongi proyek senilai Rp419 miliar itu tidak lepas dari inovasi teknologi modular yang dikembangkan Wika Gedung selama beberapa tahun terakhir. Di luar itu, perseroan juga tengah mengikuti tender proyek lain di IKN yang rencananya bakal diumumkan dalam dua sampai tiga pekan ke depan. Termasuk membidik proyek perkantoran dan perumahan atau hunian Aparatur Sipil Negara (ASN), serta proyek IKN yang dibangun investor swasta.
Sampai Oktober 2022, perseroan telah membukukan kontrak baru sebesar Rp4,2 triliun dari total kontrak yang diincar sebesar Rp7,1 triliun. Yulianto optimistis, WEGE akan menutup 2022 dengan perolehan kontrak sesuai target yang telah ditetapkan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Insyaallah optimistis. Karena secara data kita sudah punya Rp7,1  triliun dan sedang berproses. Bahkan sekitar Rp1 triliun kita menunggu  pengumuman dan sekitar Rp1,5 triliun diproses tahun ini secara jadwal.  Jadi, kami yakin untuk pencapaian sekitar Rp7,1 triliun bisa dicapai  dengan baik,&quot; ucap Yulianto.
Kemudian dalam upaya memaksimalkan perolehan kontrak di IKN, Direktur  QHSE dan Pemasaran Wika Gedung Yulianto menambahkan, perseroan telah  menyiapkan champion-champion yang menjadi keunggulan perseroan seperti  dari sisi kualitas, kecepatan, dan pengelolaan sumber daya yang akan  lebih simple salah satunya melalui teknologi modular.
Yulianto melanjutkan, perseroan juga memiliki pracetak dan sistem  konvensional yang bisa memenuhi target pemerintah terutama dari sisi  waktu dan kualitas. Didukung lagi, WEGE juga mempunyai posisi keuangan  yang solid sehingga siap menerima banyak pekerjaan.</content:encoded></item></channel></rss>
