<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Upaya Industri Nikel Kejar Target Net Zero Emission</title><description>Pemerintah berkomitmen mencapai Net Zero Emission (NZE) atau nol emisi karbon pada 2060.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/25/320/2714663/upaya-industri-nikel-kejar-target-net-zero-emission</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/25/320/2714663/upaya-industri-nikel-kejar-target-net-zero-emission"/><item><title>Upaya Industri Nikel Kejar Target Net Zero Emission</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/25/320/2714663/upaya-industri-nikel-kejar-target-net-zero-emission</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/25/320/2714663/upaya-industri-nikel-kejar-target-net-zero-emission</guid><pubDate>Jum'at 25 November 2022 13:20 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/25/320/2714663/upaya-industri-nikel-kejar-target-net-zero-emission-s2kgdbqmxk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Upaya industri nikel kejar target NZE (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/25/320/2714663/upaya-industri-nikel-kejar-target-net-zero-emission-s2kgdbqmxk.jpg</image><title>Upaya industri nikel kejar target NZE (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah berkomitmen mencapai Net Zero Emission (NZE) atau nol emisi karbon pada 2060. Komitmen NZE masuk dalam prioritas Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Bali pekan lalu.
Indonesia juga telah menetapkan target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, sejalan dengan Paris Agreement yang disepakati secara global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan untuk mencapai NZE pada tahun 2060, pemerintah telah membuat roadmap transisi energi yang dibagi menjadi setiap lima tahun.
BACA JUGA:RI Kalah Kasus Gugatan Ekspor Nikel di WTO, Menteri ESDM: Kita Banding

&quot;Kita merencanakan per lima tahun, mencanangkan target berapa juta ton emisi yang harus kita kurangi, dan hal apa saja yang harus dilakukan dalam kurun waktu lima tahun,&quot; kata Arifin dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (25/11/2022).
Untuk mencapai hal tersebut bukanlah hal yang mudah karena proses transisi energi memerlukan pendanaan yang sangat besar, tak kurang dari USD131 triliun secara global. Selain itu akses teknologi yang masih terbatas juga menjadi kendala dalam transisi energi. Karena itu transisi energi perlu dukungan dan kolaborasi dari banyak pihak, salah satunya adalah kolaborasi dengan komunitas bisnis.
BACA JUGA:Bahlil Usul Organisasi Negara Penghasil Nikel, Apa Kata Menteri ESDM?

&quot;Kolaborasi yang bisa dilakukan oleh entitas bisnis bisa berupa ikut mengembangkan teknologi yang berbasis rendah karbon atau yang lebih hijau,&quot; ujar Arifin.
Untuk diketahui, dalam roadmap transisi energi target pengurangan emisi hingga tahun 2025 yaitu sebesar 231,2 juta ton CO2, sedangkan di tahun 2030 pemerintah menargetkan pengurangan emisi CO2 mencapai 327,9 juta ton.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMy80LzE1NzQyOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sejalan dengan itu, salah satu perusahaan smelter nikel Harita  Nickel, PT Megah Surya Pertiwi (PT MSP) menyatakan kesiapannya dalam  mendukung transisi energi serta target NZE yang ditetapkan pemerintah.  Head of HSE &amp;amp; Sustainability Harita Nickel Tonny Gultom menjelaskan  bahwa program penghematan energi sudah dilakukan sejak tahun 2017.
Salah satunya adalah penghematan penggunaan kertas, air dan listrik,  serta menggantikan jenis oli yang digunakan untuk unit bergerak dari  jangka pendek ke jangka waktu pemakaian yang lebih lama.
&quot;Kami melakukan kampanye hemat energi ke masing-masing departemen  dengan hal-hal yang sederhana, seperti menggunakan kertas dua sisi,  mematikan AC, komputer dan lampu ketika sudah tidak digunakan. Kami juga  kampanye penggunaan air seperlunya bahkan memanfaatkan kembali air  buangan dari pabrik dan pembangkit listrik untuk proses granulisasi slag  dan penyiraman jalan,&quot; kata Tonny.
Lebih lanjut, Head of Technical Support Department PT MSP Willy K  Dewadi menambahkan, PT MSP sedang melakukan uji coba pemanfaatan limbah  domestik berupa minyak jelantah dalam aplikasi teknologi pirometalurgi  Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF).
&quot;Kami manfaatkan minyak jelantah sebagai substitusi bahan bakar  batubara pada salah satu lini dry kiln kami. Pilot project ini  menggunakan 800 liter atau 4 drum minyak jelantah per minggu yang  berhasil menurunkan konsumsi batu bara sebanyak 20% dari biasanya,&quot; ujar  Willy.
&amp;ldquo;Jika percobaan ini berhasil dan berdampak baik terhadap instalasi,  tidak menutup kemungkinan akan kita aplikasikan di setiap line,&amp;rdquo;  tambahnya.
Selain beberapa upaya tersebut, PT MSP juga melakukan penghijauan di  seluruh area perusahaan dengan membuat jalur hijau di sepanjang jalan  dan taman-taman di area pabrik dan living quarter.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah berkomitmen mencapai Net Zero Emission (NZE) atau nol emisi karbon pada 2060. Komitmen NZE masuk dalam prioritas Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Bali pekan lalu.
Indonesia juga telah menetapkan target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, sejalan dengan Paris Agreement yang disepakati secara global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan untuk mencapai NZE pada tahun 2060, pemerintah telah membuat roadmap transisi energi yang dibagi menjadi setiap lima tahun.
BACA JUGA:RI Kalah Kasus Gugatan Ekspor Nikel di WTO, Menteri ESDM: Kita Banding

&quot;Kita merencanakan per lima tahun, mencanangkan target berapa juta ton emisi yang harus kita kurangi, dan hal apa saja yang harus dilakukan dalam kurun waktu lima tahun,&quot; kata Arifin dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (25/11/2022).
Untuk mencapai hal tersebut bukanlah hal yang mudah karena proses transisi energi memerlukan pendanaan yang sangat besar, tak kurang dari USD131 triliun secara global. Selain itu akses teknologi yang masih terbatas juga menjadi kendala dalam transisi energi. Karena itu transisi energi perlu dukungan dan kolaborasi dari banyak pihak, salah satunya adalah kolaborasi dengan komunitas bisnis.
BACA JUGA:Bahlil Usul Organisasi Negara Penghasil Nikel, Apa Kata Menteri ESDM?

&quot;Kolaborasi yang bisa dilakukan oleh entitas bisnis bisa berupa ikut mengembangkan teknologi yang berbasis rendah karbon atau yang lebih hijau,&quot; ujar Arifin.
Untuk diketahui, dalam roadmap transisi energi target pengurangan emisi hingga tahun 2025 yaitu sebesar 231,2 juta ton CO2, sedangkan di tahun 2030 pemerintah menargetkan pengurangan emisi CO2 mencapai 327,9 juta ton.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMy80LzE1NzQyOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sejalan dengan itu, salah satu perusahaan smelter nikel Harita  Nickel, PT Megah Surya Pertiwi (PT MSP) menyatakan kesiapannya dalam  mendukung transisi energi serta target NZE yang ditetapkan pemerintah.  Head of HSE &amp;amp; Sustainability Harita Nickel Tonny Gultom menjelaskan  bahwa program penghematan energi sudah dilakukan sejak tahun 2017.
Salah satunya adalah penghematan penggunaan kertas, air dan listrik,  serta menggantikan jenis oli yang digunakan untuk unit bergerak dari  jangka pendek ke jangka waktu pemakaian yang lebih lama.
&quot;Kami melakukan kampanye hemat energi ke masing-masing departemen  dengan hal-hal yang sederhana, seperti menggunakan kertas dua sisi,  mematikan AC, komputer dan lampu ketika sudah tidak digunakan. Kami juga  kampanye penggunaan air seperlunya bahkan memanfaatkan kembali air  buangan dari pabrik dan pembangkit listrik untuk proses granulisasi slag  dan penyiraman jalan,&quot; kata Tonny.
Lebih lanjut, Head of Technical Support Department PT MSP Willy K  Dewadi menambahkan, PT MSP sedang melakukan uji coba pemanfaatan limbah  domestik berupa minyak jelantah dalam aplikasi teknologi pirometalurgi  Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF).
&quot;Kami manfaatkan minyak jelantah sebagai substitusi bahan bakar  batubara pada salah satu lini dry kiln kami. Pilot project ini  menggunakan 800 liter atau 4 drum minyak jelantah per minggu yang  berhasil menurunkan konsumsi batu bara sebanyak 20% dari biasanya,&quot; ujar  Willy.
&amp;ldquo;Jika percobaan ini berhasil dan berdampak baik terhadap instalasi,  tidak menutup kemungkinan akan kita aplikasikan di setiap line,&amp;rdquo;  tambahnya.
Selain beberapa upaya tersebut, PT MSP juga melakukan penghijauan di  seluruh area perusahaan dengan membuat jalur hijau di sepanjang jalan  dan taman-taman di area pabrik dan living quarter.</content:encoded></item></channel></rss>
