<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Dia Sosok Pemilik Berenergi Krating Daeng</title><description>Ini dia sosok pemilik minuman berenergi Krating Daeng</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/26/455/2715066/ini-dia-sosok-pemilik-berenergi-krating-daeng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/26/455/2715066/ini-dia-sosok-pemilik-berenergi-krating-daeng"/><item><title>Ini Dia Sosok Pemilik Berenergi Krating Daeng</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/26/455/2715066/ini-dia-sosok-pemilik-berenergi-krating-daeng</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/26/455/2715066/ini-dia-sosok-pemilik-berenergi-krating-daeng</guid><pubDate>Sabtu 26 November 2022 07:36 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/25/455/2715066/ini-dia-sosok-pemilik-berenergi-krating-daeng-k8Q6fqmoBm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Pixabay)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/25/455/2715066/ini-dia-sosok-pemilik-berenergi-krating-daeng-k8Q6fqmoBm.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Pixabay)</title></images><description>JAKARTA- Ini dia sosok pemilik minuman berenergi Krating Daeng atau Red Bull menarik dibahas. Minuman berenergi ini merupakan produk asal Thailand.&amp;nbsp;
BACA JUGA:Pengusaha Ritel Siap Keruk Cuan di IKN Nusantara
Ini dia sosok pemilik minuman berenergi Krating daeng atau Red Bull  bernama Chaleo Yoovidhya. Dia ini mendirikan Red Bull pada 1987 lalu di Thailand dan sudah menjual produk itu terbanyak. Tercatat, 9,8 miliar kaleng terjual di seluruh dunia pada tahun 2021.
Sayangnya Yoovidhya wafat pada 2012 dan  Chalerm Yoovidhya mewarisi bisnis yang dirintis ayahnya sejak 1975, yakni Red Bull alias Krating Daeng
Krating Daeng kemudian menjadi minuman murah yang dipasarkan di daerah Asia. Hal ini berawal saat Chaleo beruntung bertemu dengan sales asal Austria, Dietrich Mateschitz pada 1987, saat Mateschitz mengalami jet lag dalam perjalanan bisnisnya.Mereka meracik kembali resep minumannya dengan menyesuaikan selera global. Dengan hasil kerja kerasnya, minuman itu memiliki pendapatan bersih Red Bull naik 10% pada 2019 menjadi 818 juta euro atau US$971 juta. Bisnisnya makin moncer, ditambah dari kontribusi anak usahanya. Total pembayaran kepada kedua pemilik ditaksir sekitar 554 juta euro.
Pada tahun lalu, pembayaran tahunan kepada pemilik minuman yang sering kali menjadi sponsor olahraga ekstrem ini mencapai lebih dari USD500 juta setelah penjualan dan profit produknya meroket.
Sebagai informasi, Krating Daeng diresepkan dengan kandungan air, gula tebu, kafein, taurin, inositol, dan juga vitamin B.
Krating Daeng pertama kali diperkenalkan pada 1976 sebagai sebuah minuman penyegar bagi para pekerja. Namun, pada saat itu minuman tersebut kurang populer karena memfokuskan pemasaran di area pedesaan.
(RIN)
&amp;nbsp;
</description><content:encoded>JAKARTA- Ini dia sosok pemilik minuman berenergi Krating Daeng atau Red Bull menarik dibahas. Minuman berenergi ini merupakan produk asal Thailand.&amp;nbsp;
BACA JUGA:Pengusaha Ritel Siap Keruk Cuan di IKN Nusantara
Ini dia sosok pemilik minuman berenergi Krating daeng atau Red Bull  bernama Chaleo Yoovidhya. Dia ini mendirikan Red Bull pada 1987 lalu di Thailand dan sudah menjual produk itu terbanyak. Tercatat, 9,8 miliar kaleng terjual di seluruh dunia pada tahun 2021.
Sayangnya Yoovidhya wafat pada 2012 dan  Chalerm Yoovidhya mewarisi bisnis yang dirintis ayahnya sejak 1975, yakni Red Bull alias Krating Daeng
Krating Daeng kemudian menjadi minuman murah yang dipasarkan di daerah Asia. Hal ini berawal saat Chaleo beruntung bertemu dengan sales asal Austria, Dietrich Mateschitz pada 1987, saat Mateschitz mengalami jet lag dalam perjalanan bisnisnya.Mereka meracik kembali resep minumannya dengan menyesuaikan selera global. Dengan hasil kerja kerasnya, minuman itu memiliki pendapatan bersih Red Bull naik 10% pada 2019 menjadi 818 juta euro atau US$971 juta. Bisnisnya makin moncer, ditambah dari kontribusi anak usahanya. Total pembayaran kepada kedua pemilik ditaksir sekitar 554 juta euro.
Pada tahun lalu, pembayaran tahunan kepada pemilik minuman yang sering kali menjadi sponsor olahraga ekstrem ini mencapai lebih dari USD500 juta setelah penjualan dan profit produknya meroket.
Sebagai informasi, Krating Daeng diresepkan dengan kandungan air, gula tebu, kafein, taurin, inositol, dan juga vitamin B.
Krating Daeng pertama kali diperkenalkan pada 1976 sebagai sebuah minuman penyegar bagi para pekerja. Namun, pada saat itu minuman tersebut kurang populer karena memfokuskan pemasaran di area pedesaan.
(RIN)
&amp;nbsp;
</content:encoded></item></channel></rss>
