<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjualan Online Black Friday Cetak Rekor Rp140,4 Triliun</title><description>Penjualan online Black Friday di AS mencetak rekor hingga USD9 miliar atau setara Rp140,4 triliun (kurs Rp15.600).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/28/320/2715974/penjualan-online-black-friday-cetak-rekor-rp140-4-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/28/320/2715974/penjualan-online-black-friday-cetak-rekor-rp140-4-triliun"/><item><title>Penjualan Online Black Friday Cetak Rekor Rp140,4 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/28/320/2715974/penjualan-online-black-friday-cetak-rekor-rp140-4-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/28/320/2715974/penjualan-online-black-friday-cetak-rekor-rp140-4-triliun</guid><pubDate>Senin 28 November 2022 08:17 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/28/320/2715974/penjualan-online-black-friday-cetak-rekor-rp140-4-triliun-sNk7aXetsz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjualan online Black Friday (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/28/320/2715974/penjualan-online-black-friday-cetak-rekor-rp140-4-triliun-sNk7aXetsz.jpg</image><title>Penjualan online Black Friday (Foto: AP)</title></images><description>JAKARTA - Penjualan online Black Friday di AS mencetak rekor hingga USD9 miliar atau setara Rp140,4 triliun (kurs Rp15.600). Laporan menunjukkan bahwa tingkat belanja konsumen Amerika secara online pada Black Friday tahun ini memecahkan rekor.
Untuk diketahui, Black Friday merupakan istilah untuk hari Jumat setelah hari libur thanksgiving di mana peritel memberikan diskon besar-besaran.
BACA JUGA:Black Friday, Masyarakat Kembali ke Toko Dibanding Belanja Online

Melansir VOA, Senin (28/11/2022), meskipun inflasi tinggi, konsumen memanfaatkan diskon besar-besaran pasca Thanksgiving untuk membeli apa saja mulai dari ponsel pintar hingga mainan.
Laporan dari Adobe Analytics, yang mengukur e-commerce dengan menganalisis transaksi di situs web, mengatakan belanja online naik 2,3% pada Black Friday, karena konsumen menunggu diskon pada Black Friday, meskipun diskon telah dimulai pada awal Oktober.
BACA JUGA:Kisah Black Friday Tahun Ini Redup karena Tingginya Inflasi

Adobe Analytics memperkirakan penjualan Black Friday akan naik 1%. Adobe memperkirakan Cyber Monday tahun ini, belanja online pada Senin setelah Thanksgiving, akan kembali menjadi hari belanja online terbesar, dengan pengeluaran USD11,2 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8xNi80LzE1MjAyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Konsumen diperkirakan berduyun-duyun ke toko dalam jumlah rekor tahun  ini, tetapi Jumat pagi (25/11) jumlah konsumen di dalam toko lebih  sedikit dari biasanya karena hujan turun secara sporadis di beberapa  bagian Amerika.
Orang-orang Amerika menggunakan ponsel pintar mereka untuk  berbelanja. Data dari Adobe menunjukkan bahwa 48% belanja digital pada  Black Friday dilakukan melalui ponsel.</description><content:encoded>JAKARTA - Penjualan online Black Friday di AS mencetak rekor hingga USD9 miliar atau setara Rp140,4 triliun (kurs Rp15.600). Laporan menunjukkan bahwa tingkat belanja konsumen Amerika secara online pada Black Friday tahun ini memecahkan rekor.
Untuk diketahui, Black Friday merupakan istilah untuk hari Jumat setelah hari libur thanksgiving di mana peritel memberikan diskon besar-besaran.
BACA JUGA:Black Friday, Masyarakat Kembali ke Toko Dibanding Belanja Online

Melansir VOA, Senin (28/11/2022), meskipun inflasi tinggi, konsumen memanfaatkan diskon besar-besaran pasca Thanksgiving untuk membeli apa saja mulai dari ponsel pintar hingga mainan.
Laporan dari Adobe Analytics, yang mengukur e-commerce dengan menganalisis transaksi di situs web, mengatakan belanja online naik 2,3% pada Black Friday, karena konsumen menunggu diskon pada Black Friday, meskipun diskon telah dimulai pada awal Oktober.
BACA JUGA:Kisah Black Friday Tahun Ini Redup karena Tingginya Inflasi

Adobe Analytics memperkirakan penjualan Black Friday akan naik 1%. Adobe memperkirakan Cyber Monday tahun ini, belanja online pada Senin setelah Thanksgiving, akan kembali menjadi hari belanja online terbesar, dengan pengeluaran USD11,2 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8xNi80LzE1MjAyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Konsumen diperkirakan berduyun-duyun ke toko dalam jumlah rekor tahun  ini, tetapi Jumat pagi (25/11) jumlah konsumen di dalam toko lebih  sedikit dari biasanya karena hujan turun secara sporadis di beberapa  bagian Amerika.
Orang-orang Amerika menggunakan ponsel pintar mereka untuk  berbelanja. Data dari Adobe menunjukkan bahwa 48% belanja digital pada  Black Friday dilakukan melalui ponsel.</content:encoded></item></channel></rss>
