<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Dia Desain Rupiah Digital</title><description>BI) telah menerbitkan desain (high level design) pengembangan Digital Rupiah yang terangkum dalam White Paper (WP).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/30/320/2717832/ini-dia-desain-rupiah-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/30/320/2717832/ini-dia-desain-rupiah-digital"/><item><title>Ini Dia Desain Rupiah Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/30/320/2717832/ini-dia-desain-rupiah-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/30/320/2717832/ini-dia-desain-rupiah-digital</guid><pubDate>Rabu 30 November 2022 14:25 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/30/320/2717832/ini-dia-desain-rupiah-digital-NwfS4Thj62.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/30/320/2717832/ini-dia-desain-rupiah-digital-NwfS4Thj62.jpg</image><title>Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah menerbitkan desain (high level design) pengembangan Digital Rupiah yang terangkum dalam White Paper (WP) White Paper ini menguraikan rumusan CBDC bagi Indonesia dengan mempertimbangkan asas manfaat dan risiko.
&quot;Penerbitan WP ini merupakan langkah awal Proyek Garuda, yaitu proyek yang memayungi berbagai inisiatif eksplorasi atas berbagai pilihan desain arsitektur Digital Rupiah,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Rabu (30/11/2022).
BACA JUGA:Indonesia Punya Rupiah Digital, Diberi Nama Proyek Garuda

Key driver pengembangan Digital Rupiah adalah yang pertama, menegaskan fungsi BI sebagai otoritas tunggal dalam menerbitkan mata uang termasuk mata uang digital (sovereignty Digital Rupiah), kedua, memperkuat peran BI di kancah internasional, dan ketiga, mengakselerasi integrasi EKD secara nasional.
&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8zMC8xLzE1Nzg1OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pada momen peluncuran tersebut, Perry menyoroti Digital Rupiah sebagai salah satu dari kebijakan sistem pembayaran untuk akselerasi digitalisasi.
BACA JUGA:Menko Luhut Tak Khawatir jika Rupiah Melemah ke Rp16.000/USD

&amp;ldquo;Digital Rupiah akan diimplementasikan secara bertahap, dimulai dari wholesale CBDC untuk penerbitan, pemusnahan dan transfer antar bank. Kemudian diperluas dengan model bisnis operasi moneter dan pasar uang, dan akhirnya pada  integrasi wholesale Digital Rupiah dengan ritel Digital Rupiah secara end to end,&quot; tutur Perry.Penerbitan WP ini diharapkan menjadi katalisator pengembangan desain CBDC ke depan, agar penerapan dapat sesuai konteks dan karakteristik kebijakan. BI meyakini manfaat CBDC mampu menjaga kedaulatan Rupiah di era digital, termasuk mendukung integrasi ekonomi dan keuangan digital serta membuka peluang inklusi keuangan yang lebih merata dan berkelanjutan.
&quot;Pengembangan CBDC sendiri memerlukan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk kerja sama dengan bank sentral lain dan lembaga internasional. Perkembangan mata uang digital bank sentral di masa depan bukanlah pilihan, melainkan keniscayaan. Bank sentral masih perlu melakukan eksplorasi dan uji coba untuk mengantisipasi perkembangan mata uang digital di masa depan,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah menerbitkan desain (high level design) pengembangan Digital Rupiah yang terangkum dalam White Paper (WP) White Paper ini menguraikan rumusan CBDC bagi Indonesia dengan mempertimbangkan asas manfaat dan risiko.
&quot;Penerbitan WP ini merupakan langkah awal Proyek Garuda, yaitu proyek yang memayungi berbagai inisiatif eksplorasi atas berbagai pilihan desain arsitektur Digital Rupiah,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Rabu (30/11/2022).
BACA JUGA:Indonesia Punya Rupiah Digital, Diberi Nama Proyek Garuda

Key driver pengembangan Digital Rupiah adalah yang pertama, menegaskan fungsi BI sebagai otoritas tunggal dalam menerbitkan mata uang termasuk mata uang digital (sovereignty Digital Rupiah), kedua, memperkuat peran BI di kancah internasional, dan ketiga, mengakselerasi integrasi EKD secara nasional.
&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8zMC8xLzE1Nzg1OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pada momen peluncuran tersebut, Perry menyoroti Digital Rupiah sebagai salah satu dari kebijakan sistem pembayaran untuk akselerasi digitalisasi.
BACA JUGA:Menko Luhut Tak Khawatir jika Rupiah Melemah ke Rp16.000/USD

&amp;ldquo;Digital Rupiah akan diimplementasikan secara bertahap, dimulai dari wholesale CBDC untuk penerbitan, pemusnahan dan transfer antar bank. Kemudian diperluas dengan model bisnis operasi moneter dan pasar uang, dan akhirnya pada  integrasi wholesale Digital Rupiah dengan ritel Digital Rupiah secara end to end,&quot; tutur Perry.Penerbitan WP ini diharapkan menjadi katalisator pengembangan desain CBDC ke depan, agar penerapan dapat sesuai konteks dan karakteristik kebijakan. BI meyakini manfaat CBDC mampu menjaga kedaulatan Rupiah di era digital, termasuk mendukung integrasi ekonomi dan keuangan digital serta membuka peluang inklusi keuangan yang lebih merata dan berkelanjutan.
&quot;Pengembangan CBDC sendiri memerlukan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk kerja sama dengan bank sentral lain dan lembaga internasional. Perkembangan mata uang digital bank sentral di masa depan bukanlah pilihan, melainkan keniscayaan. Bank sentral masih perlu melakukan eksplorasi dan uji coba untuk mengantisipasi perkembangan mata uang digital di masa depan,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
