<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi RI 5,42% pada November 2022, BPS: Lebih Rendah Dibanding Negara G20</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi Indonesia di bulan November 2022 sebesar 5,42% year-on-year (yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/01/320/2718397/inflasi-ri-5-42-pada-november-2022-bps-lebih-rendah-dibanding-negara-g20</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/01/320/2718397/inflasi-ri-5-42-pada-november-2022-bps-lebih-rendah-dibanding-negara-g20"/><item><title>Inflasi RI 5,42% pada November 2022, BPS: Lebih Rendah Dibanding Negara G20</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/01/320/2718397/inflasi-ri-5-42-pada-november-2022-bps-lebih-rendah-dibanding-negara-g20</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/01/320/2718397/inflasi-ri-5-42-pada-november-2022-bps-lebih-rendah-dibanding-negara-g20</guid><pubDate>Kamis 01 Desember 2022 11:11 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/01/320/2718397/inflasi-ri-5-42-pada-november-2022-bps-lebih-rendah-dibanding-negara-g20-SToP7f7nFt.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi inflasi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/01/320/2718397/inflasi-ri-5-42-pada-november-2022-bps-lebih-rendah-dibanding-negara-g20-SToP7f7nFt.JPG</image><title>Ilustrasi inflasi (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi Indonesia di bulan November 2022 sebesar 5,42% year-on-year (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,85.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan bahwa inflasi Indonesia pada dasarnya lebih rendah dibandingkan negara-negara G20.

&quot;Angka inflasi Indonesia lebih rendah dibandingkan sejumlah negara anggota G20,&quot; ujar Setianto dalam rilis resmi BPS di Jakarta, Kamis (1/12/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:BPS: Angka Pengangguran akibat Covid-19 Menurun
Dia menyebut Amerika Serikat (AS) yang mengalami inflasi 7,75%, dan untuk inflasi bahan makanannya sebesar 12,44% serta inflasi energinya sebesar 17,63%.

Kemudian negara lain seperti Turki mengalami inflasi sebesar 85,51%, dimana inflasi untuk bahan makanannya untuk Turki sebesar 99,0% dan inflasi energinya 137,1%.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMi80LzE1NzM4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Di Inggris mengalami inflasi sebesar 8,8%, dan untuk inflasi bahan makanannya sebesar 14,6% dan inflasi energinya 49,4%,&quot; ungkap Setianto.

Sementara itu, Jerman mengalami inflasi sebesar 10,39% dengan inflasi bahan makanan 19,15% dan inflasi energinya 43,60%.

Korea Selatan mencatatkan inflasi 5,67% dengan inflasi bahan makanannya 7,54% dan inflasi energinya sebesar 16,66%.

&quot;Negara Asia lainnya seperti Jepang mengalami inflasi sebesar 3,7%, dengan inflasi bahan makanan 6,44% dan inflasi energi 15,19%,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi Indonesia di bulan November 2022 sebesar 5,42% year-on-year (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,85.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan bahwa inflasi Indonesia pada dasarnya lebih rendah dibandingkan negara-negara G20.

&quot;Angka inflasi Indonesia lebih rendah dibandingkan sejumlah negara anggota G20,&quot; ujar Setianto dalam rilis resmi BPS di Jakarta, Kamis (1/12/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:BPS: Angka Pengangguran akibat Covid-19 Menurun
Dia menyebut Amerika Serikat (AS) yang mengalami inflasi 7,75%, dan untuk inflasi bahan makanannya sebesar 12,44% serta inflasi energinya sebesar 17,63%.

Kemudian negara lain seperti Turki mengalami inflasi sebesar 85,51%, dimana inflasi untuk bahan makanannya untuk Turki sebesar 99,0% dan inflasi energinya 137,1%.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMi80LzE1NzM4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Di Inggris mengalami inflasi sebesar 8,8%, dan untuk inflasi bahan makanannya sebesar 14,6% dan inflasi energinya 49,4%,&quot; ungkap Setianto.

Sementara itu, Jerman mengalami inflasi sebesar 10,39% dengan inflasi bahan makanan 19,15% dan inflasi energinya 43,60%.

Korea Selatan mencatatkan inflasi 5,67% dengan inflasi bahan makanannya 7,54% dan inflasi energinya sebesar 16,66%.

&quot;Negara Asia lainnya seperti Jepang mengalami inflasi sebesar 3,7%, dengan inflasi bahan makanan 6,44% dan inflasi energi 15,19%,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
