<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi November 2022 Capai 5,42%, Masih Terkendali?</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan bahwa melemahnya tekanan komponen harga bergejolak meredam inflasi tahunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/01/320/2718434/inflasi-november-2022-capai-5-42-masih-terkendali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/01/320/2718434/inflasi-november-2022-capai-5-42-masih-terkendali"/><item><title>Inflasi November 2022 Capai 5,42%, Masih Terkendali?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/01/320/2718434/inflasi-november-2022-capai-5-42-masih-terkendali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/01/320/2718434/inflasi-november-2022-capai-5-42-masih-terkendali</guid><pubDate>Kamis 01 Desember 2022 11:53 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/01/320/2718434/inflasi-november-2022-capai-5-42-masih-terkendali-5a1Wryq6Tp.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi inflasi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/01/320/2718434/inflasi-november-2022-capai-5-42-masih-terkendali-5a1Wryq6Tp.JPG</image><title>Ilustrasi inflasi (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan bahwa melemahnya tekanan komponen harga bergejolak meredam inflasi tahunan.


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto pun merincikan terkait komponen harga tersebut.

&quot;Berdasarkan komponennya, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi tahunan sebesar 13,01%. Ini lebih rendah dibandingkan Oktober 2022 sebesar 13,28%,&quot; ujar Setianto dalam rilis resmi BPS di Jakarta, Kamis (1/12/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Inflasi RI 5,42% pada November 2022, BPS: Lebih Rendah Dibanding Negara G20
Dia mengatakan bahwa andil untuk komponen ini sebesar 2,30%.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMi80LzE1NzM4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk komoditasnya, ini banyak didorong oleh kenaikan harga bensin, bahan bakar rumah tangga, tarif angkutan udara, dan angkutan dalam kota dalam setahun terakhir,

&quot;Jika dilihat komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 5,70%. Ini lebih rendah dibandingkan kondisi Oktober 2022 yang sebesar 7,19%. Andil untuk komponen ini sebesar 0,95%,&quot; ungkap Setianto.

Sementara itu, untuk komponen inti, terjadi inflasi sebesar 3,30% dengan andil sebesar 2,17%.

&quot;Jadi secara keseluruhan tahunan, inflasi inti ini masih relatif terkendali,&quot; pungkas Setianto.

Diketahui, untuk inflasi di November 2022 mencapai 5,42%.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan bahwa melemahnya tekanan komponen harga bergejolak meredam inflasi tahunan.


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto pun merincikan terkait komponen harga tersebut.

&quot;Berdasarkan komponennya, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi tahunan sebesar 13,01%. Ini lebih rendah dibandingkan Oktober 2022 sebesar 13,28%,&quot; ujar Setianto dalam rilis resmi BPS di Jakarta, Kamis (1/12/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Inflasi RI 5,42% pada November 2022, BPS: Lebih Rendah Dibanding Negara G20
Dia mengatakan bahwa andil untuk komponen ini sebesar 2,30%.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMi80LzE1NzM4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk komoditasnya, ini banyak didorong oleh kenaikan harga bensin, bahan bakar rumah tangga, tarif angkutan udara, dan angkutan dalam kota dalam setahun terakhir,

&quot;Jika dilihat komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 5,70%. Ini lebih rendah dibandingkan kondisi Oktober 2022 yang sebesar 7,19%. Andil untuk komponen ini sebesar 0,95%,&quot; ungkap Setianto.

Sementara itu, untuk komponen inti, terjadi inflasi sebesar 3,30% dengan andil sebesar 2,17%.

&quot;Jadi secara keseluruhan tahunan, inflasi inti ini masih relatif terkendali,&quot; pungkas Setianto.

Diketahui, untuk inflasi di November 2022 mencapai 5,42%.</content:encoded></item></channel></rss>
