<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Emiten Salim INDF dan ICBP Menyusut Gegara Rupiah Melemah</title><description>Laba emiten Salim PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood  CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menyusut di kuartal tiga 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/02/278/2719352/laba-emiten-salim-indf-dan-icbp-menyusut-gegara-rupiah-melemah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/02/278/2719352/laba-emiten-salim-indf-dan-icbp-menyusut-gegara-rupiah-melemah"/><item><title>Laba Emiten Salim INDF dan ICBP Menyusut Gegara Rupiah Melemah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/02/278/2719352/laba-emiten-salim-indf-dan-icbp-menyusut-gegara-rupiah-melemah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/02/278/2719352/laba-emiten-salim-indf-dan-icbp-menyusut-gegara-rupiah-melemah</guid><pubDate>Jum'at 02 Desember 2022 15:01 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/02/278/2719352/laba-emiten-salim-indf-dan-icbp-menyusut-gegara-rupiah-melemah-JiER4THsLx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba emiten Anthony Salim menyusut (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/02/278/2719352/laba-emiten-salim-indf-dan-icbp-menyusut-gegara-rupiah-melemah-JiER4THsLx.jpg</image><title>Laba emiten Anthony Salim menyusut (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Laba emiten Anthony Salim PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menyusut di kuartal tiga 2022. Penurunan laba emiten Salim karena adanya selisih kurs.
Laba bersih INDF tergerus 14,11% dari Rp5,40 triliun per September 2021 menjadi Rp4,64 triliun pada akhir kuartal III 2022. Sebaliknya, penjualan neto konsolidasi INDF hingga akhir September 2022 mencapai Rp80,82 triliun, 11,01% lebih tinggi daripada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp72,80 triliun.
BACA JUGA:Karier Utomo Josodirdjo, Komisaris Indofood (INDF) yang Meninggal Dunia

Laba usaha juga memperlihatkan kenaikan 15,95% menjadi Rp14,18 dari sebelumnya Rp12,23 triliun. Meski demikian, kenaikan beban keuangan selama periode sembilan bulan 2022 sebesar 167,08% secara year on year (yoy) membuat laba bersih INDF tergerus. Beban keuangan per akhir September 2022 mencapai Rp5,44 triliun, dibandingkan dengan tahun lalu Rp2,03 triliun.
BACA JUGA:Siapa Pemilik Perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur? Ini Dia Sosoknya sang Raja Mi Instan

Disebutkan, peningkatan beban keuangan terutama dipicu oleh bertambahnya beban yang timbul dari selisih nilai tukar mata uang asing dari aktivitas pendanaan. Nilainya mencapai Rp3,14 triliun atau melesat 2.090% dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya Rp143,76 miliar. Penurunan laba bersih juga dialami anak usaha INDF, yakni ICBP yang membukukan laba bersih sebesar Rp3,30 triliun, turun 33,41% secara yoy dibandingkan dengan Rp4,96 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Perseroan menjelaskan, laba bersih yang turun cukup dalam dipicu oleh  membengkaknya rugi selisih kurs. Kenaikan beban pos ini mencapai 1.259%  yoy menjadi Rp2,69 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun  lalu sebesar Rp197,95 miliar.
Di samping itu, emiten produsen mi instan  Indomie ini melaporkan kenaikan pendapatan sebesar 14,75% secara yoy  dari Rp42,62 triliun menjadi Rp48,91 triliun dalam kurun  Januari&amp;mdash;September 2022. Kenaikan penjualan itu diikuti dengan kenaikan  laba usaha sebesar 8% yoy menjadi Rp9,55 triliun, dari Rp8,82 triliun  pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, laba inti yang mencerminkan kinerja operasional, sebelum  memperhitungkan akun non-recurring dan kurs, turun tipis 0,38% di  kisaran Rp5,15 triliun, dibandingkan dengan Rp5,17 triliun pada kurun  Januari&amp;mdash;September 2021.
Direktur Utama Indofood, Anthoni Salim mengatakan bahwa ICBP akan  fokus menjaga keseimbangan pertumbuhan volume penjualan dan  profitabilitas.
Dia menilai kinerja ICBP tetap positif di tengah perlambatan ekonomi  global dan perkembangan biaya yang fluktuatif. &amp;ldquo;Total nilai penjualan  dan laba usaha tumbuh masing-masing 15% dan 8 %di tengah melambatnya  perekonomian global dan kondisi berbagai biaya yang fluktuatif. Kami  akan terus berupaya menjalankan strategi dengan baik serta beradaptasi  dengan cepat untuk menghadapi berbagai tantangan,&amp;rdquo; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Laba emiten Anthony Salim PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menyusut di kuartal tiga 2022. Penurunan laba emiten Salim karena adanya selisih kurs.
Laba bersih INDF tergerus 14,11% dari Rp5,40 triliun per September 2021 menjadi Rp4,64 triliun pada akhir kuartal III 2022. Sebaliknya, penjualan neto konsolidasi INDF hingga akhir September 2022 mencapai Rp80,82 triliun, 11,01% lebih tinggi daripada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp72,80 triliun.
BACA JUGA:Karier Utomo Josodirdjo, Komisaris Indofood (INDF) yang Meninggal Dunia

Laba usaha juga memperlihatkan kenaikan 15,95% menjadi Rp14,18 dari sebelumnya Rp12,23 triliun. Meski demikian, kenaikan beban keuangan selama periode sembilan bulan 2022 sebesar 167,08% secara year on year (yoy) membuat laba bersih INDF tergerus. Beban keuangan per akhir September 2022 mencapai Rp5,44 triliun, dibandingkan dengan tahun lalu Rp2,03 triliun.
BACA JUGA:Siapa Pemilik Perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur? Ini Dia Sosoknya sang Raja Mi Instan

Disebutkan, peningkatan beban keuangan terutama dipicu oleh bertambahnya beban yang timbul dari selisih nilai tukar mata uang asing dari aktivitas pendanaan. Nilainya mencapai Rp3,14 triliun atau melesat 2.090% dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya Rp143,76 miliar. Penurunan laba bersih juga dialami anak usaha INDF, yakni ICBP yang membukukan laba bersih sebesar Rp3,30 triliun, turun 33,41% secara yoy dibandingkan dengan Rp4,96 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Perseroan menjelaskan, laba bersih yang turun cukup dalam dipicu oleh  membengkaknya rugi selisih kurs. Kenaikan beban pos ini mencapai 1.259%  yoy menjadi Rp2,69 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun  lalu sebesar Rp197,95 miliar.
Di samping itu, emiten produsen mi instan  Indomie ini melaporkan kenaikan pendapatan sebesar 14,75% secara yoy  dari Rp42,62 triliun menjadi Rp48,91 triliun dalam kurun  Januari&amp;mdash;September 2022. Kenaikan penjualan itu diikuti dengan kenaikan  laba usaha sebesar 8% yoy menjadi Rp9,55 triliun, dari Rp8,82 triliun  pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, laba inti yang mencerminkan kinerja operasional, sebelum  memperhitungkan akun non-recurring dan kurs, turun tipis 0,38% di  kisaran Rp5,15 triliun, dibandingkan dengan Rp5,17 triliun pada kurun  Januari&amp;mdash;September 2021.
Direktur Utama Indofood, Anthoni Salim mengatakan bahwa ICBP akan  fokus menjaga keseimbangan pertumbuhan volume penjualan dan  profitabilitas.
Dia menilai kinerja ICBP tetap positif di tengah perlambatan ekonomi  global dan perkembangan biaya yang fluktuatif. &amp;ldquo;Total nilai penjualan  dan laba usaha tumbuh masing-masing 15% dan 8 %di tengah melambatnya  perekonomian global dan kondisi berbagai biaya yang fluktuatif. Kami  akan terus berupaya menjalankan strategi dengan baik serta beradaptasi  dengan cepat untuk menghadapi berbagai tantangan,&amp;rdquo; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
