<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Defisit APBN Tahun Depan 2,84%, Sri Mulyani Tak Ingin RI Seperti Inggris</title><description>Pemerintah menetapkan defisit APBN 2023 sebesar 2,84%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/02/320/2719204/defisit-apbn-tahun-depan-2-84-sri-mulyani-tak-ingin-ri-seperti-inggris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/02/320/2719204/defisit-apbn-tahun-depan-2-84-sri-mulyani-tak-ingin-ri-seperti-inggris"/><item><title>Defisit APBN Tahun Depan 2,84%, Sri Mulyani Tak Ingin RI Seperti Inggris</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/02/320/2719204/defisit-apbn-tahun-depan-2-84-sri-mulyani-tak-ingin-ri-seperti-inggris</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/02/320/2719204/defisit-apbn-tahun-depan-2-84-sri-mulyani-tak-ingin-ri-seperti-inggris</guid><pubDate>Jum'at 02 Desember 2022 12:33 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/02/320/2719204/defisit-apbn-tahun-depan-2-84-sri-mulyani-tak-ingin-ri-seperti-inggris-EzJMixS5z2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani tetapkan defisit APBN 2023 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/02/320/2719204/defisit-apbn-tahun-depan-2-84-sri-mulyani-tak-ingin-ri-seperti-inggris-EzJMixS5z2.jpg</image><title>Sri Mulyani tetapkan defisit APBN 2023 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah menetapkan defisit APBN 2023 sebesar 2,84%. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, defisit APBN ini mencakup lebih dari Rp530 triliun defisit dan menjadi wujud disiplin fiskal.
BACA JUGA:Defisit APBN Selama Pandemi Meningkat, Sri Mulyani Klaim Lebih Baik dari Negara Lain 

&quot;Ini sesuai dengan janji kita bahwa ekspansi fiskal yang extraordinary karena pandemi akan berakhir di tahun ini, dan kita kembali kepada disiplin fiskal. Teman-teman mungkin nanya, 'Bu, kenapa sih perlu disiplin?' Pada saat market sekarang sangat turbulent, exchange rate tinggi, interest rate tinggi, kalau Anda tidak punya anchor atau jangkar disiplin fiskal, ya yang terjadi adalah confidence akan runtuh,&quot; ujar Sri, Jumat (2/12/2022).
BACA JUGA:Defisit APBN 2023 Capai 2,84% dari PDB, Sri Mulyani Singgung soal Utang

Menurutnya hal ini bisa saja terjadi, dengan contoh nyata apa yang terjadi di Inggris. Dia tak ingin RI seperti Inggris yang salah menentukan posisi fiskal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wMS80LzE1Nzk2MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Salah posisi fiskal, bahkan ekonomi sekuat Inggris juga gelempang.  Jadi ini adalah salah satu jangkar untuk menjaga confidence dan  stabilitas. Pada saat risiko meningkat, harga dari cost of fund  meningkat, fiskal kita harus dijaga tetap sehat namun tetap suportif.  2,84% itu lebih dari Rp530 triliun defisit. Itu cukup untuk memberikan  stimulasi. Total spending kita di atas Rp3.000 triliun, atau sebesar  Rp3.018 triliun, itu lebih tinggi dari tahun ini dan selama periode  COVID-19,&quot; tegas Sri.
Dia menekankan bahwa sisi fiskal akan tetap suportif, tetapi tetap prudent karena menjadi jangkar dari stabilitas.
&quot;Inilah yang kemudian akan menjaga momentum pemulihan ekonomi kita tahun 2023,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah menetapkan defisit APBN 2023 sebesar 2,84%. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, defisit APBN ini mencakup lebih dari Rp530 triliun defisit dan menjadi wujud disiplin fiskal.
BACA JUGA:Defisit APBN Selama Pandemi Meningkat, Sri Mulyani Klaim Lebih Baik dari Negara Lain 

&quot;Ini sesuai dengan janji kita bahwa ekspansi fiskal yang extraordinary karena pandemi akan berakhir di tahun ini, dan kita kembali kepada disiplin fiskal. Teman-teman mungkin nanya, 'Bu, kenapa sih perlu disiplin?' Pada saat market sekarang sangat turbulent, exchange rate tinggi, interest rate tinggi, kalau Anda tidak punya anchor atau jangkar disiplin fiskal, ya yang terjadi adalah confidence akan runtuh,&quot; ujar Sri, Jumat (2/12/2022).
BACA JUGA:Defisit APBN 2023 Capai 2,84% dari PDB, Sri Mulyani Singgung soal Utang

Menurutnya hal ini bisa saja terjadi, dengan contoh nyata apa yang terjadi di Inggris. Dia tak ingin RI seperti Inggris yang salah menentukan posisi fiskal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wMS80LzE1Nzk2MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Salah posisi fiskal, bahkan ekonomi sekuat Inggris juga gelempang.  Jadi ini adalah salah satu jangkar untuk menjaga confidence dan  stabilitas. Pada saat risiko meningkat, harga dari cost of fund  meningkat, fiskal kita harus dijaga tetap sehat namun tetap suportif.  2,84% itu lebih dari Rp530 triliun defisit. Itu cukup untuk memberikan  stimulasi. Total spending kita di atas Rp3.000 triliun, atau sebesar  Rp3.018 triliun, itu lebih tinggi dari tahun ini dan selama periode  COVID-19,&quot; tegas Sri.
Dia menekankan bahwa sisi fiskal akan tetap suportif, tetapi tetap prudent karena menjadi jangkar dari stabilitas.
&quot;Inilah yang kemudian akan menjaga momentum pemulihan ekonomi kita tahun 2023,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
