<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Kalah di WTO, Jokowi: Tidak Perlu Berkecil Hati</title><description>Indonesia kalah dari gugatan oleh Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait ekspor Nikel.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/02/320/2719216/ri-kalah-di-wto-jokowi-tidak-perlu-berkecil-hati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/02/320/2719216/ri-kalah-di-wto-jokowi-tidak-perlu-berkecil-hati"/><item><title>RI Kalah di WTO, Jokowi: Tidak Perlu Berkecil Hati</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/02/320/2719216/ri-kalah-di-wto-jokowi-tidak-perlu-berkecil-hati</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/02/320/2719216/ri-kalah-di-wto-jokowi-tidak-perlu-berkecil-hati</guid><pubDate>Jum'at 02 Desember 2022 12:46 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/02/320/2719216/ri-kalah-di-wto-jokowi-tidak-perlu-berkecil-hati-X8fAYS87dQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI kalah di WTO (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/02/320/2719216/ri-kalah-di-wto-jokowi-tidak-perlu-berkecil-hati-X8fAYS87dQ.jpg</image><title>RI kalah di WTO (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia kalah dari gugatan oleh Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait ekspor Nikel. Menanggapi kekalahan RI di WTO,  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada semua pihak agar tidak berkecil hati.
&quot;Sekali lagi, kita tidak perlu kecil hati, tidak perlu takut urusan kalah digugat Uni Eropa kemudian kita kalah, kemudian kita mundur. Ndak. Nanti ada babak kedua lagi kita ingin lakukan,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (2/12/2022).
BACA JUGA:RI Pertimbangkan Naikkan Pajak Ekspor Nikel Usai Kalah Gugatan di WTO

Jokowi menilai negara maju ingin mempertahankan dirinya agar tetap maju. Salah satu caranya, kata dia, tidak merelakan negara berkembang seperti Indonesia untuk maju.
&quot;Karena apapun yang namanya negara maju, itu juga ingin mempertahankan dirinya tetap menjadi negara maju. Itu pasti. Dan juga mereka itu tidak akan rela juga bahwa negara berkembang ini ada yang maju, menjadi negara yang maju, juga banyak yang ga rela,&quot; kata Jokowi.
BACA JUGA:Indonesia Kalah Gugatan  soal Nikel di WTO, Jokowi Banding

&quot;Dan itu ya manusiawi. Enggak perlu kita sakit hati. Ndak. Kita berusaha agar bagaimana visi kita agar menjadi negara maju,&quot; tegasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yOC80LzE1Nzc1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, Jokowi mendorong jajarannya untuk terus melakukan  hilirisasi terhadap bahan-bahan tambang yang dimiliki Indonesia untuk  mendapatkan nilai tambah yang berkali-kali lipat. Presiden meminta agar  penghentian ekspor dalam bentuk bahan mentah tidak hanya berhenti pada  komoditas nikel saja.
&quot;Enggak bisa lagi kita mengekspor dalam bentuk bahan mentah,  mengekspor dalam bentuk raw material, enggak. Begitu kita dapatkan  investasinya, ada yang bangun, bekerja sama dengan luar dengan dalam  atau pusat dengan daerah, Jakarta dengan daerah, nilai tambah itu akan  kita peroleh,&quot; ujar Presiden dalam sambutannya saat membuka Rapat  Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia kalah dari gugatan oleh Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait ekspor Nikel. Menanggapi kekalahan RI di WTO,  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada semua pihak agar tidak berkecil hati.
&quot;Sekali lagi, kita tidak perlu kecil hati, tidak perlu takut urusan kalah digugat Uni Eropa kemudian kita kalah, kemudian kita mundur. Ndak. Nanti ada babak kedua lagi kita ingin lakukan,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (2/12/2022).
BACA JUGA:RI Pertimbangkan Naikkan Pajak Ekspor Nikel Usai Kalah Gugatan di WTO

Jokowi menilai negara maju ingin mempertahankan dirinya agar tetap maju. Salah satu caranya, kata dia, tidak merelakan negara berkembang seperti Indonesia untuk maju.
&quot;Karena apapun yang namanya negara maju, itu juga ingin mempertahankan dirinya tetap menjadi negara maju. Itu pasti. Dan juga mereka itu tidak akan rela juga bahwa negara berkembang ini ada yang maju, menjadi negara yang maju, juga banyak yang ga rela,&quot; kata Jokowi.
BACA JUGA:Indonesia Kalah Gugatan  soal Nikel di WTO, Jokowi Banding

&quot;Dan itu ya manusiawi. Enggak perlu kita sakit hati. Ndak. Kita berusaha agar bagaimana visi kita agar menjadi negara maju,&quot; tegasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yOC80LzE1Nzc1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, Jokowi mendorong jajarannya untuk terus melakukan  hilirisasi terhadap bahan-bahan tambang yang dimiliki Indonesia untuk  mendapatkan nilai tambah yang berkali-kali lipat. Presiden meminta agar  penghentian ekspor dalam bentuk bahan mentah tidak hanya berhenti pada  komoditas nikel saja.
&quot;Enggak bisa lagi kita mengekspor dalam bentuk bahan mentah,  mengekspor dalam bentuk raw material, enggak. Begitu kita dapatkan  investasinya, ada yang bangun, bekerja sama dengan luar dengan dalam  atau pusat dengan daerah, Jakarta dengan daerah, nilai tambah itu akan  kita peroleh,&quot; ujar Presiden dalam sambutannya saat membuka Rapat  Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi.</content:encoded></item></channel></rss>
