<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BTN Siapkan Program KPR untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah</title><description>BTN menyiapkan skema KPR untuk masyarakat berpenghasilan rendah (BPR) bernama Staircasing Shared Ownership.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/02/470/2719238/btn-siapkan-program-kpr-untuk-masyarakat-berpenghasilan-rendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/02/470/2719238/btn-siapkan-program-kpr-untuk-masyarakat-berpenghasilan-rendah"/><item><title>BTN Siapkan Program KPR untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/02/470/2719238/btn-siapkan-program-kpr-untuk-masyarakat-berpenghasilan-rendah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/02/470/2719238/btn-siapkan-program-kpr-untuk-masyarakat-berpenghasilan-rendah</guid><pubDate>Jum'at 02 Desember 2022 13:16 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/02/470/2719238/btn-siapkan-program-kpr-untuk-masyarakat-berpenghasilan-rendah-5yJIYP6B9h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KPR subsidi BTN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/02/470/2719238/btn-siapkan-program-kpr-untuk-masyarakat-berpenghasilan-rendah-5yJIYP6B9h.jpg</image><title>KPR subsidi BTN (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; BTN menyiapkan skema KPR untuk masyarakat berpenghasilan rendah (BPR) bernama Staircasing Shared Ownership. Melalui skema tersebut, masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki hunian dengan biaya awal yang lebih terjangkau dan secara bertahap menyesuaikan dengan kemampuan ekonomi mereka.
Direktur Consumer Bank BTN Hirwandi Gafar memaparkan, Staircasing Shared Ownership (SSO) merupakan perpaduan antara skema sewa dan kepemilikan. SSO tersebut dapat digunakan untuk memiliki hunian yang berbentuk bangunan bertingkat seperti rumah susun.
BACA JUGA:Dampak Kenaikan Suku Bunga BI, KPR Makin Mahal?

Dengan skema KPR ini, masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki hunian di lokasi yang strategis namun dengan pembayaran yang lebih terjangkau sesuai dengan kemampuan ekonominya.
&amp;ldquo;Staircasing Shared Ownership juga menjadi jawaban agar pembiayaan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah tidak selalu membebani APBN. Bank BTN siap mendukung skema ini sehingga mempermudah masyarakat Indonesia untuk memiliki rumah,&amp;rdquo; jelas Hirwandi dilansir dari Antara, Selasa (12/2/2022).
BACA JUGA:Pasarkan KPR Hijrah, Bank Muamalat Gandeng Perumnas

Hirwandi menuturkan hingga kini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah banyak mendukung perumahan bagi MBR. Di antaranya yakni program subsidi bunga, subsidi uang muka, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), hingga Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).
Dengan hadirnya SSO, lanjut Hirwandi, akan menjadi opsi metode baru yang tidak membebani Kementerian PUPR dan Anggaran Pendapatan &amp;amp; Belanja Negara (APBN). &amp;ldquo;Skema ini juga membuat dana yang ada bisa dipakai untuk menyediakan lebih banyak perumahan bagi masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah,&amp;rdquo; kata Hirwandi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xNS82Ny8xMjYwNDIvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adapun, dengan skema SSO, satu hunian dapat dimiliki oleh dua pihak,  yakni masyarakat dan pemilik gedung. Pada tahap awal, masyarakat yang  mau memiliki hunian tersebut, dalam menyewa terlebih dahulu.
Kemudian, pada tahap berikutnya, MBR tersebut dapat mengambil skema  KPR untuk memiliki hunian yang ditinggalinya. Nantinya, perubahan skema  dari sewa ke KPR tersebut akan menyesuaikan dengan peningkatan ekonomi  masyarakat tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pembiayaan  Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry  Trisaputra Zuna mengatakan masih diperlukan tambahan pendanaan  untuk  mencapai target pembangunan infrastruktur tersebut termasuk perumahan.
Herry menyebutkan di sektor perumahan sendiri, ada sekitar 12, 7 juta  keluarga yang belum memiliki rumah pada tahun 2021. Angka tersebut juga  terus bertambah sebanyak 680 ribu setiap tahun. &amp;ldquo;Kalau kita punya  program 1 juta rumah setiap tahunnya, itu baru akan habis di 2062, jadi  tidak terkejar. Hari ini subsidi kita baru mendukung supply di 300 ribu  rumah. Jadi kita harus cari jalan lain pendanaannya,&amp;rdquo; ujar Herry.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; BTN menyiapkan skema KPR untuk masyarakat berpenghasilan rendah (BPR) bernama Staircasing Shared Ownership. Melalui skema tersebut, masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki hunian dengan biaya awal yang lebih terjangkau dan secara bertahap menyesuaikan dengan kemampuan ekonomi mereka.
Direktur Consumer Bank BTN Hirwandi Gafar memaparkan, Staircasing Shared Ownership (SSO) merupakan perpaduan antara skema sewa dan kepemilikan. SSO tersebut dapat digunakan untuk memiliki hunian yang berbentuk bangunan bertingkat seperti rumah susun.
BACA JUGA:Dampak Kenaikan Suku Bunga BI, KPR Makin Mahal?

Dengan skema KPR ini, masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki hunian di lokasi yang strategis namun dengan pembayaran yang lebih terjangkau sesuai dengan kemampuan ekonominya.
&amp;ldquo;Staircasing Shared Ownership juga menjadi jawaban agar pembiayaan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah tidak selalu membebani APBN. Bank BTN siap mendukung skema ini sehingga mempermudah masyarakat Indonesia untuk memiliki rumah,&amp;rdquo; jelas Hirwandi dilansir dari Antara, Selasa (12/2/2022).
BACA JUGA:Pasarkan KPR Hijrah, Bank Muamalat Gandeng Perumnas

Hirwandi menuturkan hingga kini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah banyak mendukung perumahan bagi MBR. Di antaranya yakni program subsidi bunga, subsidi uang muka, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), hingga Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).
Dengan hadirnya SSO, lanjut Hirwandi, akan menjadi opsi metode baru yang tidak membebani Kementerian PUPR dan Anggaran Pendapatan &amp;amp; Belanja Negara (APBN). &amp;ldquo;Skema ini juga membuat dana yang ada bisa dipakai untuk menyediakan lebih banyak perumahan bagi masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah,&amp;rdquo; kata Hirwandi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xNS82Ny8xMjYwNDIvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adapun, dengan skema SSO, satu hunian dapat dimiliki oleh dua pihak,  yakni masyarakat dan pemilik gedung. Pada tahap awal, masyarakat yang  mau memiliki hunian tersebut, dalam menyewa terlebih dahulu.
Kemudian, pada tahap berikutnya, MBR tersebut dapat mengambil skema  KPR untuk memiliki hunian yang ditinggalinya. Nantinya, perubahan skema  dari sewa ke KPR tersebut akan menyesuaikan dengan peningkatan ekonomi  masyarakat tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pembiayaan  Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry  Trisaputra Zuna mengatakan masih diperlukan tambahan pendanaan  untuk  mencapai target pembangunan infrastruktur tersebut termasuk perumahan.
Herry menyebutkan di sektor perumahan sendiri, ada sekitar 12, 7 juta  keluarga yang belum memiliki rumah pada tahun 2021. Angka tersebut juga  terus bertambah sebanyak 680 ribu setiap tahun. &amp;ldquo;Kalau kita punya  program 1 juta rumah setiap tahunnya, itu baru akan habis di 2062, jadi  tidak terkejar. Hari ini subsidi kita baru mendukung supply di 300 ribu  rumah. Jadi kita harus cari jalan lain pendanaannya,&amp;rdquo; ujar Herry.</content:encoded></item></channel></rss>
