<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi: Tidak Perlu Takut Urusan Kalah Digugat Uni Eropa</title><description>Presiden Jokowi meminta semua pihak tidak goyah karena kalah dari gugatan oleh Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/03/320/2719483/presiden-jokowi-tidak-perlu-takut-urusan-kalah-digugat-uni-eropa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/03/320/2719483/presiden-jokowi-tidak-perlu-takut-urusan-kalah-digugat-uni-eropa"/><item><title>Presiden Jokowi: Tidak Perlu Takut Urusan Kalah Digugat Uni Eropa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/03/320/2719483/presiden-jokowi-tidak-perlu-takut-urusan-kalah-digugat-uni-eropa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/03/320/2719483/presiden-jokowi-tidak-perlu-takut-urusan-kalah-digugat-uni-eropa</guid><pubDate>Sabtu 03 Desember 2022 05:08 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/02/320/2719483/presiden-jokowi-tidak-perlu-takut-urusan-kalah-digugat-uni-eropa-GteDdarbLR.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">RI kalah di WTO (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/02/320/2719483/presiden-jokowi-tidak-perlu-takut-urusan-kalah-digugat-uni-eropa-GteDdarbLR.jpeg</image><title>RI kalah di WTO (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi meminta semua pihak tidak goyah karena kalah dari gugatan oleh Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Sebagaimana diketahui, Indonesia kalah dari gugatan Uni Eropa di WTO terkait ekspor Nikel.
&quot;Sekali lagi, kita tidak perlu kecil hati, tidak perlu takut urusan kalah digugat Uni Eropa kemudian kita kalah, kemudian kita mundur. Ndak. Nanti ada babak kedua lagi kita ingin lakukan,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (2/12/2022).
BACA JUGA:RI Pertimbangkan Naikkan Pajak Ekspor Nikel Usai Kalah Gugatan di WTO

Menurut Jokowi, negara maju tak ingin negara berkembang seperti Indonesia ikut maju.
&quot;Karena apapun yang namanya negara maju, itu juga ingin mempertahankan dirinya tetap menjadi negara maju. Itu pasti. Dan juga mereka itu tidak akan rela juga bahwa negara berkembang ini ada yang maju, menjadi negara yang maju, juga banyak yang ga rela,&quot; kata Jokowi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yOC80LzE1Nzc1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Dan itu ya manusiawi. Enggak perlu kita sakit hati. Ndak. Kita  berusaha agar bagaimana visi kita agar menjadi negara maju,&quot; ucapnya.
Presiden tetap mendorong jajarannya untuk terus melakukan hilirisasi  terhadap bahan-bahan tambang yang dimiliki Indonesia untuk mendapatkan  nilai tambah yang berkali-kali lipat. Presiden meminta agar penghentian  ekspor dalam bentuk bahan mentah tidak hanya berhenti pada komoditas  nikel saja.
Baca Selengkapnya: RI Kalah di WTO, Jokowi: Tidak Perlu Berkecil Hati</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi meminta semua pihak tidak goyah karena kalah dari gugatan oleh Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Sebagaimana diketahui, Indonesia kalah dari gugatan Uni Eropa di WTO terkait ekspor Nikel.
&quot;Sekali lagi, kita tidak perlu kecil hati, tidak perlu takut urusan kalah digugat Uni Eropa kemudian kita kalah, kemudian kita mundur. Ndak. Nanti ada babak kedua lagi kita ingin lakukan,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (2/12/2022).
BACA JUGA:RI Pertimbangkan Naikkan Pajak Ekspor Nikel Usai Kalah Gugatan di WTO

Menurut Jokowi, negara maju tak ingin negara berkembang seperti Indonesia ikut maju.
&quot;Karena apapun yang namanya negara maju, itu juga ingin mempertahankan dirinya tetap menjadi negara maju. Itu pasti. Dan juga mereka itu tidak akan rela juga bahwa negara berkembang ini ada yang maju, menjadi negara yang maju, juga banyak yang ga rela,&quot; kata Jokowi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yOC80LzE1Nzc1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Dan itu ya manusiawi. Enggak perlu kita sakit hati. Ndak. Kita  berusaha agar bagaimana visi kita agar menjadi negara maju,&quot; ucapnya.
Presiden tetap mendorong jajarannya untuk terus melakukan hilirisasi  terhadap bahan-bahan tambang yang dimiliki Indonesia untuk mendapatkan  nilai tambah yang berkali-kali lipat. Presiden meminta agar penghentian  ekspor dalam bentuk bahan mentah tidak hanya berhenti pada komoditas  nikel saja.
Baca Selengkapnya: RI Kalah di WTO, Jokowi: Tidak Perlu Berkecil Hati</content:encoded></item></channel></rss>
