<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Fakta Inflasi RI Paling Kecil di Antara Negara G20</title><description>Inflasi Indonesia disebut-sebut yang paling rendah di antara negara G20 lainnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/03/320/2719543/4-fakta-inflasi-ri-paling-kecil-di-antara-negara-g20</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/03/320/2719543/4-fakta-inflasi-ri-paling-kecil-di-antara-negara-g20"/><item><title>4 Fakta Inflasi RI Paling Kecil di Antara Negara G20</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/03/320/2719543/4-fakta-inflasi-ri-paling-kecil-di-antara-negara-g20</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/03/320/2719543/4-fakta-inflasi-ri-paling-kecil-di-antara-negara-g20</guid><pubDate>Sabtu 03 Desember 2022 03:16 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/02/320/2719543/4-fakta-inflasi-ri-paling-kecil-di-antara-negara-g20-qVE1cI7hai.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi RI paling rendah di antara negara G20 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/02/320/2719543/4-fakta-inflasi-ri-paling-kecil-di-antara-negara-g20-qVE1cI7hai.jpg</image><title>Inflasi RI paling rendah di antara negara G20 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Inflasi Indonesia disebut-sebut yang paling rendah di antara negara G20 lainnya. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, inflasi Indonesia pada dasarnya lebih rendah dibandingkan negara-negara G20.
&quot;Angka inflasi Indonesia lebih rendah dibandingkan sejumlah negara anggota G20,&quot; ujar Setianto dalam rilis resmi BPS di Jakarta, Kamis, 1 Desember 2022.
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke Rp15.426 Didukung Penurunan Inflasi

Adapun inflasi pada November 2022 mencapai 5,42% year-on-year (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,85.
Berikut adalah fakta inflasi RI paling kecil di antara negara G20 yang dirangkum Sabtu (3/12/2022).
BACA JUGA:Inflasi Turun ke 5,42%, Kemenkeu Waspadai Tekanan Kenaikan Harga di Natal dan Tahun Baru 

1.	Inflasi November
BPS mengatakan bahwa melemahnya tekanan komponen harga bergejolak meredam inflasi tahunan. Setianto pun merincikan terkait komponen harga tersebut.
&quot;Berdasarkan komponennya, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi tahunan sebesar 13,01%. Ini lebih rendah dibandingkan Oktober 2022 sebesar 13,28%,&quot; ujar Setianto.
Dia mengatakan bahwa andil untuk komponen ini sebesar 2,30%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wMi80LzE1ODAxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;2.	Pemicu Inflasi
Komoditas penyumbang inflasi tertinggi adalah komoditas bensin, bahan  bakar rumah tangga, tarif angkutan udara, rokok, beras, telur ayam ras,  tarif angkutan dalam kota.
&quot;Ini komoditas penyumbang inflasi terbesar,&quot; tandas Setianto.
3.	Capaian Positif
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio  Kacaribu mengatakan, melambatnya laju inflasi menunjukkan stabilitas  harga domestik yang tetap dapat dijaga di tengah tekanan inflasi global  yang masih tinggi. Inflasi November lebih rendah dari prediksi yang  dihitung di internal Kemenkeu.
&quot;Ini merupakan hasil positif dari bauran kebijakan pengendalian  inflasi, terutama komponen inflasi pangan. Keberhasilan tersebut dicapai  melalui koordinasi antar otoritas terkait dalam upaya menjaga daya beli  masyarakat yang perlu terus diperkuat untuk mendukung pemulihan  ekonomi,&amp;rdquo; ujarnya.4.	Inflasi Negara G20
Setianto menyebut Amerika Serikat (AS) yang mengalami inflasi 7,75%,   dan untuk inflasi bahan makanannya sebesar 12,44% serta inflasi   energinya sebesar 17,63%.
Kemudian negara lain seperti Turki mengalami inflasi sebesar 85,51%,   dimana inflasi untuk bahan makanannya untuk Turki sebesar 99,0% dan   inflasi energinya 137,1%.
&quot;Di Inggris mengalami inflasi sebesar 8,8%, dan untuk inflasi bahan   makanannya sebesar 14,6% dan inflasi energinya 49,4%,&quot; ungkap Setianto.
Sementara itu, Jerman mengalami inflasi sebesar 10,39% dengan inflasi   bahan makanan 19,15% dan inflasi energinya 43,60%. Korea Selatan   mencatatkan inflasi 5,67% dengan inflasi bahan makanannya 7,54% dan   inflasi energinya sebesar 16,66%.
&quot;Negara Asia lainnya seperti Jepang mengalami inflasi sebesar 3,7%,   dengan inflasi bahan makanan 6,44% dan inflasi energi 15,19%,&quot;   pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Inflasi Indonesia disebut-sebut yang paling rendah di antara negara G20 lainnya. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, inflasi Indonesia pada dasarnya lebih rendah dibandingkan negara-negara G20.
&quot;Angka inflasi Indonesia lebih rendah dibandingkan sejumlah negara anggota G20,&quot; ujar Setianto dalam rilis resmi BPS di Jakarta, Kamis, 1 Desember 2022.
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke Rp15.426 Didukung Penurunan Inflasi

Adapun inflasi pada November 2022 mencapai 5,42% year-on-year (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,85.
Berikut adalah fakta inflasi RI paling kecil di antara negara G20 yang dirangkum Sabtu (3/12/2022).
BACA JUGA:Inflasi Turun ke 5,42%, Kemenkeu Waspadai Tekanan Kenaikan Harga di Natal dan Tahun Baru 

1.	Inflasi November
BPS mengatakan bahwa melemahnya tekanan komponen harga bergejolak meredam inflasi tahunan. Setianto pun merincikan terkait komponen harga tersebut.
&quot;Berdasarkan komponennya, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi tahunan sebesar 13,01%. Ini lebih rendah dibandingkan Oktober 2022 sebesar 13,28%,&quot; ujar Setianto.
Dia mengatakan bahwa andil untuk komponen ini sebesar 2,30%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wMi80LzE1ODAxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;2.	Pemicu Inflasi
Komoditas penyumbang inflasi tertinggi adalah komoditas bensin, bahan  bakar rumah tangga, tarif angkutan udara, rokok, beras, telur ayam ras,  tarif angkutan dalam kota.
&quot;Ini komoditas penyumbang inflasi terbesar,&quot; tandas Setianto.
3.	Capaian Positif
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio  Kacaribu mengatakan, melambatnya laju inflasi menunjukkan stabilitas  harga domestik yang tetap dapat dijaga di tengah tekanan inflasi global  yang masih tinggi. Inflasi November lebih rendah dari prediksi yang  dihitung di internal Kemenkeu.
&quot;Ini merupakan hasil positif dari bauran kebijakan pengendalian  inflasi, terutama komponen inflasi pangan. Keberhasilan tersebut dicapai  melalui koordinasi antar otoritas terkait dalam upaya menjaga daya beli  masyarakat yang perlu terus diperkuat untuk mendukung pemulihan  ekonomi,&amp;rdquo; ujarnya.4.	Inflasi Negara G20
Setianto menyebut Amerika Serikat (AS) yang mengalami inflasi 7,75%,   dan untuk inflasi bahan makanannya sebesar 12,44% serta inflasi   energinya sebesar 17,63%.
Kemudian negara lain seperti Turki mengalami inflasi sebesar 85,51%,   dimana inflasi untuk bahan makanannya untuk Turki sebesar 99,0% dan   inflasi energinya 137,1%.
&quot;Di Inggris mengalami inflasi sebesar 8,8%, dan untuk inflasi bahan   makanannya sebesar 14,6% dan inflasi energinya 49,4%,&quot; ungkap Setianto.
Sementara itu, Jerman mengalami inflasi sebesar 10,39% dengan inflasi   bahan makanan 19,15% dan inflasi energinya 43,60%. Korea Selatan   mencatatkan inflasi 5,67% dengan inflasi bahan makanannya 7,54% dan   inflasi energinya sebesar 16,66%.
&quot;Negara Asia lainnya seperti Jepang mengalami inflasi sebesar 3,7%,   dengan inflasi bahan makanan 6,44% dan inflasi energi 15,19%,&quot;   pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
