<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>100 Pulau di RI Mau Dijual, Susi Pudjiastuti: Ini Beneran? Kok Bisa</title><description>Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti bereaksi keras soal kabar dijualnya 100 pulau di Maluku Utara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/05/470/2720572/100-pulau-di-ri-mau-dijual-susi-pudjiastuti-ini-beneran-kok-bisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/05/470/2720572/100-pulau-di-ri-mau-dijual-susi-pudjiastuti-ini-beneran-kok-bisa"/><item><title>100 Pulau di RI Mau Dijual, Susi Pudjiastuti: Ini Beneran? Kok Bisa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/05/470/2720572/100-pulau-di-ri-mau-dijual-susi-pudjiastuti-ini-beneran-kok-bisa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/05/470/2720572/100-pulau-di-ri-mau-dijual-susi-pudjiastuti-ini-beneran-kok-bisa</guid><pubDate>Senin 05 Desember 2022 09:44 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/05/470/2720572/100-pulau-di-ri-mau-dijual-susi-pudjiastuti-ini-beneran-kok-bisa-FbI6u8ReRH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Susi Pudjiastuti bereaksi soal penjualan pulau (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/05/470/2720572/100-pulau-di-ri-mau-dijual-susi-pudjiastuti-ini-beneran-kok-bisa-FbI6u8ReRH.jpg</image><title>Susi Pudjiastuti bereaksi soal penjualan pulau (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti bereaksi keras soal kabar dijualnya 100 pulau di Maluku Utara. Susi me-repply cuitan Rizal Ramli soal penjualan pulau tersebut.
&amp;ldquo;Bang Rizal ini berita beneran atau hoaks, kok bisa?&amp;rdquo;kata Susi dikutip dari Twitternya, Senin (12/5/2022).
BACA JUGA:Heboh 100 Pulau di Maluku Mau Dijual ke Investor Asing

Sebelumnya, heboh 100 pulau di Maluku akan dijual melalui lelang ke investor asing. Lebih dari 100 pulau tropis yang berada di Kepulauan Widi, Maluku Utara akan di lelang pada 8 sampai 14 Desember di New York.
Dilansir dari The Guardian, lelang 100 pulau ini dikhawatirkan akan berdampak pada lingkungan. Pasalnya, pulau yang akan dijual ini merupakan salah satu ekosistem atol karang paling utuh yang tersisa di Bumi.
BACA JUGA:Pulau di Indonesia Tidak Dijual, Menko Luhut: Hanya Bisa Dikelola 

100 pulau ini akan dijual melalui Lelang Pramutamu Sotheby di New York kepada Warga Negara Asing. Penjualan pulau kepada non-Indonesia dilarang berdasarkan hukum Indonesia, sehingga pembeli akan menawar saham di PT Leadership Islands Indonesia (LII).
PT LII adalah sebuah perusahaan pembangunan Indonesia yang telah melisensikan hak untuk membangun resor ramah lingkungan dan properti hunian mewah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wMS8xLzE1NzkxMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lelang 100 pulau tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di antara  beberapa konservasionis yang mengatakan bahwa pembangunan tersebut dapat  memutus komunitas lokal dan mengancam ekosistem hutan hujan, hutan  bakau, laguna, danau, dan terumbu karang yang merupakan rumah bagi  kehidupan laut yang luas.
Koordinator nasional di Destructive Fishing Watch Indonesia Mohamad  Abdi Suhufan telah meminta pemerintah Indonesia untuk menyelidiki  penjualan pulau tersebut. Menurutnya penjualan pulau telah menimbulkan  kontroversi dan menarik perhatian publik Indonesia.
Dia mengatakan bahwa meskipun pembangunan direncanakan untuk  perlindungan lingkungan, kepemilikan pribadi atas pulau-pulau tersebut  akan berdampak pada masyarakat setempat secara sosial dan ekonomi.
&amp;ldquo;Tempat penangkapan ikan bagi nelayan yang sudah digunakan secara turun-temurun akan dibatasi,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Dampak sosial dari rencana ini akan mengimbangi manfaat lingkungan.  Saat ini, pemerintah gencar menarik investasi asing untuk mendapatkan  penerimaan negara. Tidak ada peraturan yang harus diubah untuk  meloloskan rencana ini,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti bereaksi keras soal kabar dijualnya 100 pulau di Maluku Utara. Susi me-repply cuitan Rizal Ramli soal penjualan pulau tersebut.
&amp;ldquo;Bang Rizal ini berita beneran atau hoaks, kok bisa?&amp;rdquo;kata Susi dikutip dari Twitternya, Senin (12/5/2022).
BACA JUGA:Heboh 100 Pulau di Maluku Mau Dijual ke Investor Asing

Sebelumnya, heboh 100 pulau di Maluku akan dijual melalui lelang ke investor asing. Lebih dari 100 pulau tropis yang berada di Kepulauan Widi, Maluku Utara akan di lelang pada 8 sampai 14 Desember di New York.
Dilansir dari The Guardian, lelang 100 pulau ini dikhawatirkan akan berdampak pada lingkungan. Pasalnya, pulau yang akan dijual ini merupakan salah satu ekosistem atol karang paling utuh yang tersisa di Bumi.
BACA JUGA:Pulau di Indonesia Tidak Dijual, Menko Luhut: Hanya Bisa Dikelola 

100 pulau ini akan dijual melalui Lelang Pramutamu Sotheby di New York kepada Warga Negara Asing. Penjualan pulau kepada non-Indonesia dilarang berdasarkan hukum Indonesia, sehingga pembeli akan menawar saham di PT Leadership Islands Indonesia (LII).
PT LII adalah sebuah perusahaan pembangunan Indonesia yang telah melisensikan hak untuk membangun resor ramah lingkungan dan properti hunian mewah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wMS8xLzE1NzkxMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lelang 100 pulau tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di antara  beberapa konservasionis yang mengatakan bahwa pembangunan tersebut dapat  memutus komunitas lokal dan mengancam ekosistem hutan hujan, hutan  bakau, laguna, danau, dan terumbu karang yang merupakan rumah bagi  kehidupan laut yang luas.
Koordinator nasional di Destructive Fishing Watch Indonesia Mohamad  Abdi Suhufan telah meminta pemerintah Indonesia untuk menyelidiki  penjualan pulau tersebut. Menurutnya penjualan pulau telah menimbulkan  kontroversi dan menarik perhatian publik Indonesia.
Dia mengatakan bahwa meskipun pembangunan direncanakan untuk  perlindungan lingkungan, kepemilikan pribadi atas pulau-pulau tersebut  akan berdampak pada masyarakat setempat secara sosial dan ekonomi.
&amp;ldquo;Tempat penangkapan ikan bagi nelayan yang sudah digunakan secara turun-temurun akan dibatasi,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Dampak sosial dari rencana ini akan mengimbangi manfaat lingkungan.  Saat ini, pemerintah gencar menarik investasi asing untuk mendapatkan  penerimaan negara. Tidak ada peraturan yang harus diubah untuk  meloloskan rencana ini,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
