<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Cabai-Bawang Mahal, Pedagang Warteg: Kita Jualan Enggak Ada Untungnya</title><description>Kenaikan harga sejumlah barang pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 ikut memberikan dampak ke pengusaha rumah makan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721462/harga-cabai-bawang-mahal-pedagang-warteg-kita-jualan-enggak-ada-untungnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721462/harga-cabai-bawang-mahal-pedagang-warteg-kita-jualan-enggak-ada-untungnya"/><item><title>Harga Cabai-Bawang Mahal, Pedagang Warteg: Kita Jualan Enggak Ada Untungnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721462/harga-cabai-bawang-mahal-pedagang-warteg-kita-jualan-enggak-ada-untungnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721462/harga-cabai-bawang-mahal-pedagang-warteg-kita-jualan-enggak-ada-untungnya</guid><pubDate>Selasa 06 Desember 2022 11:49 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/06/320/2721462/harga-cabai-bawang-mahal-pedagang-warteg-kita-jualan-enggak-ada-untungnya-v1ahcG0hZQ.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pangan. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/06/320/2721462/harga-cabai-bawang-mahal-pedagang-warteg-kita-jualan-enggak-ada-untungnya-v1ahcG0hZQ.JPG</image><title>Ilustrasi pangan. (Foto: MPI)</title></images><description>BEKASI - Kenaikan harga sejumlah barang pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 ikut memberikan dampak kepada pengusaha rumah makan.
Bahkan, pedagang terpaksa ambil untung sedikit demi pembeli tidak lari.
&quot;Sekarang apa-apa serba mahal. Telur naik biasa beli Rp27.000 sekilo sekarang Rp31.000. Mau gimana ya, kita jualan tapi sebenarnya bisa dibilang untungnya enggak ada. Saya jual (telur matang) tetap Rp3.000 satuannya,&quot; ujar ibu rumah tangga sekaligus pengusaha rumah makan, Iroh, saat ditemui MNC Portal Indonesia di pasar tradisional Tambun, Bekasi, Selasa (6/12/2022).
Dia mengatakan meskipun barang pokok sedang mahal tapi memilih untuk tidak menaikkan harga lauk yang dijualnya.
BACA JUGA:Ibu-Ibu! Harga Tomat hingga Bawang Merah Naik Jelang Nataru 2023, Berikut Rinciannya
Porsi yang diberikan kepada pembeli juga tidak dikurangi. Hanya saja, bumbu yang dia gunakan dikurangi dari biasanya.


&quot;Susah mau naikinnya. Naik Rp500 aja, pada kabur yang beli. Paling strateginya, saya kurangi bumbu. Pinter-pinter kita aja gimana ngaturnya,&quot; jelasnya.
Kemudian, seorang pembeli bahan pokok bernama Ranimenuturkan, semenjak harga telur mahal tidak lagi membeli dalam jumlah banyak, hanya secukupnya.
&quot;Secukupnya aja. Kaya ini tadi saya beli cabe sama bawang merah goceng (Rp5.000). Buat nyambel. Beli telur juga gitu. Buat lauk berdua sama cucu nggak usah beli banyak, mahal juga,&quot; katanya.
Rani pun berharap, harga barang pokok perlahan bisa segera melandai.
&quot;Jangan tambah naik, nanti orang susah jadi enggak bisa beli,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>BEKASI - Kenaikan harga sejumlah barang pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 ikut memberikan dampak kepada pengusaha rumah makan.
Bahkan, pedagang terpaksa ambil untung sedikit demi pembeli tidak lari.
&quot;Sekarang apa-apa serba mahal. Telur naik biasa beli Rp27.000 sekilo sekarang Rp31.000. Mau gimana ya, kita jualan tapi sebenarnya bisa dibilang untungnya enggak ada. Saya jual (telur matang) tetap Rp3.000 satuannya,&quot; ujar ibu rumah tangga sekaligus pengusaha rumah makan, Iroh, saat ditemui MNC Portal Indonesia di pasar tradisional Tambun, Bekasi, Selasa (6/12/2022).
Dia mengatakan meskipun barang pokok sedang mahal tapi memilih untuk tidak menaikkan harga lauk yang dijualnya.
BACA JUGA:Ibu-Ibu! Harga Tomat hingga Bawang Merah Naik Jelang Nataru 2023, Berikut Rinciannya
Porsi yang diberikan kepada pembeli juga tidak dikurangi. Hanya saja, bumbu yang dia gunakan dikurangi dari biasanya.


&quot;Susah mau naikinnya. Naik Rp500 aja, pada kabur yang beli. Paling strateginya, saya kurangi bumbu. Pinter-pinter kita aja gimana ngaturnya,&quot; jelasnya.
Kemudian, seorang pembeli bahan pokok bernama Ranimenuturkan, semenjak harga telur mahal tidak lagi membeli dalam jumlah banyak, hanya secukupnya.
&quot;Secukupnya aja. Kaya ini tadi saya beli cabe sama bawang merah goceng (Rp5.000). Buat nyambel. Beli telur juga gitu. Buat lauk berdua sama cucu nggak usah beli banyak, mahal juga,&quot; katanya.
Rani pun berharap, harga barang pokok perlahan bisa segera melandai.
&quot;Jangan tambah naik, nanti orang susah jadi enggak bisa beli,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
