<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Tantangan, OJK Ungkap Peluang Besar Ekonomi di 2023</title><description>OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga dan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan (LJK).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721598/banyak-tantangan-ojk-ungkap-peluang-besar-ekonomi-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721598/banyak-tantangan-ojk-ungkap-peluang-besar-ekonomi-di-2023"/><item><title>Banyak Tantangan, OJK Ungkap Peluang Besar Ekonomi di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721598/banyak-tantangan-ojk-ungkap-peluang-besar-ekonomi-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721598/banyak-tantangan-ojk-ungkap-peluang-besar-ekonomi-di-2023</guid><pubDate>Selasa 06 Desember 2022 14:17 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/06/320/2721598/banyak-tantangan-ojk-ungkap-peluang-besar-ekonomi-di-2023-ZV4aD6Z4Zb.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/06/320/2721598/banyak-tantangan-ojk-ungkap-peluang-besar-ekonomi-di-2023-ZV4aD6Z4Zb.jfif</image><title>Ekspor RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga dan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan (LJK) konsisten tumbuh meningkat sehingga terus mendukung peningkatan kinerja perekonomian nasional di tengah tingginya ketidakpastian global.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan sejumlah lembaga nasional seperti OECD, memperkirakan ekonomi global akan tumbuh melambat di tahun 2023 disebabkan oleh pengetatan kebijakan moneter global, tingginya harga komoditas energi dunia yang dipengaruhi tensi geopolitik dan masih persistensinya tingkat inflasi di level yang tinggi.
BACA JUGA:Izin Usaha Dicabut, OJK Ungkap Modus Operasi Asuransi Wanaartha Life

&quot;Oleh karenanya, perlu dicermati perkembangan sektor-sektor yang memiliki porsi ekspor yang tinggi serta sektor padat modal yang akan lebih terdampak oleh kenaikan suku bunga,&quot; ujar Mahendra dalam Konferensi Pers RDKB November 2022, Selasa (6/12/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNS82LzE1ODE3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Indikator perekonomian terkini menunjukkan kinerja ekonomi nasional masih cukup baik. Terlihat dari neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus.
BACA JUGA:Kasus Wanaartha, OJK Kaji Ulang Produk Asuransi Saving Plan

Adapun Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur yang berada di zona ekspansi dan indikator pertumbuhan konsumsi masyarakat yang masih solid.Selain itu, optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi juga masih positif. Bank Indonesia kembali meningkatkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar.
&quot;Namun demikian laju pemulihan perekonomian maupun intermediasi sektor keuangan belum terlalu terdampak oleh kenaikan suku bunga yang dimaksud,&quot; pungkas Mahendra.</description><content:encoded>JAKARTA - Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga dan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan (LJK) konsisten tumbuh meningkat sehingga terus mendukung peningkatan kinerja perekonomian nasional di tengah tingginya ketidakpastian global.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan sejumlah lembaga nasional seperti OECD, memperkirakan ekonomi global akan tumbuh melambat di tahun 2023 disebabkan oleh pengetatan kebijakan moneter global, tingginya harga komoditas energi dunia yang dipengaruhi tensi geopolitik dan masih persistensinya tingkat inflasi di level yang tinggi.
BACA JUGA:Izin Usaha Dicabut, OJK Ungkap Modus Operasi Asuransi Wanaartha Life

&quot;Oleh karenanya, perlu dicermati perkembangan sektor-sektor yang memiliki porsi ekspor yang tinggi serta sektor padat modal yang akan lebih terdampak oleh kenaikan suku bunga,&quot; ujar Mahendra dalam Konferensi Pers RDKB November 2022, Selasa (6/12/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNS82LzE1ODE3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Indikator perekonomian terkini menunjukkan kinerja ekonomi nasional masih cukup baik. Terlihat dari neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus.
BACA JUGA:Kasus Wanaartha, OJK Kaji Ulang Produk Asuransi Saving Plan

Adapun Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur yang berada di zona ekspansi dan indikator pertumbuhan konsumsi masyarakat yang masih solid.Selain itu, optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi juga masih positif. Bank Indonesia kembali meningkatkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar.
&quot;Namun demikian laju pemulihan perekonomian maupun intermediasi sektor keuangan belum terlalu terdampak oleh kenaikan suku bunga yang dimaksud,&quot; pungkas Mahendra.</content:encoded></item></channel></rss>
