<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Bisa Ditawar Lagi, Presiden Jokowi: Pembelian Produk Dalam Negeri Wajib!</title><description>Jokowi) menyatakan bahwa pembelian produk-produk dalam negeri wajib bagi kementerian dan lembaga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721639/tak-bisa-ditawar-lagi-presiden-jokowi-pembelian-produk-dalam-negeri-wajib</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721639/tak-bisa-ditawar-lagi-presiden-jokowi-pembelian-produk-dalam-negeri-wajib"/><item><title>Tak Bisa Ditawar Lagi, Presiden Jokowi: Pembelian Produk Dalam Negeri Wajib!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721639/tak-bisa-ditawar-lagi-presiden-jokowi-pembelian-produk-dalam-negeri-wajib</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721639/tak-bisa-ditawar-lagi-presiden-jokowi-pembelian-produk-dalam-negeri-wajib</guid><pubDate>Selasa 06 Desember 2022 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/06/320/2721639/tak-bisa-ditawar-lagi-presiden-jokowi-pembelian-produk-dalam-negeri-wajib-Kp3qZHSzzY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/06/320/2721639/tak-bisa-ditawar-lagi-presiden-jokowi-pembelian-produk-dalam-negeri-wajib-Kp3qZHSzzY.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa pembelian produk-produk dalam negeri wajib bagi kementerian dan lembaga. Perlu adanya juga kontrol belanja untuk bisa menaikan konsumsi masyarakat.
&quot;Berkaitan dengan strategi besar di tengah situasi ekonomi dunia yang sedang bergejolak, saya ingin mengingatkan kembali yang berkaitan dengan peningkatan konsumsi. Terutama yang berkaitan dgn belanja-belanja dari pemerintah, belanja APBN, belanja APBD, belanja BUMN harus diikuti, dikontrol agar bisa menaikkan konsumsi masyarakat,&quot; kata Jokowi dalam sidang kabinet paripurna dengan tema perkiraan kondisi perekonomian tahun 2023, evaluasi penanganan covid-19, serta antisipasi krisis pangan dan energi, Selasa (6/12/2022).
BACA JUGA:Presiden Jokowi Instruksikan Rumah Ibadah hingga Sekolah Terdampak Gempa Cianjur Segera Dibangun Ulang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Sehingga yang namanya pembelian produk-produk dalam negeri itu wajib. Tidak bisa ditawar lagi,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNi82LzE1ODIxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Jokowi juga memerintahkan agar kementerian lembaga lain langsung membelanjakan anggarannya pada awal tahun 2023 nanti.
BACA JUGA:Viral Video WO Pernikahan Kaesang dan Erina Gudono, Rapat Bareng Presiden Jokowi hingga Luhut

&quot;Kemudian di awal-awal tahun ini biasanya yg memulai yang mendahului pasti kementerian PU. Saya minta kementerian lain juga melakukan hal yang sama. Belanja modal, belanja sosial, segera direalisasikan di awal-awal tahun dan dikawal secara detil jangan terjebak pada rutinitas,&quot; jelasnya.Selain itu, Jokowi juga meminta Mendagri Tito Karnavian meminta Kepala Daerah agar terus mengendalikan inflasi.
&quot;Ini sudah dilakukan tapi ada beberapa daerah yang belum memberikan peringatan dan ini kelihatan sekali inflasi dari 3 bulan yang lalu 5,9%. Kemarin turun ke 5,7%, kemarin turun ke 5,4%. Ini artinya daerah sudah melakukan tetapi bisa, masih diberikan peringatan lagi agar semua melakukan dan saya lihat nanti akan turun dan turun lagi,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa pembelian produk-produk dalam negeri wajib bagi kementerian dan lembaga. Perlu adanya juga kontrol belanja untuk bisa menaikan konsumsi masyarakat.
&quot;Berkaitan dengan strategi besar di tengah situasi ekonomi dunia yang sedang bergejolak, saya ingin mengingatkan kembali yang berkaitan dengan peningkatan konsumsi. Terutama yang berkaitan dgn belanja-belanja dari pemerintah, belanja APBN, belanja APBD, belanja BUMN harus diikuti, dikontrol agar bisa menaikkan konsumsi masyarakat,&quot; kata Jokowi dalam sidang kabinet paripurna dengan tema perkiraan kondisi perekonomian tahun 2023, evaluasi penanganan covid-19, serta antisipasi krisis pangan dan energi, Selasa (6/12/2022).
BACA JUGA:Presiden Jokowi Instruksikan Rumah Ibadah hingga Sekolah Terdampak Gempa Cianjur Segera Dibangun Ulang&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Sehingga yang namanya pembelian produk-produk dalam negeri itu wajib. Tidak bisa ditawar lagi,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNi82LzE1ODIxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Jokowi juga memerintahkan agar kementerian lembaga lain langsung membelanjakan anggarannya pada awal tahun 2023 nanti.
BACA JUGA:Viral Video WO Pernikahan Kaesang dan Erina Gudono, Rapat Bareng Presiden Jokowi hingga Luhut

&quot;Kemudian di awal-awal tahun ini biasanya yg memulai yang mendahului pasti kementerian PU. Saya minta kementerian lain juga melakukan hal yang sama. Belanja modal, belanja sosial, segera direalisasikan di awal-awal tahun dan dikawal secara detil jangan terjebak pada rutinitas,&quot; jelasnya.Selain itu, Jokowi juga meminta Mendagri Tito Karnavian meminta Kepala Daerah agar terus mengendalikan inflasi.
&quot;Ini sudah dilakukan tapi ada beberapa daerah yang belum memberikan peringatan dan ini kelihatan sekali inflasi dari 3 bulan yang lalu 5,9%. Kemarin turun ke 5,7%, kemarin turun ke 5,4%. Ini artinya daerah sudah melakukan tetapi bisa, masih diberikan peringatan lagi agar semua melakukan dan saya lihat nanti akan turun dan turun lagi,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
