<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kredit Perbankan Tumbuh 11,95% Jadi Rp6.333 Triliun di Oktober 2022</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa kredit perbankan pada Oktober 2022 tumbuh meningkat menjadi 11,95% yoy.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721650/kredit-perbankan-tumbuh-11-95-jadi-rp6-333-triliun-di-oktober-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721650/kredit-perbankan-tumbuh-11-95-jadi-rp6-333-triliun-di-oktober-2022"/><item><title>Kredit Perbankan Tumbuh 11,95% Jadi Rp6.333 Triliun di Oktober 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721650/kredit-perbankan-tumbuh-11-95-jadi-rp6-333-triliun-di-oktober-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721650/kredit-perbankan-tumbuh-11-95-jadi-rp6-333-triliun-di-oktober-2022</guid><pubDate>Selasa 06 Desember 2022 15:01 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/06/320/2721650/kredit-perbankan-tumbuh-11-95-jadi-rp6-333-triliun-di-oktober-2022-dqKetWRyBg.JPG" expression="full" type="image/jpeg">OJK. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/06/320/2721650/kredit-perbankan-tumbuh-11-95-jadi-rp6-333-triliun-di-oktober-2022-dqKetWRyBg.JPG</image><title>OJK. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa kredit perbankan pada Oktober 2022 tumbuh meningkat menjadi 11,95% yoy, utamanya ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh sebesar 13,65% yoy.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, secara bulanan nominal kredit perbankan naik sebesar Rp58,61 triliun menjadi Rp6.333,51 triliun.

&quot;Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Oktober 2022 tercatat tumbuh 9,41% yoy menjadi Rp7.927 triliun, meningkat dari laju pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,77% yoy, utamanya didorong peningkatan giro,&quot; ujar Dian dalam dalam Konferensi Pers RDKB November 2022, Selasa (6/12/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:OJK Minta Anggaran 2023 Naik Jadi Rp731 Miliar
Likuiditas industri perbankan pada Oktober 2022 dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuiditas yang terjaga.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNC80LzE1NjI3My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing sebesar 130,17% (September 2022: 121,62%) dan 29,46% (September 2022: 27,35%), jauh di atas ambang batas ketentuan masing-masing sebesar 50% dan 10%.

&quot;Risiko kredit melanjutkan penurunan dengan rasio NPL net perbankan sebesar 0,78% (NPL gross: 2,72%),&quot; ungkap Dian.

Di sisi lain, kredit restrukturisasi Covid-19 kembali mencatatkan penurunan sebesar Rp5,57 triliun menjadi Rp514,07 triliun dengan jumlah nasabah juga menurun menjadi 2,55 juta nasabah (September 2022: 2,63 juta nasabah).

Posisi Devisa Neto (PDN) Oktober 2022 tercatat sebesar 2,01%, jauh di bawah threshold 20%.

Capital Adequacy Ratio (CAR) industri Perbankan tercatat meningkat menjadi 25,13% dari posisi September 2022 yang sebesar 25,09%.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa kredit perbankan pada Oktober 2022 tumbuh meningkat menjadi 11,95% yoy, utamanya ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh sebesar 13,65% yoy.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, secara bulanan nominal kredit perbankan naik sebesar Rp58,61 triliun menjadi Rp6.333,51 triliun.

&quot;Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Oktober 2022 tercatat tumbuh 9,41% yoy menjadi Rp7.927 triliun, meningkat dari laju pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,77% yoy, utamanya didorong peningkatan giro,&quot; ujar Dian dalam dalam Konferensi Pers RDKB November 2022, Selasa (6/12/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:OJK Minta Anggaran 2023 Naik Jadi Rp731 Miliar
Likuiditas industri perbankan pada Oktober 2022 dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuiditas yang terjaga.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNC80LzE1NjI3My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing sebesar 130,17% (September 2022: 121,62%) dan 29,46% (September 2022: 27,35%), jauh di atas ambang batas ketentuan masing-masing sebesar 50% dan 10%.

&quot;Risiko kredit melanjutkan penurunan dengan rasio NPL net perbankan sebesar 0,78% (NPL gross: 2,72%),&quot; ungkap Dian.

Di sisi lain, kredit restrukturisasi Covid-19 kembali mencatatkan penurunan sebesar Rp5,57 triliun menjadi Rp514,07 triliun dengan jumlah nasabah juga menurun menjadi 2,55 juta nasabah (September 2022: 2,63 juta nasabah).

Posisi Devisa Neto (PDN) Oktober 2022 tercatat sebesar 2,01%, jauh di bawah threshold 20%.

Capital Adequacy Ratio (CAR) industri Perbankan tercatat meningkat menjadi 25,13% dari posisi September 2022 yang sebesar 25,09%.</content:encoded></item></channel></rss>
