<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK: Pendapatan Asuransi Rp255 Triliun, Naik 1,8% hingga Oktober 2022</title><description>OJK mencatat akumulasi pendapatan sektor asuransi selama periode Januari sampai dengan Oktober 2022 mencapai Rp255,2 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721684/ojk-pendapatan-asuransi-rp255-triliun-naik-1-8-hingga-oktober-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721684/ojk-pendapatan-asuransi-rp255-triliun-naik-1-8-hingga-oktober-2022"/><item><title>OJK: Pendapatan Asuransi Rp255 Triliun, Naik 1,8% hingga Oktober 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721684/ojk-pendapatan-asuransi-rp255-triliun-naik-1-8-hingga-oktober-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721684/ojk-pendapatan-asuransi-rp255-triliun-naik-1-8-hingga-oktober-2022</guid><pubDate>Selasa 06 Desember 2022 15:35 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/06/320/2721684/ojk-pendapatan-asuransi-rp255-triliun-naik-1-8-hingga-oktober-2022-jlN8Aic8oz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pendapatan asuransi meningkat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/06/320/2721684/ojk-pendapatan-asuransi-rp255-triliun-naik-1-8-hingga-oktober-2022-jlN8Aic8oz.jpg</image><title>Pendapatan asuransi meningkat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat akumulasi pendapatan sektor asuransi selama periode Januari sampai dengan Oktober 2022 mencapai Rp255,2 triliun. Pendapatan sektor asuransi tumbuh 1,81% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan akumulasi premi asuransi umum juga tumbuh sebesar 16,93% yoy mencapai Rp97,78 triliun per Oktober 2022.
BACA JUGA:Izin Usaha Dicabut, OJK Ungkap Modus Operasi Asuransi Wanaartha Life

&amp;ldquo;Namun demikian, akumulasi premi asuransi jiwa terkontraksi sebesar -5,76% yoy dibanding periode sebelumnya dengan nilai sebesar Rp157,42 triliun per Oktober 2022,&amp;rdquo; kata Ogi dalam Konferensi Pers RDKB November 2022, Selasa (6/12/2022).
Sementara itu, permodalan di sektor IKNB terjaga dengan industri asuransi jiwa dan asuransi umum mencatatkan risk-based capital (RBC) sebesar 464,24% dan 313,71%.
BACA JUGA:Kasus Wanaartha, OJK Kaji Ulang Produk Asuransi Saving Plan

&amp;ldquo;Meskipun RBC dalam tren yang menurun dan RBC beberapa perusahaan asuransi di-monitor ketat, namun secara agregat RBC industri asuransi masih berada di atas threshold sebesar 120%,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMy80LzE1NzQzNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selanjutnya, dari sektor dana pensiun, Ogi mencatat sektor ini  mengalami pertumbuhan aset sebesar 4,2% yoy dengan nilai aset mencapai  Rp338,71 triliun. Sementara itu, nilai outstanding piutang pembiayaan  tumbuh 12,17% secara tahunan pada Oktober 2022 menjadi sebesar Rp402,6  triliun.
Hal ini didukung pembiayaan modal kerja dan investasi yang  masing-masing tumbuh sebesar 31,6% yoy dan 23,7% yoy. Kemudian, gearing  ratio (GR) perusahaan pembiayaan yang tercatat sebesar 2,01 kali atau  jauh di bawah batas maksimum 10 kali.
Ogi menyampaikan bahwa profil risiko perusahaan pembiayaan masih  terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) yang tercatat turun  menjadi sebesar 2,54%, di mana per September 2022 sebesar 2,58%. Adapun,  OJK mencermati tren kenaikan resiko itu dan penurunan kinerja di  beberapa financial technology peer-to-peer (fintech p2p) lending.
Secara rinci, fintech p2p lending pada Oktober 2022 masih mencatatkan  pertumbuhan dengan outstanding pembiayaan tumbuh sebesar 76,8% yoy,  meningkat Rp0,6 triliun menjadi Rp49,34 triliun.
&amp;ldquo;Tingkat risiko kredit secara agregat atau TWP90 tercatat menurun  menjadi 2,9%, di mana per September 2022 berada di level 3,07%,&amp;rdquo;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat akumulasi pendapatan sektor asuransi selama periode Januari sampai dengan Oktober 2022 mencapai Rp255,2 triliun. Pendapatan sektor asuransi tumbuh 1,81% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan akumulasi premi asuransi umum juga tumbuh sebesar 16,93% yoy mencapai Rp97,78 triliun per Oktober 2022.
BACA JUGA:Izin Usaha Dicabut, OJK Ungkap Modus Operasi Asuransi Wanaartha Life

&amp;ldquo;Namun demikian, akumulasi premi asuransi jiwa terkontraksi sebesar -5,76% yoy dibanding periode sebelumnya dengan nilai sebesar Rp157,42 triliun per Oktober 2022,&amp;rdquo; kata Ogi dalam Konferensi Pers RDKB November 2022, Selasa (6/12/2022).
Sementara itu, permodalan di sektor IKNB terjaga dengan industri asuransi jiwa dan asuransi umum mencatatkan risk-based capital (RBC) sebesar 464,24% dan 313,71%.
BACA JUGA:Kasus Wanaartha, OJK Kaji Ulang Produk Asuransi Saving Plan

&amp;ldquo;Meskipun RBC dalam tren yang menurun dan RBC beberapa perusahaan asuransi di-monitor ketat, namun secara agregat RBC industri asuransi masih berada di atas threshold sebesar 120%,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMy80LzE1NzQzNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selanjutnya, dari sektor dana pensiun, Ogi mencatat sektor ini  mengalami pertumbuhan aset sebesar 4,2% yoy dengan nilai aset mencapai  Rp338,71 triliun. Sementara itu, nilai outstanding piutang pembiayaan  tumbuh 12,17% secara tahunan pada Oktober 2022 menjadi sebesar Rp402,6  triliun.
Hal ini didukung pembiayaan modal kerja dan investasi yang  masing-masing tumbuh sebesar 31,6% yoy dan 23,7% yoy. Kemudian, gearing  ratio (GR) perusahaan pembiayaan yang tercatat sebesar 2,01 kali atau  jauh di bawah batas maksimum 10 kali.
Ogi menyampaikan bahwa profil risiko perusahaan pembiayaan masih  terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) yang tercatat turun  menjadi sebesar 2,54%, di mana per September 2022 sebesar 2,58%. Adapun,  OJK mencermati tren kenaikan resiko itu dan penurunan kinerja di  beberapa financial technology peer-to-peer (fintech p2p) lending.
Secara rinci, fintech p2p lending pada Oktober 2022 masih mencatatkan  pertumbuhan dengan outstanding pembiayaan tumbuh sebesar 76,8% yoy,  meningkat Rp0,6 triliun menjadi Rp49,34 triliun.
&amp;ldquo;Tingkat risiko kredit secara agregat atau TWP90 tercatat menurun  menjadi 2,9%, di mana per September 2022 berada di level 3,07%,&amp;rdquo;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
