<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siap-Siap! Pertamax Bakal Dicampur dengan Bioetanol</title><description>Pemerintah mulai menguji coba pencampuran pertamax dengan bioetanol untuk bahan bakar kendaraan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721912/siap-siap-pertamax-bakal-dicampur-dengan-bioetanol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721912/siap-siap-pertamax-bakal-dicampur-dengan-bioetanol"/><item><title>Siap-Siap! Pertamax Bakal Dicampur dengan Bioetanol</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721912/siap-siap-pertamax-bakal-dicampur-dengan-bioetanol</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721912/siap-siap-pertamax-bakal-dicampur-dengan-bioetanol</guid><pubDate>Selasa 06 Desember 2022 20:25 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/06/320/2721912/siap-siap-pertamax-bakal-dicampur-dengan-bioetanol-hsZKRGnY0o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah ujicoba pertamax dicampur bioetanol (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/06/320/2721912/siap-siap-pertamax-bakal-dicampur-dengan-bioetanol-hsZKRGnY0o.jpg</image><title>Pemerintah ujicoba pertamax dicampur bioetanol (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mulai menguji coba pencampuran pertamax dengan bioetanol untuk bahan bakar kendaraan di wilayah Surabaya pada 2023 mendatang.
Direktur Bioenergi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Edi Wibowo mengatakan pemerintah akan mewajibkan BBM dengan kadar oktan 92 untuk dicampur dengan 5 persen bioetanol (E5).
BACA JUGA:Harga Pertamax Ternyata Lebih Murah dari Bensin Shell dan BP

&quot;Nanti Pertamax yang RON 92 itu kita wajibkan untuk dicampur bioetanol. Itu untuk Surabaya dan sekitarnya,&quot; katanya dilansir dari Antara, Selasa (6/12/2022).
Edi menjelaskan total pasokan bioetanol yang saat ini mencapai 40 ribu kiloliter (KL) akan cukup untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Ada pun pemilihan wilayah percontohan di Surabaya dilakukan lantaran pemasok bioetanol juga beroperasi di Surabaya.
BACA JUGA:6 Fakta Harga BBM Pertamax Lebih Murah Dibanding RON 92 Lainnya

&quot;Kita harap mulai tahun depan, saya masih belum bisa pastikan kapan, tapi secepatnya,&quot; katanya.
Edi berharap dimulainya pilot project E5 akan mendorong pemanfaatan bioetanol di Indonesia setelah diluncurkannya program Bioetanol Tebu Untuk Ketahanan Energi oleh Presiden Jokowi pada awal November lalu.
Presiden Jokowi mengharapkan program bioetanol ini dapat berjalan sesuai rencana, dimulai dari bioetanol 5 persen (E5) pada BBM kemudian meningkat E10, E20 dan seterusnya.
&quot;Nanti kalau sudah mulai, pasarnya kelihatan, mungkin nanti investor tertarik, kita bisa kembangkan ke daerah lain,&quot; imbuh Edi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNS8xLzE1ODE3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Edi juga mengatakan pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pemasok  bioetanol, regulator hingga Pertamina. Di sisi lain, Direktur PT Energi  Agro Nusantara (Enero) Dimas Eko Prasetyo mengungkapkan pihaknya siap  memasok bioetanol dari molases (tetes tebu) untuk mendukung proyek  percontohan tersebut.
Enero merupakan anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara X yang  mengolah molases (tetes tebu) menjadi etanol dengan tingkat kemurnian  99,5%.
&quot;Kalau kami dari sisi produsen sudah siap. Kalau kita pikir target  E5, E10, Jawa saja masih belum tapi kalau tidak dimulai dari yang kecil,  bagaimana mau besar,&quot; katanya.
Dimas menyebut saat ini masih menunggu kesiapan di sisi hilir karena perlu diselesaikan dari sisi komersial.
&quot;Misalnya harga sampai end user seperti apa, skemanya seperti apa, juga fasilitas dan lainnya,&quot; kata Dimas.
Program Bioetanol Tebu untuk Ketahanan Energi diproyeksikan dapat  menjadi solusi peningkatan jumlah produksi bioetanol nasional dari 40  ribu kiloliter di tahun 2022 menjadi 1,2 juta kiloliter di tahun 2030  dan menjadi potensi campuran BBM jenis minyak bensin.
Hal ini didasarkan pada studi yang dilakukan di Brasil, di mana  energi yang dihasilkan dari 1 ton tebu setara dengan 1,2 barel crude  oil.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mulai menguji coba pencampuran pertamax dengan bioetanol untuk bahan bakar kendaraan di wilayah Surabaya pada 2023 mendatang.
Direktur Bioenergi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Edi Wibowo mengatakan pemerintah akan mewajibkan BBM dengan kadar oktan 92 untuk dicampur dengan 5 persen bioetanol (E5).
BACA JUGA:Harga Pertamax Ternyata Lebih Murah dari Bensin Shell dan BP

&quot;Nanti Pertamax yang RON 92 itu kita wajibkan untuk dicampur bioetanol. Itu untuk Surabaya dan sekitarnya,&quot; katanya dilansir dari Antara, Selasa (6/12/2022).
Edi menjelaskan total pasokan bioetanol yang saat ini mencapai 40 ribu kiloliter (KL) akan cukup untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Ada pun pemilihan wilayah percontohan di Surabaya dilakukan lantaran pemasok bioetanol juga beroperasi di Surabaya.
BACA JUGA:6 Fakta Harga BBM Pertamax Lebih Murah Dibanding RON 92 Lainnya

&quot;Kita harap mulai tahun depan, saya masih belum bisa pastikan kapan, tapi secepatnya,&quot; katanya.
Edi berharap dimulainya pilot project E5 akan mendorong pemanfaatan bioetanol di Indonesia setelah diluncurkannya program Bioetanol Tebu Untuk Ketahanan Energi oleh Presiden Jokowi pada awal November lalu.
Presiden Jokowi mengharapkan program bioetanol ini dapat berjalan sesuai rencana, dimulai dari bioetanol 5 persen (E5) pada BBM kemudian meningkat E10, E20 dan seterusnya.
&quot;Nanti kalau sudah mulai, pasarnya kelihatan, mungkin nanti investor tertarik, kita bisa kembangkan ke daerah lain,&quot; imbuh Edi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNS8xLzE1ODE3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Edi juga mengatakan pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pemasok  bioetanol, regulator hingga Pertamina. Di sisi lain, Direktur PT Energi  Agro Nusantara (Enero) Dimas Eko Prasetyo mengungkapkan pihaknya siap  memasok bioetanol dari molases (tetes tebu) untuk mendukung proyek  percontohan tersebut.
Enero merupakan anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara X yang  mengolah molases (tetes tebu) menjadi etanol dengan tingkat kemurnian  99,5%.
&quot;Kalau kami dari sisi produsen sudah siap. Kalau kita pikir target  E5, E10, Jawa saja masih belum tapi kalau tidak dimulai dari yang kecil,  bagaimana mau besar,&quot; katanya.
Dimas menyebut saat ini masih menunggu kesiapan di sisi hilir karena perlu diselesaikan dari sisi komersial.
&quot;Misalnya harga sampai end user seperti apa, skemanya seperti apa, juga fasilitas dan lainnya,&quot; kata Dimas.
Program Bioetanol Tebu untuk Ketahanan Energi diproyeksikan dapat  menjadi solusi peningkatan jumlah produksi bioetanol nasional dari 40  ribu kiloliter di tahun 2022 menjadi 1,2 juta kiloliter di tahun 2030  dan menjadi potensi campuran BBM jenis minyak bensin.
Hal ini didasarkan pada studi yang dilakukan di Brasil, di mana  energi yang dihasilkan dari 1 ton tebu setara dengan 1,2 barel crude  oil.</content:encoded></item></channel></rss>
