<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI-Selandia Baru Buka Peluang Kerjasama Jaminan Produk Halal</title><description>Indonesia dan Selandia Baru membuka peluang kerjasama Jaminan Produk Halal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721920/ri-selandia-baru-buka-peluang-kerjasama-jaminan-produk-halal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721920/ri-selandia-baru-buka-peluang-kerjasama-jaminan-produk-halal"/><item><title>RI-Selandia Baru Buka Peluang Kerjasama Jaminan Produk Halal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721920/ri-selandia-baru-buka-peluang-kerjasama-jaminan-produk-halal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721920/ri-selandia-baru-buka-peluang-kerjasama-jaminan-produk-halal</guid><pubDate>Selasa 06 Desember 2022 20:38 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/06/320/2721920/ri-selandia-baru-buka-peluang-kerjasama-jaminan-produk-halal-YopbqWBLJu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI-Selandia Baru bahas peluang kerjasama jaminan produk halal (Foto: Kemenag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/06/320/2721920/ri-selandia-baru-buka-peluang-kerjasama-jaminan-produk-halal-YopbqWBLJu.jpg</image><title>RI-Selandia Baru bahas peluang kerjasama jaminan produk halal (Foto: Kemenag)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia dan Selandia Baru membuka peluang kerjasama Jaminan Produk Halal. Hal ini seiring dengan upaya pemerintah menjadikan Indonesia pemimpin industri halal global pada 2024.
Pembahasan terkait kerja sama jaminan produk halal ini menjadi salah satu topik pembicaraan dalam pertemuan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa&amp;rsquo;adi dengan Menteri Pertanian Selandia Baru Hon Damien O&amp;rsquo;Connor, di Selandia Baru.
BACA JUGA:Keren! 100 Pelaku Usaha Indonesia Pamer Produk Halal di Turki

&amp;ldquo;Kita berharap, kedua negara dapat segera menindaklanjuti pembicaraan yang telah dilakukan menjadi perjanjian kerja sama yang lebih konkret,&amp;rdquo; ungkap Zainut Tauhid, Selasa (6/12/2022).
Zainut membeberkan banyak peluang kerja sama jaminan produk halal yang dapat dilakukan dengan Selandia Baru. Antara lain, kerjasama terkait pasokan daging halal.
&amp;ldquo;Seperti diketahui, Selandia Baru selama ini menjadi salah satu negara pemasok daging halal. Sebagai negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, maka pasokan daging halal tentunya menjadi kebutuhan Indonesia,&amp;rdquo; ujar Wamenag.
BACA JUGA:Buka Pekan KHAS, Bobby Nasution: Medan Kota Pertama Gratiskan Pengurusan Sertifikat Halal UMKM

&amp;ldquo;Banyak tenaga profesional Juru Sembelih Halal (Juleha) di Selandia Baru ternyata juga berasal dari Indonesia. Semoga nanti makin banyak juru sembelih yang bisa kita kirimkan juga ke Selandia Baru,&amp;rdquo; imbuh Zainut Tauhid.
Wamenag berharap, kerja sama jaminan produk halal yang dilakukan dapat memberikan keuntungan bagi dua negara.
&quot;Kami berharap, kerja sama dan kemitraan ini didasarkan pada azas saling menguntungkan dan menghormati kedaulatan serta integritas wilayah negara masing-masing,&quot; ujar Wamenag.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMS80LzE1NzI5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam kunjungan kerja yang berlangsung mulai 2 hingga 6 Desember 2022  ini, Tim Asesor BPJPH juga melakukan asesmen terhadap tiga lembaga  halal yang ada di Selandia Baru, yaitu Halal Conformity Service (HCS),  New Zealand Islamic Development Trust (NZIDT), dan The Federation of  Islamic Associations of New Zealand (FIANZ).
&quot;Asesmen dilakukan untuk memberikan saling pengakuan dan keberterimaan terhadap produk halal di kedua negara,&quot; ungkap Wamenag.
Sementara Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)  Muhammad Aqil Irham yang turut serta dalam rombongan Wamenag  menyampaikan proses asesmen ini penting untuk dilakukan untuk memastikan  standar yang digunakan lembaga halal Selandia Baru sama dengan  Indonesia.
&quot;Bila sudah ada lembaga yang memenuhi syarat dan standar Indonesia  terkait jaminan produk halal, rekan pengusaha ekspor dari Selandia Baru  tidak perlu repot untuk mensertifikasi halal produknya dan bisa masuk ke  pasar Indonesia,&quot; jelas Aqil.
Selain itu, Tim BPJPH juga berkesempatan mengunjungi salah satu  produsen daging terbesar di Selandia Baru, yakni Silver Fern Farms.
&amp;ldquo;Kami di sana melihat apakah perusahaan juga menerapkan standar halal  seperti yang ditetapkan BPJPH terkait produk Selandia Baru yang akan  diekspor ke Indonesia,&amp;rdquo; papar Aqil.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia dan Selandia Baru membuka peluang kerjasama Jaminan Produk Halal. Hal ini seiring dengan upaya pemerintah menjadikan Indonesia pemimpin industri halal global pada 2024.
Pembahasan terkait kerja sama jaminan produk halal ini menjadi salah satu topik pembicaraan dalam pertemuan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa&amp;rsquo;adi dengan Menteri Pertanian Selandia Baru Hon Damien O&amp;rsquo;Connor, di Selandia Baru.
BACA JUGA:Keren! 100 Pelaku Usaha Indonesia Pamer Produk Halal di Turki

&amp;ldquo;Kita berharap, kedua negara dapat segera menindaklanjuti pembicaraan yang telah dilakukan menjadi perjanjian kerja sama yang lebih konkret,&amp;rdquo; ungkap Zainut Tauhid, Selasa (6/12/2022).
Zainut membeberkan banyak peluang kerja sama jaminan produk halal yang dapat dilakukan dengan Selandia Baru. Antara lain, kerjasama terkait pasokan daging halal.
&amp;ldquo;Seperti diketahui, Selandia Baru selama ini menjadi salah satu negara pemasok daging halal. Sebagai negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, maka pasokan daging halal tentunya menjadi kebutuhan Indonesia,&amp;rdquo; ujar Wamenag.
BACA JUGA:Buka Pekan KHAS, Bobby Nasution: Medan Kota Pertama Gratiskan Pengurusan Sertifikat Halal UMKM

&amp;ldquo;Banyak tenaga profesional Juru Sembelih Halal (Juleha) di Selandia Baru ternyata juga berasal dari Indonesia. Semoga nanti makin banyak juru sembelih yang bisa kita kirimkan juga ke Selandia Baru,&amp;rdquo; imbuh Zainut Tauhid.
Wamenag berharap, kerja sama jaminan produk halal yang dilakukan dapat memberikan keuntungan bagi dua negara.
&quot;Kami berharap, kerja sama dan kemitraan ini didasarkan pada azas saling menguntungkan dan menghormati kedaulatan serta integritas wilayah negara masing-masing,&quot; ujar Wamenag.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMS80LzE1NzI5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam kunjungan kerja yang berlangsung mulai 2 hingga 6 Desember 2022  ini, Tim Asesor BPJPH juga melakukan asesmen terhadap tiga lembaga  halal yang ada di Selandia Baru, yaitu Halal Conformity Service (HCS),  New Zealand Islamic Development Trust (NZIDT), dan The Federation of  Islamic Associations of New Zealand (FIANZ).
&quot;Asesmen dilakukan untuk memberikan saling pengakuan dan keberterimaan terhadap produk halal di kedua negara,&quot; ungkap Wamenag.
Sementara Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)  Muhammad Aqil Irham yang turut serta dalam rombongan Wamenag  menyampaikan proses asesmen ini penting untuk dilakukan untuk memastikan  standar yang digunakan lembaga halal Selandia Baru sama dengan  Indonesia.
&quot;Bila sudah ada lembaga yang memenuhi syarat dan standar Indonesia  terkait jaminan produk halal, rekan pengusaha ekspor dari Selandia Baru  tidak perlu repot untuk mensertifikasi halal produknya dan bisa masuk ke  pasar Indonesia,&quot; jelas Aqil.
Selain itu, Tim BPJPH juga berkesempatan mengunjungi salah satu  produsen daging terbesar di Selandia Baru, yakni Silver Fern Farms.
&amp;ldquo;Kami di sana melihat apakah perusahaan juga menerapkan standar halal  seperti yang ditetapkan BPJPH terkait produk Selandia Baru yang akan  diekspor ke Indonesia,&amp;rdquo; papar Aqil.</content:encoded></item></channel></rss>
