<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proyek MRT Fase 4 Fatmawati-Kampung Rambutan Dimulai 2025, Nilainya Rp17 Triliun</title><description>Proyek MRT Fase 4 Fatmawati-Kampung Rambutan akan dimulai 2025.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721932/proyek-mrt-fase-4-fatmawati-kampung-rambutan-dimulai-2025-nilainya-rp17-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721932/proyek-mrt-fase-4-fatmawati-kampung-rambutan-dimulai-2025-nilainya-rp17-triliun"/><item><title>Proyek MRT Fase 4 Fatmawati-Kampung Rambutan Dimulai 2025, Nilainya Rp17 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721932/proyek-mrt-fase-4-fatmawati-kampung-rambutan-dimulai-2025-nilainya-rp17-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/06/320/2721932/proyek-mrt-fase-4-fatmawati-kampung-rambutan-dimulai-2025-nilainya-rp17-triliun</guid><pubDate>Selasa 06 Desember 2022 20:53 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/06/320/2721932/proyek-mrt-fase-4-fatmawati-kampung-rambutan-dimulai-2025-nilainya-rp17-triliun-rxq3NLKVn0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proyek MRT fase 4 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/06/320/2721932/proyek-mrt-fase-4-fatmawati-kampung-rambutan-dimulai-2025-nilainya-rp17-triliun-rxq3NLKVn0.jpg</image><title>Proyek MRT fase 4 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Proyek MRT Fase 4 Fatmawati-Kampung Rambutan akan dimulai 2025. Proyek dibangun berdasarkan kesepakatan dengan Korea Selatan dengan skema pendanaan sepenuhnya dari pihak swasta atau non-pemerintah.
&quot;Fase 4 dari Fatmawati sampai Kampung Rambutan, skema di sini adalah pure PPP (Public Private Partnership) Jadi, ini kita akan coba menggunakan dana non Pemerintah. Di sini dari private sector di Korea Selatan,&quot; kata Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta Tuhiyat, Selasa (6/12/2022).
BACA JUGA:Arkeolog Bilang Rel Trem Kuno di Proyek MRT Direlokasi ke Perum PPD Jelambar

&quot;Kita akan membuat suatu vehicle, vehicle ini lah yang akan me-maintance, me-manage kita pakai AP (Availability Payment) jadi semua pembayaran itu akan digaransi oleh pendapatan dari rute itu. Itu lebih teknis sebetulnya, tapi skemanya kira kira tahun 2025 itu adalah update terakhir yang kita dapatkan berdasar kesepakatan pihak sana (Korea Selatan) dengan PT MRT,&quot; tambahnya.
Tuhiyat membeberkan nilai investasi proyek MRT Fase 4 Fatmawati-Kampung Rambutan mencapai Rp17 triliun. Sebab, nantinya MRT Fase 4 semua jalur di bawah tanah (underground).
BACA JUGA:Menhub: Korsel Ikut Bangun Proyek MRT Jakarta Fase 4

&quot;Karena ini underground walaupun cuma 10,9 km itu sekitar Rp17 triliun. Padahal 16 km dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI dulu Rp16 triliun. Sama ya? jadi 16 kilo dengan 11 kilo hampir sama tapi ini (Fase 4) fully underground. Udah gitu rate kurs juga berubah,&quot; ucap Tuhiyat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNi8xLzE1NzAwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebagai informasi, MRT Fase 4 membentang dari Fatmawati hingga  Kampung Rambutan di Jakarta Timur atau sepanjang Jalan TB Simatupang.  Nantinya akan ada 10 stasiun bawah tanah di antaranya Fatmawati, Warung  Jati, Antasari, Ampera, Pasar Minggu, Tanjung Barat, Ranco, Raya Bogor,  Tanah Merdeka, dan Kampung Rambutan.
Jalur MRT sepanjang 10,9 kilometer itu ditargetkan rampung tahun 2030  mendatang. Sedangkan pengerjaan pararel dengan Fase 3 Cikarang-Balaraja  atau East-West.
Dalam pembangunan MRT Fase 4 ini, negeri gingseng Korea Selatan turut  ambil peran. Hal itu ditandai dengan penandatanganan MoU antara  Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Korea Selatan.
Penandatanganan itu dihadiri oleh Menteri Perhubungan RI Budi Karya  Sumadi, Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korsel Won  Hee-Ryong, Dubes RI untuk Korsel Gandi Sulistiyanto, serta Pj Gubernur  DKI Jakarta Heru Budi Hartono.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Proyek MRT Fase 4 Fatmawati-Kampung Rambutan akan dimulai 2025. Proyek dibangun berdasarkan kesepakatan dengan Korea Selatan dengan skema pendanaan sepenuhnya dari pihak swasta atau non-pemerintah.
&quot;Fase 4 dari Fatmawati sampai Kampung Rambutan, skema di sini adalah pure PPP (Public Private Partnership) Jadi, ini kita akan coba menggunakan dana non Pemerintah. Di sini dari private sector di Korea Selatan,&quot; kata Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta Tuhiyat, Selasa (6/12/2022).
BACA JUGA:Arkeolog Bilang Rel Trem Kuno di Proyek MRT Direlokasi ke Perum PPD Jelambar

&quot;Kita akan membuat suatu vehicle, vehicle ini lah yang akan me-maintance, me-manage kita pakai AP (Availability Payment) jadi semua pembayaran itu akan digaransi oleh pendapatan dari rute itu. Itu lebih teknis sebetulnya, tapi skemanya kira kira tahun 2025 itu adalah update terakhir yang kita dapatkan berdasar kesepakatan pihak sana (Korea Selatan) dengan PT MRT,&quot; tambahnya.
Tuhiyat membeberkan nilai investasi proyek MRT Fase 4 Fatmawati-Kampung Rambutan mencapai Rp17 triliun. Sebab, nantinya MRT Fase 4 semua jalur di bawah tanah (underground).
BACA JUGA:Menhub: Korsel Ikut Bangun Proyek MRT Jakarta Fase 4

&quot;Karena ini underground walaupun cuma 10,9 km itu sekitar Rp17 triliun. Padahal 16 km dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI dulu Rp16 triliun. Sama ya? jadi 16 kilo dengan 11 kilo hampir sama tapi ini (Fase 4) fully underground. Udah gitu rate kurs juga berubah,&quot; ucap Tuhiyat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNi8xLzE1NzAwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebagai informasi, MRT Fase 4 membentang dari Fatmawati hingga  Kampung Rambutan di Jakarta Timur atau sepanjang Jalan TB Simatupang.  Nantinya akan ada 10 stasiun bawah tanah di antaranya Fatmawati, Warung  Jati, Antasari, Ampera, Pasar Minggu, Tanjung Barat, Ranco, Raya Bogor,  Tanah Merdeka, dan Kampung Rambutan.
Jalur MRT sepanjang 10,9 kilometer itu ditargetkan rampung tahun 2030  mendatang. Sedangkan pengerjaan pararel dengan Fase 3 Cikarang-Balaraja  atau East-West.
Dalam pembangunan MRT Fase 4 ini, negeri gingseng Korea Selatan turut  ambil peran. Hal itu ditandai dengan penandatanganan MoU antara  Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Korea Selatan.
Penandatanganan itu dihadiri oleh Menteri Perhubungan RI Budi Karya  Sumadi, Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korsel Won  Hee-Ryong, Dubes RI untuk Korsel Gandi Sulistiyanto, serta Pj Gubernur  DKI Jakarta Heru Budi Hartono.</content:encoded></item></channel></rss>
