<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wih! BMN dan Aset Negara Tembus Rp11.454 Triliun</title><description>Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa nilai dari BMN Barang Milik Negara (BMN) dan aset milik negara mencapai Rp11.454 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/07/320/2722190/wih-bmn-dan-aset-negara-tembus-rp11-454-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/07/320/2722190/wih-bmn-dan-aset-negara-tembus-rp11-454-triliun"/><item><title>Wih! BMN dan Aset Negara Tembus Rp11.454 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/07/320/2722190/wih-bmn-dan-aset-negara-tembus-rp11-454-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/07/320/2722190/wih-bmn-dan-aset-negara-tembus-rp11-454-triliun</guid><pubDate>Rabu 07 Desember 2022 10:49 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/07/320/2722190/wih-bmn-dan-aset-negara-tembus-rp11-454-triliun-X1tyrba7cy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/07/320/2722190/wih-bmn-dan-aset-negara-tembus-rp11-454-triliun-X1tyrba7cy.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa nilai dari BMN&amp;nbsp;Barang Milik Negara (BMN) dan aset milik negara mencapai Rp11.454 triliun hingga tahun 2021.
Kemudian, lanjut dia tergantung pada valuasi dan kualitas dari aset juga penting, tidak hanya dari sisi nilainya.
BACA JUGA:Sri Mulyani Kantongi Rp15,5 Triliun dari Lelang SUN Terakhir di 2022

&quot;Namun, nilai ini adalah hasil dari berbagai proses pembangunan. Kalau hari ini kita di Kementerian PUPR yang taglinenya Sigap Membangun Negeri, ini adalah salah satu hasil karya nyata yang sebagian besar dari Kementerian ini, jadi saya ingin berterima kasih pada kepemimpinan pak Bas dan seluruh jajaran PUPR,&quot; ujar Sri dalam acara Serah Terima Hibah Barang Milik Negara (BMN) Kementerian PUPR Tahap II secara virtual di Jakarta, Rabu (7/12/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNy80LzE1ODI4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Bahkan, dirinya mengaku senang telah hadir di dalam perhelatan acara tersebut.
&quot;Ini merupakan bentuk akuntabilitas publik yang sangat penting bagi masyarakat kita. Kenapa penting? Aset-aset negara, atau BMN itu dibangun menggunakan APBN, atau biasa kita sebut dalam komunikasi publik #UangKita,&quot; ujar Sri.
BACA JUGA:Ingatkan Pegawai Kemenkeu Majukan Indonesia Timur, Sri Mulyani: Kuncinya Komunikasi

BMN, sebut Sri, dibangun dari seluruh dana yang diperoleh dari pajak, bea dan cukai, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), bahkan sebagian adalah dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) atau Surat Utang Negara (SUN).&quot;Oleh karena itu, kita harus selalu bisa menyampaikan ke publik hasil dari berbagai penerimaan negara dari berbagai sumber, sehingga masyarakat memahami bagaimana pengelolaan uang negara itu dilakukan dan melihat hasil nyatanya,&quot; ungkap Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa nilai dari BMN&amp;nbsp;Barang Milik Negara (BMN) dan aset milik negara mencapai Rp11.454 triliun hingga tahun 2021.
Kemudian, lanjut dia tergantung pada valuasi dan kualitas dari aset juga penting, tidak hanya dari sisi nilainya.
BACA JUGA:Sri Mulyani Kantongi Rp15,5 Triliun dari Lelang SUN Terakhir di 2022

&quot;Namun, nilai ini adalah hasil dari berbagai proses pembangunan. Kalau hari ini kita di Kementerian PUPR yang taglinenya Sigap Membangun Negeri, ini adalah salah satu hasil karya nyata yang sebagian besar dari Kementerian ini, jadi saya ingin berterima kasih pada kepemimpinan pak Bas dan seluruh jajaran PUPR,&quot; ujar Sri dalam acara Serah Terima Hibah Barang Milik Negara (BMN) Kementerian PUPR Tahap II secara virtual di Jakarta, Rabu (7/12/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNy80LzE1ODI4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Bahkan, dirinya mengaku senang telah hadir di dalam perhelatan acara tersebut.
&quot;Ini merupakan bentuk akuntabilitas publik yang sangat penting bagi masyarakat kita. Kenapa penting? Aset-aset negara, atau BMN itu dibangun menggunakan APBN, atau biasa kita sebut dalam komunikasi publik #UangKita,&quot; ujar Sri.
BACA JUGA:Ingatkan Pegawai Kemenkeu Majukan Indonesia Timur, Sri Mulyani: Kuncinya Komunikasi

BMN, sebut Sri, dibangun dari seluruh dana yang diperoleh dari pajak, bea dan cukai, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), bahkan sebagian adalah dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) atau Surat Utang Negara (SUN).&quot;Oleh karena itu, kita harus selalu bisa menyampaikan ke publik hasil dari berbagai penerimaan negara dari berbagai sumber, sehingga masyarakat memahami bagaimana pengelolaan uang negara itu dilakukan dan melihat hasil nyatanya,&quot; ungkap Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
