<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Serapan Beras Rendah, Buwas: Jangan Sampai Jadi Masalah Berlarut-larut</title><description>Tingkat serapan beras yang rendah jangan sampai jadi masalah yang berlarut-larut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/07/320/2722650/serapan-beras-rendah-buwas-jangan-sampai-jadi-masalah-berlarut-larut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/07/320/2722650/serapan-beras-rendah-buwas-jangan-sampai-jadi-masalah-berlarut-larut"/><item><title>Serapan Beras Rendah, Buwas: Jangan Sampai Jadi Masalah Berlarut-larut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/07/320/2722650/serapan-beras-rendah-buwas-jangan-sampai-jadi-masalah-berlarut-larut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/07/320/2722650/serapan-beras-rendah-buwas-jangan-sampai-jadi-masalah-berlarut-larut</guid><pubDate>Rabu 07 Desember 2022 19:03 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/07/320/2722650/serapan-beras-rendah-buwas-jangan-sampai-jadi-masalah-berlarut-larut-zjjxjcJswe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Serapan beras rendah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/07/320/2722650/serapan-beras-rendah-buwas-jangan-sampai-jadi-masalah-berlarut-larut-zjjxjcJswe.jpg</image><title>Serapan beras rendah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tingkat serapan beras yang rendah jangan sampai jadi masalah yang berlarut-larut. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas mencatat ada indikasi permasalahan dibalik rendahnya serapan beras saat ini.
Buwas menyebut, kecurigaan tersebut dinilai harus diusut secara hukum. Indikasi tersebut disampaikan saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI.
BACA JUGA:Dirut Bulog Bantah soal Data Beras 610 Ribu Ton

Namun dirinya tidak merinci indikasi atau kecurigaan yang dimaksud, misalnya praktik penimbunan beras. Hanya saja dia menekan adanya permasalahan krusial di sektor hulu atau penggilingan.
&quot;Kalau terus didiamkan dengan tidak secara hukum, ini akan diulangi lagi, percaya sama saya. Ini juga jangan sampai jadi masalah terus yang berlarut-larut,&quot; ungkap Buwas, Rabu (7/12/2022).
BACA JUGA:Tenang, Kementan Siap Pasok 600.000 Ton Beras ke Bulog

Menurutnya, pengungkapan perkara utama minimnya serapan besar saat ini tidak bertujuan mencari kesalahan pihak tertentu, namun untuk kepentingan bersama. Pasalnya, beras sebagai komoditi primer masyarakat.
&quot;Sekali lagi bukan mencari kesalahan, ini untuk kebaikan dan kebenaran,&quot; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNy80LzE1ODI4NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebagai perbandingan, Buwas menceritakan pengalamannya saat menjadi  Dirut Bulog di masa Menteri BUMN, Rini Soemarno. Saat itu Bulog  disebut-sebut tidak mau menyerap Jagung di daerah Garut, Jawa Barat,  sehingga kawasan tersebut mencatatkan surplus yang cukup tinggi.
Namun, tudingan kepada Bulog di bantah Buwas saat dirinya melakukan  pengecekan ke daerah tersebut. Alih-alih bukan surplus, komoditas  tersebut justru tidak ada di penggilingan.
&quot;Pulang RDP saya berangkat ke Garut, sampai di Garut jam 1 malam,  yang ditunjuk itu sama sekali nggak ada (jagung) ini fakta,&quot; katanya.
Bulog memang menerima penugasan menyerap 1,2 juta ton beras. Namun,  serapan beras perusahaan rendah atau baru mencapai 594.856 ton hingga  November tahun ini.
Adapun rincian stok beras Bulog per 22 November 2022 di antaranya  Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 426.573 ton atau sekitar  71,71%. Sementara, stok komersial mencapai 168,283 ton atau setara  28,29% dari total stok yang tersimpan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tingkat serapan beras yang rendah jangan sampai jadi masalah yang berlarut-larut. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas mencatat ada indikasi permasalahan dibalik rendahnya serapan beras saat ini.
Buwas menyebut, kecurigaan tersebut dinilai harus diusut secara hukum. Indikasi tersebut disampaikan saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI.
BACA JUGA:Dirut Bulog Bantah soal Data Beras 610 Ribu Ton

Namun dirinya tidak merinci indikasi atau kecurigaan yang dimaksud, misalnya praktik penimbunan beras. Hanya saja dia menekan adanya permasalahan krusial di sektor hulu atau penggilingan.
&quot;Kalau terus didiamkan dengan tidak secara hukum, ini akan diulangi lagi, percaya sama saya. Ini juga jangan sampai jadi masalah terus yang berlarut-larut,&quot; ungkap Buwas, Rabu (7/12/2022).
BACA JUGA:Tenang, Kementan Siap Pasok 600.000 Ton Beras ke Bulog

Menurutnya, pengungkapan perkara utama minimnya serapan besar saat ini tidak bertujuan mencari kesalahan pihak tertentu, namun untuk kepentingan bersama. Pasalnya, beras sebagai komoditi primer masyarakat.
&quot;Sekali lagi bukan mencari kesalahan, ini untuk kebaikan dan kebenaran,&quot; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNy80LzE1ODI4NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebagai perbandingan, Buwas menceritakan pengalamannya saat menjadi  Dirut Bulog di masa Menteri BUMN, Rini Soemarno. Saat itu Bulog  disebut-sebut tidak mau menyerap Jagung di daerah Garut, Jawa Barat,  sehingga kawasan tersebut mencatatkan surplus yang cukup tinggi.
Namun, tudingan kepada Bulog di bantah Buwas saat dirinya melakukan  pengecekan ke daerah tersebut. Alih-alih bukan surplus, komoditas  tersebut justru tidak ada di penggilingan.
&quot;Pulang RDP saya berangkat ke Garut, sampai di Garut jam 1 malam,  yang ditunjuk itu sama sekali nggak ada (jagung) ini fakta,&quot; katanya.
Bulog memang menerima penugasan menyerap 1,2 juta ton beras. Namun,  serapan beras perusahaan rendah atau baru mencapai 594.856 ton hingga  November tahun ini.
Adapun rincian stok beras Bulog per 22 November 2022 di antaranya  Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 426.573 ton atau sekitar  71,71%. Sementara, stok komersial mencapai 168,283 ton atau setara  28,29% dari total stok yang tersimpan.</content:encoded></item></channel></rss>
