<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Simak Profil 4 Anak Usaha BUMN yang IPO Tahun Depan</title><description>Simak profil empat anak usaha BUMN akan melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/08/278/2723420/simak-profil-4-anak-usaha-bumn-yang-ipo-tahun-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/08/278/2723420/simak-profil-4-anak-usaha-bumn-yang-ipo-tahun-depan"/><item><title>Simak Profil 4 Anak Usaha BUMN yang IPO Tahun Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/08/278/2723420/simak-profil-4-anak-usaha-bumn-yang-ipo-tahun-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/08/278/2723420/simak-profil-4-anak-usaha-bumn-yang-ipo-tahun-depan</guid><pubDate>Kamis 08 Desember 2022 20:05 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/08/278/2723420/simak-profil-4-anak-usaha-bumn-yang-ipo-tahun-depan-Ehg1bnlDYE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IPO anak usaha BUMN (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/08/278/2723420/simak-profil-4-anak-usaha-bumn-yang-ipo-tahun-depan-Ehg1bnlDYE.jpg</image><title>IPO anak usaha BUMN (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Simak profil empat anak usaha BUMN akan melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada 2023. Empat anak usaha BUMN berasal dari sektor bisnis yang berbeda.
Anak usaha BUMN yang dimaksud di antaranya PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Pertamina Hulu Energi (PHE), PalmCo, dan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).
Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury mengatakan, langkah pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memperkuat ekosistem bisnis masing-masing perusahaan. Misalnya energi dan pangan.
&quot;Untuk bisa meningkatkan ketahanan pangan dan energi, rencana empat anak usaha BUMN melakukan penawaran saham ke publik di 2023,&quot; ujar Pahala, dikutip Kamis (8/12/2022).
BACA JUGA:Kolaborasi Srikandi BRI dan BUMN, Percepat Pemulihan Korban Gempa Cianjur
Terkait dengan aksi korporasi tersebut, MNC Portal Indonesia pun merangkum profil singkat keempat anak perusahaan BUMN.
 
1.	Pertamina Geothermal Energy
Pertamina Geothermal Energy merupakan salah satu anak usaha PT Pertamina Power Indonesia yang bersinergi dengan sesama entitas di bawah naungan PT Pertamina (Persero). Pada 2006, PGE didirikan untuk melanjutkan tongkat estafet pengembangan dan pengelolaan energi panas bumi untuk menghasilkan energi yang bersih, ramah lingkungan dan terjangkau.
Setahun setelah didirikan, PGE meresmikan satu unit PLTP tambahan di WKP Lahendong, Provinsi Sulawesi Utara. Pembangunan PLTP Area Lahendong Unit II dengan kapasitas 20 MW ini sudah dimulai sejak 2004. Saat ini perusahaan mengelola 13 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan total kapasitas terpasang sebesar 1877 MW.
BACA JUGA:IPO Pertamina Geothermal (PGE) Mundur Jadi Tahun Depan, Ini Penjelasan Wamen BUMN
PGE memanfaatkan panas bumi melalui skema pemanfaatan langsung maupun tidak langsung. Saat ini sebagian besar pemanfaatan panas bumi dilakukan dengan skema pemanfaatan tidak langsung.
Di mana, PGE menyediakan uap yang dihasilkan dari lapangan panas bumi untuk serta menyediakan tenaga listrik yang dihasilkan dari pengelolaan energi panas bumi yang terintegrasi dari eksplorasi, pengeboran, hingga pengembangan dan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).


2.	Pertamina Hulu Energi
PHE merupakan anak perusahaan Pertamina. Mengutip keterangan resmi  perusahaan, hingga saat ini, PHE mengelola portofolio atau operasional  sebanyak 58 anak perusahaan, 6 perusahaan patungan dan 2 perusahaan  afiliasi yang mengelola blok - blok migas di dalam dan luar negeri.  Bahkan, bergerak di kegiatan usaha hilir migas dan services.
PHE ditugaskan untuk bertindak selaku strategic operating arm  Pertamina melalui berbagai kerjasama dengan pihak ketiga di dalam maupun  di luar negeri, dengan skema Joint Operating Body - Production Sharing  Contract (JOB - PSC), Joint Operating Agreement - Production Sharing  Contract (JOA - PSC), Participating Interest/ Pertamina Participating  Interest (PI/ PPI), dan Partnership.
Pada akhir 2019 lalu, perusahaan memiliki 58 anak perusahaan yang  terdiri dari 53 AP di dalam negeri dan 5 AP di luar negeri, yang  mengelola 48 Wilayah Kerja dalam negeri dan 2 Wilayah Kerja luar negeri.
3.	PalmCo
Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III memang membidik pendirian  tiga subholding, salah satunya PalmCo. Melalui tiga subholding ini, PTPN  III akan mengoptimalisasi asetnya dalam mendukung program ketahanan  pangan nasional.
PalmCo sendiri difokuskan pada penguatan ekosistem kelapa sawit di  dalam negeri. Subholding ini sudah menjadi proyek strategis nasional  sehingga proses persiapan IPO PalmCo diharapkan dapat dilakukan pada  kuartal II atau III tahun 2023.4.	Pupuk Kalimantan Timur
Pupuk Kalimantan Timur atau PKT adalah salah satu anak usaha PT Pupuk   Indonesia (Persero). Perusahaan merupakan produsen pupuk urea dan NPK   terbesar di Asia yang didirikan pada 7 Desember 1977.
Mengutip keterangan resmi perusahaan, PKT menempati lahan seluas 443   hektar di Kota Bontang, Kalimantan Timur dengan fasilitas produksi yang   terdiri dari lima pabrik Amoniak, lima pabrik Urea, tiga pabrik NPK   Blending, dua pabrik NPK Fusion, dan satu pabrik Boiler Batu Bara.
Lalu, unit pengantongan serta unit pergudangan dengan total kapasitas   produksi pupuk urea sebesar 3,43 juta ton per tahun, Amoniak 2,74 juta   ton per tahun, dan NPK sebesar 350.000 ton per tahun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Simak profil empat anak usaha BUMN akan melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada 2023. Empat anak usaha BUMN berasal dari sektor bisnis yang berbeda.
Anak usaha BUMN yang dimaksud di antaranya PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Pertamina Hulu Energi (PHE), PalmCo, dan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).
Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury mengatakan, langkah pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memperkuat ekosistem bisnis masing-masing perusahaan. Misalnya energi dan pangan.
&quot;Untuk bisa meningkatkan ketahanan pangan dan energi, rencana empat anak usaha BUMN melakukan penawaran saham ke publik di 2023,&quot; ujar Pahala, dikutip Kamis (8/12/2022).
BACA JUGA:Kolaborasi Srikandi BRI dan BUMN, Percepat Pemulihan Korban Gempa Cianjur
Terkait dengan aksi korporasi tersebut, MNC Portal Indonesia pun merangkum profil singkat keempat anak perusahaan BUMN.
 
1.	Pertamina Geothermal Energy
Pertamina Geothermal Energy merupakan salah satu anak usaha PT Pertamina Power Indonesia yang bersinergi dengan sesama entitas di bawah naungan PT Pertamina (Persero). Pada 2006, PGE didirikan untuk melanjutkan tongkat estafet pengembangan dan pengelolaan energi panas bumi untuk menghasilkan energi yang bersih, ramah lingkungan dan terjangkau.
Setahun setelah didirikan, PGE meresmikan satu unit PLTP tambahan di WKP Lahendong, Provinsi Sulawesi Utara. Pembangunan PLTP Area Lahendong Unit II dengan kapasitas 20 MW ini sudah dimulai sejak 2004. Saat ini perusahaan mengelola 13 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan total kapasitas terpasang sebesar 1877 MW.
BACA JUGA:IPO Pertamina Geothermal (PGE) Mundur Jadi Tahun Depan, Ini Penjelasan Wamen BUMN
PGE memanfaatkan panas bumi melalui skema pemanfaatan langsung maupun tidak langsung. Saat ini sebagian besar pemanfaatan panas bumi dilakukan dengan skema pemanfaatan tidak langsung.
Di mana, PGE menyediakan uap yang dihasilkan dari lapangan panas bumi untuk serta menyediakan tenaga listrik yang dihasilkan dari pengelolaan energi panas bumi yang terintegrasi dari eksplorasi, pengeboran, hingga pengembangan dan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).


2.	Pertamina Hulu Energi
PHE merupakan anak perusahaan Pertamina. Mengutip keterangan resmi  perusahaan, hingga saat ini, PHE mengelola portofolio atau operasional  sebanyak 58 anak perusahaan, 6 perusahaan patungan dan 2 perusahaan  afiliasi yang mengelola blok - blok migas di dalam dan luar negeri.  Bahkan, bergerak di kegiatan usaha hilir migas dan services.
PHE ditugaskan untuk bertindak selaku strategic operating arm  Pertamina melalui berbagai kerjasama dengan pihak ketiga di dalam maupun  di luar negeri, dengan skema Joint Operating Body - Production Sharing  Contract (JOB - PSC), Joint Operating Agreement - Production Sharing  Contract (JOA - PSC), Participating Interest/ Pertamina Participating  Interest (PI/ PPI), dan Partnership.
Pada akhir 2019 lalu, perusahaan memiliki 58 anak perusahaan yang  terdiri dari 53 AP di dalam negeri dan 5 AP di luar negeri, yang  mengelola 48 Wilayah Kerja dalam negeri dan 2 Wilayah Kerja luar negeri.
3.	PalmCo
Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III memang membidik pendirian  tiga subholding, salah satunya PalmCo. Melalui tiga subholding ini, PTPN  III akan mengoptimalisasi asetnya dalam mendukung program ketahanan  pangan nasional.
PalmCo sendiri difokuskan pada penguatan ekosistem kelapa sawit di  dalam negeri. Subholding ini sudah menjadi proyek strategis nasional  sehingga proses persiapan IPO PalmCo diharapkan dapat dilakukan pada  kuartal II atau III tahun 2023.4.	Pupuk Kalimantan Timur
Pupuk Kalimantan Timur atau PKT adalah salah satu anak usaha PT Pupuk   Indonesia (Persero). Perusahaan merupakan produsen pupuk urea dan NPK   terbesar di Asia yang didirikan pada 7 Desember 1977.
Mengutip keterangan resmi perusahaan, PKT menempati lahan seluas 443   hektar di Kota Bontang, Kalimantan Timur dengan fasilitas produksi yang   terdiri dari lima pabrik Amoniak, lima pabrik Urea, tiga pabrik NPK   Blending, dua pabrik NPK Fusion, dan satu pabrik Boiler Batu Bara.
Lalu, unit pengantongan serta unit pergudangan dengan total kapasitas   produksi pupuk urea sebesar 3,43 juta ton per tahun, Amoniak 2,74 juta   ton per tahun, dan NPK sebesar 350.000 ton per tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
