<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polemik Data Beras, Ombudsman RI Soroti Kinerja Bulog</title><description>Polemik data beras yang terjadi di Indonesia membuat Ombudsman RI menyoroti kinerja Bulog.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/08/320/2723188/polemik-data-beras-ombudsman-ri-soroti-kinerja-bulog</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/08/320/2723188/polemik-data-beras-ombudsman-ri-soroti-kinerja-bulog"/><item><title>Polemik Data Beras, Ombudsman RI Soroti Kinerja Bulog</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/08/320/2723188/polemik-data-beras-ombudsman-ri-soroti-kinerja-bulog</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/08/320/2723188/polemik-data-beras-ombudsman-ri-soroti-kinerja-bulog</guid><pubDate>Kamis 08 Desember 2022 15:20 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/08/320/2723188/polemik-data-beras-ombudsman-ri-soroti-kinerja-bulog-yC7XgLCWBN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ombudsman soroti kinerja bulog (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/08/320/2723188/polemik-data-beras-ombudsman-ri-soroti-kinerja-bulog-yC7XgLCWBN.jpg</image><title>Ombudsman soroti kinerja bulog (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Polemik data beras yang terjadi di Indonesia membuat Ombudsman RI menyoroti kinerja Bulog. Ombudsman menilai pemerintah belum sepenuhnya efektif dalam membangun kebijakan seputar beras yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
BACA JUGA:Dari Thailand hingga India, Ini Negara yang Banjiri 500.000 Ton Beras Impor di RI

Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika menuturkan, kebijakan pemerintah yang mencabut captive market dalam program penyaluran beras Perum Bulog dan lambannya pemerintah dalam merevisi Harga Pembelian Pemerintah (HPP) mengakibatkan kinerja pengadaan beras Perum Bulog melorot, dan mempersulit pelaksanaan stabilisasi harga beras.
&amp;ldquo;Agar kejadian ini tidak berulang di akhir 2023, alangkah patutnya jika pemerintah kembali memikirkan untuk memastikan pengadaan beras program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bersumber dari pengadaan beras Perum Bulog,&amp;rdquo; ujar Yeka dikutip dari keterangan resminya, Kamis (8/12/2022).
BACA JUGA:Terpaksa Impor Beras 500 Ribu Ton, Mendag: Kita Tadinya Tidak Ingin

Menurutnya, dengan ditetapkannya sumber BPNT dari pengadaan beras Perum Bulog, maka stabilisasi harga beras akan mudah untuk dilakukan.
&quot;Selain itu, penggunaan dana APBN juga akan semakin efisien,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNi80LzE1ODIzMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Yeka menambahkan, Badan Pangan Nasional juga harus bisa  mengintegrasikan penugasan dari hulu ke hilir. Sehingga Perum Bulog  tidak selalu dijadikan kambing hitam dalam pengelolaan Cadangan Beras  Pemerintah (CBP). Asal tahu saja, Bulog saat ini tengah di 'serang'  karena belum dapat memenuhi amanat yang diberikan. Di mana semestinya di  akhir tahun ini Perum Bulog harus memiliki stok beras 1,2 juta ton.
Namun fakta di lapangan, stok beras yang ada di gudang Perum Bulog  tersisa 494,2 ribu ton. Angka itu terdiri dari cadangan beras pemerintah  (CBP) sebanyak 295,3 ribu ton dan beras komersil 198,8 ribu ton.
Lebih ekstremnya lagi, Bulog diberikan data stok beras petani yang  surplus sampai 600 ribu ton dari Kementerian Pertanian. Namun, setelah  di cek ke lapangan, pasokan beras surplus tidak sesuai fakta.
&quot;Berdasarkan lapangan, karena saya bukan harus mengecek data ini  benar atau tidak, tapi berdasarkan di lapangan dengan data yang kita  dapat juga, kita punya juga hasil di lapangan dengan kontrak orang  penggilingan, memang barangnya nggak ada,&quot; ungkap Direktur Utama Bulog,  Budi Waseso atau Buwas saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Kerja  (Raker) bersama Komisi IV DPR RI.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Polemik data beras yang terjadi di Indonesia membuat Ombudsman RI menyoroti kinerja Bulog. Ombudsman menilai pemerintah belum sepenuhnya efektif dalam membangun kebijakan seputar beras yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
BACA JUGA:Dari Thailand hingga India, Ini Negara yang Banjiri 500.000 Ton Beras Impor di RI

Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika menuturkan, kebijakan pemerintah yang mencabut captive market dalam program penyaluran beras Perum Bulog dan lambannya pemerintah dalam merevisi Harga Pembelian Pemerintah (HPP) mengakibatkan kinerja pengadaan beras Perum Bulog melorot, dan mempersulit pelaksanaan stabilisasi harga beras.
&amp;ldquo;Agar kejadian ini tidak berulang di akhir 2023, alangkah patutnya jika pemerintah kembali memikirkan untuk memastikan pengadaan beras program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bersumber dari pengadaan beras Perum Bulog,&amp;rdquo; ujar Yeka dikutip dari keterangan resminya, Kamis (8/12/2022).
BACA JUGA:Terpaksa Impor Beras 500 Ribu Ton, Mendag: Kita Tadinya Tidak Ingin

Menurutnya, dengan ditetapkannya sumber BPNT dari pengadaan beras Perum Bulog, maka stabilisasi harga beras akan mudah untuk dilakukan.
&quot;Selain itu, penggunaan dana APBN juga akan semakin efisien,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNi80LzE1ODIzMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Yeka menambahkan, Badan Pangan Nasional juga harus bisa  mengintegrasikan penugasan dari hulu ke hilir. Sehingga Perum Bulog  tidak selalu dijadikan kambing hitam dalam pengelolaan Cadangan Beras  Pemerintah (CBP). Asal tahu saja, Bulog saat ini tengah di 'serang'  karena belum dapat memenuhi amanat yang diberikan. Di mana semestinya di  akhir tahun ini Perum Bulog harus memiliki stok beras 1,2 juta ton.
Namun fakta di lapangan, stok beras yang ada di gudang Perum Bulog  tersisa 494,2 ribu ton. Angka itu terdiri dari cadangan beras pemerintah  (CBP) sebanyak 295,3 ribu ton dan beras komersil 198,8 ribu ton.
Lebih ekstremnya lagi, Bulog diberikan data stok beras petani yang  surplus sampai 600 ribu ton dari Kementerian Pertanian. Namun, setelah  di cek ke lapangan, pasokan beras surplus tidak sesuai fakta.
&quot;Berdasarkan lapangan, karena saya bukan harus mengecek data ini  benar atau tidak, tapi berdasarkan di lapangan dengan data yang kita  dapat juga, kita punya juga hasil di lapangan dengan kontrak orang  penggilingan, memang barangnya nggak ada,&quot; ungkap Direktur Utama Bulog,  Budi Waseso atau Buwas saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Kerja  (Raker) bersama Komisi IV DPR RI.</content:encoded></item></channel></rss>
