<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Mendag Ditelepon Presiden Jokowi 9 Kali Sehari Tanya soal Sembako</title><description>Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengaku sering ditelepon Presiden Jokowi untuk membahas ketersediaan sembako.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/08/320/2723405/cerita-mendag-ditelepon-presiden-jokowi-9-kali-sehari-tanya-soal-sembako</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/08/320/2723405/cerita-mendag-ditelepon-presiden-jokowi-9-kali-sehari-tanya-soal-sembako"/><item><title>Cerita Mendag Ditelepon Presiden Jokowi 9 Kali Sehari Tanya soal Sembako</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/08/320/2723405/cerita-mendag-ditelepon-presiden-jokowi-9-kali-sehari-tanya-soal-sembako</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/08/320/2723405/cerita-mendag-ditelepon-presiden-jokowi-9-kali-sehari-tanya-soal-sembako</guid><pubDate>Kamis 08 Desember 2022 19:50 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/08/320/2723405/cerita-mendag-ditelepon-presiden-jokowi-9-kali-sehari-tanya-soal-sembako-cV6XPLHurD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cerita Mendag ditelepon Jokowi sembilan kali sehari (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/08/320/2723405/cerita-mendag-ditelepon-presiden-jokowi-9-kali-sehari-tanya-soal-sembako-cV6XPLHurD.jpg</image><title>Cerita Mendag ditelepon Jokowi sembilan kali sehari (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengaku sering ditelepon Presiden Jokowi untuk membahas ketersediaan sembako. Bahkan dia sempat ditelepon sembilan kali dalam sehari karena Presiden terus mengupdate stok pangan.
&amp;ldquo;Pak Jokowi ini apalagi menyangkut hajat hidup orang banyak, ya sembako itu. Kita ini bisa ditelepon seperti minum obat, pagi ditelepon, siang di telepon, malam di telepon lagi. Bisa begitu. Saya pernah sehari ditelepon sembilan kali sama presiden,&quot; ujar Mendag Zulhas, Kamis (8/12/2022).
BACA JUGA:Stok Menipis, Mendag Cari Beras Barangnya Tak Ada

Untuk itu, Zulhas tak kaget saat mengetahui hasil Survei Poltracking Indonesia melaporkan, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Joko Widodo Ma'ruf Amin sebanyak 73,7% menyatakan percaya. Adapun tren kepuasan sempat mengalami fluktuasi, tetapi sepanjang tahun 2022 relatif terus mengalami peningkatan, seperti pada Mei (59,6%), Agustus (66,2%), dan November (73,2%).
Zulhas mengaku tidak kaget sebab dia merasakan langsung kinerja Presiden Joko Widodo. Zulhas menuturkan, semua menteri diperlakukan sama rata. Semua dipacu untuk mengerahkan seluruh kemampuan untuk bekerja secara optimal.
BACA JUGA:Produsen Tahu Tempe Mogok Rugi Sendiri, Mendag: Tidak Dapat Duit

Dia mengambil contoh soal inflasi. Pada September 2022 inflasi berada di angka 5,7%. Namun, saat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) justru inflasi merangkak turun menjadi 5,4%.
&quot;Itu nggak mungkin terjadi begitu saja. Minyak goreng dari yang tidak terkendali, menjadi Rp 14.000. Terjadi begitu saja? Tidak mungkin. Kan sekarang nggak ada lagi mukjizat, pasti kerja keras,&quot; kata Zulhas.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNy80LzE1ODI4NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sambungnya, inflasi menjelang Nataru bisa turun seperti itu karena  presiden mengerahkan semua menterinya. Bahkan, yang biasanya mengurusi  inflasi itu Bank Indonesia, namun kini Menteri Perdagangan Dalam Negeri  juga turut mengurusi inflasi.
&quot;Menteri dalam Negeri itu juga mengurusi inflasi, bayangkan, tiap  hari Senin rapat mengumpulkan seluruh Bupati, Walikota, Gubernur untuk  membahas soal inflasi. Begitu harga naik maka pemerintah harus turun  tangan,&quot; beber Zulhas.
&quot;Jadi menteri menteri sekarang ini tidak hanya makro, mikro tapi  kerjanya itu detail sehingga hasilnya Alhamdulillah baik dan bagus,&quot;  lanjutnya.
Di samping itu, Zulhas mengakui bahwa tak biasanya pemimpin negara  dengan dua periode memiliki tingkat kepuasan yang naik di jelang akhir  masanya. Menurut dia, umumnya pemimpin negara yang menjabat dua periode  tingkat kepuasan publiknya naik saat periode pertama saja, lambat laun  menurun hingga tutup periode.
&quot;Biasanya begitu nah tapi presiden kita ini luar biasa di akhir  periode keduanya justru tingkat kepuasannya meningkat. Menurut saya ini  fenomenal,&quot; ucapnya.
Zulhas menambahkan, kerja keras Presiden Jokowi tidak lagi diragukan.  Dia mengira, kerja turun lapangan yang selama ini dia lakukan sudah  dapat dikatakan kerja keras, namun nyatanya kerja keras saya itu belum  sebanding dengan presiden.
&quot;Menurut pengalaman saya, saya kira saya bekerja selama ini itu sudah  keras. Pergi sehari naik mobil 11 jam. Tapi kalau ikut pak Jokowi nggak  sanggup juga, kerjanya jauh lebih keras dari menteri-menterinya,&quot;  ungkapnya sambil ketawa.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengaku sering ditelepon Presiden Jokowi untuk membahas ketersediaan sembako. Bahkan dia sempat ditelepon sembilan kali dalam sehari karena Presiden terus mengupdate stok pangan.
&amp;ldquo;Pak Jokowi ini apalagi menyangkut hajat hidup orang banyak, ya sembako itu. Kita ini bisa ditelepon seperti minum obat, pagi ditelepon, siang di telepon, malam di telepon lagi. Bisa begitu. Saya pernah sehari ditelepon sembilan kali sama presiden,&quot; ujar Mendag Zulhas, Kamis (8/12/2022).
BACA JUGA:Stok Menipis, Mendag Cari Beras Barangnya Tak Ada

Untuk itu, Zulhas tak kaget saat mengetahui hasil Survei Poltracking Indonesia melaporkan, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Joko Widodo Ma'ruf Amin sebanyak 73,7% menyatakan percaya. Adapun tren kepuasan sempat mengalami fluktuasi, tetapi sepanjang tahun 2022 relatif terus mengalami peningkatan, seperti pada Mei (59,6%), Agustus (66,2%), dan November (73,2%).
Zulhas mengaku tidak kaget sebab dia merasakan langsung kinerja Presiden Joko Widodo. Zulhas menuturkan, semua menteri diperlakukan sama rata. Semua dipacu untuk mengerahkan seluruh kemampuan untuk bekerja secara optimal.
BACA JUGA:Produsen Tahu Tempe Mogok Rugi Sendiri, Mendag: Tidak Dapat Duit

Dia mengambil contoh soal inflasi. Pada September 2022 inflasi berada di angka 5,7%. Namun, saat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) justru inflasi merangkak turun menjadi 5,4%.
&quot;Itu nggak mungkin terjadi begitu saja. Minyak goreng dari yang tidak terkendali, menjadi Rp 14.000. Terjadi begitu saja? Tidak mungkin. Kan sekarang nggak ada lagi mukjizat, pasti kerja keras,&quot; kata Zulhas.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNy80LzE1ODI4NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sambungnya, inflasi menjelang Nataru bisa turun seperti itu karena  presiden mengerahkan semua menterinya. Bahkan, yang biasanya mengurusi  inflasi itu Bank Indonesia, namun kini Menteri Perdagangan Dalam Negeri  juga turut mengurusi inflasi.
&quot;Menteri dalam Negeri itu juga mengurusi inflasi, bayangkan, tiap  hari Senin rapat mengumpulkan seluruh Bupati, Walikota, Gubernur untuk  membahas soal inflasi. Begitu harga naik maka pemerintah harus turun  tangan,&quot; beber Zulhas.
&quot;Jadi menteri menteri sekarang ini tidak hanya makro, mikro tapi  kerjanya itu detail sehingga hasilnya Alhamdulillah baik dan bagus,&quot;  lanjutnya.
Di samping itu, Zulhas mengakui bahwa tak biasanya pemimpin negara  dengan dua periode memiliki tingkat kepuasan yang naik di jelang akhir  masanya. Menurut dia, umumnya pemimpin negara yang menjabat dua periode  tingkat kepuasan publiknya naik saat periode pertama saja, lambat laun  menurun hingga tutup periode.
&quot;Biasanya begitu nah tapi presiden kita ini luar biasa di akhir  periode keduanya justru tingkat kepuasannya meningkat. Menurut saya ini  fenomenal,&quot; ucapnya.
Zulhas menambahkan, kerja keras Presiden Jokowi tidak lagi diragukan.  Dia mengira, kerja turun lapangan yang selama ini dia lakukan sudah  dapat dikatakan kerja keras, namun nyatanya kerja keras saya itu belum  sebanding dengan presiden.
&quot;Menurut pengalaman saya, saya kira saya bekerja selama ini itu sudah  keras. Pergi sehari naik mobil 11 jam. Tapi kalau ikut pak Jokowi nggak  sanggup juga, kerjanya jauh lebih keras dari menteri-menterinya,&quot;  ungkapnya sambil ketawa.</content:encoded></item></channel></rss>
