<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ancaman Resesi 2023, Bahlil: Tidak Menakut-nakuti tapi Sedia Payung Sebelum Hujan</title><description>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak bermaksud menakut-nakuti soal perkiraan resesi ekonomi 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/08/320/2723442/ancaman-resesi-2023-bahlil-tidak-menakut-nakuti-tapi-sedia-payung-sebelum-hujan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/08/320/2723442/ancaman-resesi-2023-bahlil-tidak-menakut-nakuti-tapi-sedia-payung-sebelum-hujan"/><item><title>Ancaman Resesi 2023, Bahlil: Tidak Menakut-nakuti tapi Sedia Payung Sebelum Hujan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/08/320/2723442/ancaman-resesi-2023-bahlil-tidak-menakut-nakuti-tapi-sedia-payung-sebelum-hujan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/08/320/2723442/ancaman-resesi-2023-bahlil-tidak-menakut-nakuti-tapi-sedia-payung-sebelum-hujan</guid><pubDate>Kamis 08 Desember 2022 20:50 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/08/320/2723442/ancaman-resesi-2023-bahlil-tidak-menakut-nakuti-tapi-sedia-payung-sebelum-hujan-hnOhpyuvA6.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ancaman resesi global terjadi tahun depan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/08/320/2723442/ancaman-resesi-2023-bahlil-tidak-menakut-nakuti-tapi-sedia-payung-sebelum-hujan-hnOhpyuvA6.jpeg</image><title>Ancaman resesi global terjadi tahun depan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak bermaksud menakut-nakuti soal perkiraan resesi ekonomi 2023. Menurutnya, pemerintah justru ingin semua pihak mempersiapkan segala alternatif ketika kondisi ekstrem terjadi.
&quot;Pemerintah tidak pernah menakut-nakuti siapa pun. Jadi jangan ada satu pemikiran persepsi bahwa ketika pemerintah menyampaikan tentang kondisi ekonomi global itu, kita menakut-nakuti, tidak demikian. Justru pemerintah itu mempersiapkan segala sesuatu alternatif ketika kondisi kondisi ekstrim terjadi,&quot; kata Bahlil, Kamis (8/12/2022).
BACA JUGA:Ancaman Resesi 2023, Sandiaga Uno Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Cerah

Dia mengatakan, yang dilakukan pemerintah saat ini guna mengantisipasi agar bisa kondisi ekonomi nasional tidak buruk tahun depan. Dia juga bilang bahwa tidak ada satu orang pun yang bisa menjamin kondisi ekonomi global akan baik baik saja.
&quot;Pepatahnya itu sedia payung sebelum hujan. Karena hampir semua negara mengatakan bahwa ekonomi global tidak dalam kondisi yang baik-baik saja atau gelap. Lembaga-lembaga keuangan dunia pun mengatakan demikian dan itu ada dasarnya,&quot; terangnya.
BACA JUGA:UMKM Bisa Selamatkan Ekonomi RI dari Ancaman Resesi 2023?

Dia menjelaskan, dasar pertama itu adalah persoalan Covid yang belum selesai, kemudian perang Ukraina dan Rusia, lalu muncul persoalan-persoalan baru lainnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNS80LzE1ODE5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Apakah dengan kondisi seperti ini kita dapat mengatakan kondisi  dunia itu baik baik saja. Jangan ajari pemerintah untuk berpikir tidak  objektif dong. Kadang kadang aku itu bingung kita berpikirnya fair tapi  dibilangnya nipu. Kita berpikir yang nipu dibilangnya tambah tipu lagi.  Jadi saya nggak ngerti pola berpikir kaya gini,&quot; ungkap Bahlil.
Kendati dia tidak bisa menjamin kondisi ekonomi tahun depan seperti  apa, namun Bahlil optimistis Indonesia mempunyai secercah harapan dalam  membawa ekonomi ke depan.
Meski demikian, ia memberi catatan. Tahun depan adalah tahun politik.  Hanya pemimpin yang memiliki leadership yang baik yang dapat membawa  Indonesia ke kondisi baik.
&quot;Karena kita belum pernah mengalami tahun politik dalam keadaan Pandemi ataupun perang,&quot; pungkas Bahlil.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak bermaksud menakut-nakuti soal perkiraan resesi ekonomi 2023. Menurutnya, pemerintah justru ingin semua pihak mempersiapkan segala alternatif ketika kondisi ekstrem terjadi.
&quot;Pemerintah tidak pernah menakut-nakuti siapa pun. Jadi jangan ada satu pemikiran persepsi bahwa ketika pemerintah menyampaikan tentang kondisi ekonomi global itu, kita menakut-nakuti, tidak demikian. Justru pemerintah itu mempersiapkan segala sesuatu alternatif ketika kondisi kondisi ekstrim terjadi,&quot; kata Bahlil, Kamis (8/12/2022).
BACA JUGA:Ancaman Resesi 2023, Sandiaga Uno Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Cerah

Dia mengatakan, yang dilakukan pemerintah saat ini guna mengantisipasi agar bisa kondisi ekonomi nasional tidak buruk tahun depan. Dia juga bilang bahwa tidak ada satu orang pun yang bisa menjamin kondisi ekonomi global akan baik baik saja.
&quot;Pepatahnya itu sedia payung sebelum hujan. Karena hampir semua negara mengatakan bahwa ekonomi global tidak dalam kondisi yang baik-baik saja atau gelap. Lembaga-lembaga keuangan dunia pun mengatakan demikian dan itu ada dasarnya,&quot; terangnya.
BACA JUGA:UMKM Bisa Selamatkan Ekonomi RI dari Ancaman Resesi 2023?

Dia menjelaskan, dasar pertama itu adalah persoalan Covid yang belum selesai, kemudian perang Ukraina dan Rusia, lalu muncul persoalan-persoalan baru lainnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNS80LzE1ODE5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Apakah dengan kondisi seperti ini kita dapat mengatakan kondisi  dunia itu baik baik saja. Jangan ajari pemerintah untuk berpikir tidak  objektif dong. Kadang kadang aku itu bingung kita berpikirnya fair tapi  dibilangnya nipu. Kita berpikir yang nipu dibilangnya tambah tipu lagi.  Jadi saya nggak ngerti pola berpikir kaya gini,&quot; ungkap Bahlil.
Kendati dia tidak bisa menjamin kondisi ekonomi tahun depan seperti  apa, namun Bahlil optimistis Indonesia mempunyai secercah harapan dalam  membawa ekonomi ke depan.
Meski demikian, ia memberi catatan. Tahun depan adalah tahun politik.  Hanya pemimpin yang memiliki leadership yang baik yang dapat membawa  Indonesia ke kondisi baik.
&quot;Karena kita belum pernah mengalami tahun politik dalam keadaan Pandemi ataupun perang,&quot; pungkas Bahlil.</content:encoded></item></channel></rss>
