<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Produk Halal RI Kalah dari Malaysia, Ini Penyebabnya</title><description>Ekspor produk halal Indonesia masih kalah dari Malaysia. Ekspor produk halal Indonesia masih tergolong minim.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/09/320/2723630/ekspor-produk-halal-ri-kalah-dari-malaysia-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/09/320/2723630/ekspor-produk-halal-ri-kalah-dari-malaysia-ini-penyebabnya"/><item><title>Ekspor Produk Halal RI Kalah dari Malaysia, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/09/320/2723630/ekspor-produk-halal-ri-kalah-dari-malaysia-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/09/320/2723630/ekspor-produk-halal-ri-kalah-dari-malaysia-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Jum'at 09 Desember 2022 09:01 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/09/320/2723630/ekspor-produk-halal-ri-kalah-dari-malaysia-ini-penyebabnya-0li7GlUBjg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor produk halal RI kalah dari Malaysia (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/09/320/2723630/ekspor-produk-halal-ri-kalah-dari-malaysia-ini-penyebabnya-0li7GlUBjg.jpg</image><title>Ekspor produk halal RI kalah dari Malaysia (Foto: Antara)</title></images><description>BANDUNG - Ekspor produk halal Indonesia masih kalah dari Malaysia. Ekspor produk halal Indonesia masih tergolong minim.
Berdasarkan data Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), ekspor produk halal Indonesia hanya 3,8% dari total pasar produk halal dunia.
BACA JUGA:RI-Selandia Baru Buka Peluang Kerjasama Jaminan Produk Halal
Deputi Direktur Inkubasi Bisnis Syariah KNEKS Helma Agustiawan mengungkapkan penyebab kecilnya produk ekspor halal Indonesia dikarenakan banyaknya produk halal yang belum tercatat sebagai produk eskpor halal.
BACA JUGA:RI-Selandia Baru Buka Peluang Kerjasama Jaminan Produk Halal
&quot;Misalkan minyak sawit, itu kan sebetulnya kategori halal, karena tidak ada proses tambahan lagi selain dari bahan baku. Namun yang didata ke global bukan masuk produk halal yang diekspor ke luar negeri. Jadi tidak tercatat sebagai produk ekspor halal,&quot; katanya saat melakukan kunjungan ke UMKM di Bandung, Kamis (8/12/2022).
Helma mengatakan, jika produk minyak sawit ataupun produk lainnya tercatat sebagi produk halal maka Indonesia dapat menduduki posisi pertama dalam produk ekspor halal.


&quot;Itu kalau produk tersebut masuk ke produk halal kita sudah bisa  masuk ke nomor 1 dan kita sudah bisa jauh melampaui malaysia untuk  ekspor produk halal,&quot; katanya.
Helma mengatakan saat ini KNEKS tengah mengupayakan kodifikasi produk  halal sejak 2020 bersama Dirjen Bea dan Cukai, Lembaga National Single  Window (LNSW) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Dengan kodifikasi produk halal ini maka data perdagangan ekspor dan  impor produk halal dapat terintegrasi dengan sisitem pelaporan lalu  lintas barang.
&quot;Sekarang ini kita mendorong perusahaan perusahaan besar untuk  produknya saat di ekspor itu memasukan kode 952 di dokumen pemberitahuan  ekspor barang,&quot; katanya.</description><content:encoded>BANDUNG - Ekspor produk halal Indonesia masih kalah dari Malaysia. Ekspor produk halal Indonesia masih tergolong minim.
Berdasarkan data Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), ekspor produk halal Indonesia hanya 3,8% dari total pasar produk halal dunia.
BACA JUGA:RI-Selandia Baru Buka Peluang Kerjasama Jaminan Produk Halal
Deputi Direktur Inkubasi Bisnis Syariah KNEKS Helma Agustiawan mengungkapkan penyebab kecilnya produk ekspor halal Indonesia dikarenakan banyaknya produk halal yang belum tercatat sebagai produk eskpor halal.
BACA JUGA:RI-Selandia Baru Buka Peluang Kerjasama Jaminan Produk Halal
&quot;Misalkan minyak sawit, itu kan sebetulnya kategori halal, karena tidak ada proses tambahan lagi selain dari bahan baku. Namun yang didata ke global bukan masuk produk halal yang diekspor ke luar negeri. Jadi tidak tercatat sebagai produk ekspor halal,&quot; katanya saat melakukan kunjungan ke UMKM di Bandung, Kamis (8/12/2022).
Helma mengatakan, jika produk minyak sawit ataupun produk lainnya tercatat sebagi produk halal maka Indonesia dapat menduduki posisi pertama dalam produk ekspor halal.


&quot;Itu kalau produk tersebut masuk ke produk halal kita sudah bisa  masuk ke nomor 1 dan kita sudah bisa jauh melampaui malaysia untuk  ekspor produk halal,&quot; katanya.
Helma mengatakan saat ini KNEKS tengah mengupayakan kodifikasi produk  halal sejak 2020 bersama Dirjen Bea dan Cukai, Lembaga National Single  Window (LNSW) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Dengan kodifikasi produk halal ini maka data perdagangan ekspor dan  impor produk halal dapat terintegrasi dengan sisitem pelaporan lalu  lintas barang.
&quot;Sekarang ini kita mendorong perusahaan perusahaan besar untuk  produknya saat di ekspor itu memasukan kode 952 di dokumen pemberitahuan  ekspor barang,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
