<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Google hingga Amazon Dapat Proyek Rp140 Triliun dari Pentagon</title><description>Markas besar militer Amerika Serikat, Rabu (7/12/2022), memberi kontrak bernilai total USD9 miliar atau setara Rp140 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/09/320/2723719/google-hingga-amazon-dapat-proyek-rp140-triliun-dari-pentagon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/09/320/2723719/google-hingga-amazon-dapat-proyek-rp140-triliun-dari-pentagon"/><item><title>Google hingga Amazon Dapat Proyek Rp140 Triliun dari Pentagon</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/09/320/2723719/google-hingga-amazon-dapat-proyek-rp140-triliun-dari-pentagon</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/09/320/2723719/google-hingga-amazon-dapat-proyek-rp140-triliun-dari-pentagon</guid><pubDate>Jum'at 09 Desember 2022 11:01 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/09/320/2723719/google-hingga-amazon-dapat-proyek-rp140-triliun-dari-pentagon-gxLc4HNY1a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Amazon Dapat Proyek (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/09/320/2723719/google-hingga-amazon-dapat-proyek-rp140-triliun-dari-pentagon-gxLc4HNY1a.jpg</image><title>Amazon Dapat Proyek (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Markas besar militer Amerika Serikat, Rabu (7/12/2022), memberi kontrak bernilai total USD9 miliar atau setara Rp140 triliun (kurs Rp15.600) untuk cloud computing atau komputasi awan kepada empat perusahaan. Mereka adalah Google-unit dari Alphabet, Amazon Web Services, raksasa piranti lunak Microsoft, dan Oracle Corp.
Keempat perusahaan akan membangun apa yang disebut sebagai Gabungan Kemampuan Cloud dalam Peperangan. Sistem akan menyediakan layanan cloud secara global di semua domain keamanan dan tingkat klasifikasi. Sistem ini menggantikan upaya sebelumnya yang bermasalah.
BACA JUGA:Mantan Menkeu Sebut Ekonomi Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Gabungan Infrastruktur Perusahaan Pertahanan disingkat JEDI, dibatalkan pengadilan. Kontrak itu diberikan kepada Microsoft tetapi kemudian digugat Amazon.
BACA JUGA:Bambang Brodjonegoro Bicara soal T20, Pemerintahan dan Ekonomi
Alasannya, presiden ketika itu, Donald Trump, mengintimidasi pejabat-pejabat supaya tidak memberikan kontrak itu kepada mereka.Kesepakatan yang baru akan berlaku hingga 2028. Kerja sama ini memungkinkan kemampuan militer lebih setara kemampuan perusahaan-perusahaan swasta, yang banyak di antaranya berbagi kontrak cloud mereka dengan berbagai pemasok lain.</description><content:encoded>JAKARTA - Markas besar militer Amerika Serikat, Rabu (7/12/2022), memberi kontrak bernilai total USD9 miliar atau setara Rp140 triliun (kurs Rp15.600) untuk cloud computing atau komputasi awan kepada empat perusahaan. Mereka adalah Google-unit dari Alphabet, Amazon Web Services, raksasa piranti lunak Microsoft, dan Oracle Corp.
Keempat perusahaan akan membangun apa yang disebut sebagai Gabungan Kemampuan Cloud dalam Peperangan. Sistem akan menyediakan layanan cloud secara global di semua domain keamanan dan tingkat klasifikasi. Sistem ini menggantikan upaya sebelumnya yang bermasalah.
BACA JUGA:Mantan Menkeu Sebut Ekonomi Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Gabungan Infrastruktur Perusahaan Pertahanan disingkat JEDI, dibatalkan pengadilan. Kontrak itu diberikan kepada Microsoft tetapi kemudian digugat Amazon.
BACA JUGA:Bambang Brodjonegoro Bicara soal T20, Pemerintahan dan Ekonomi
Alasannya, presiden ketika itu, Donald Trump, mengintimidasi pejabat-pejabat supaya tidak memberikan kontrak itu kepada mereka.Kesepakatan yang baru akan berlaku hingga 2028. Kerja sama ini memungkinkan kemampuan militer lebih setara kemampuan perusahaan-perusahaan swasta, yang banyak di antaranya berbagi kontrak cloud mereka dengan berbagai pemasok lain.</content:encoded></item></channel></rss>
