<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 IPO hingga Penerbitan Obligasi dan Sukuk di BEI Selama Sepekan</title><description>Empat IPO hingga penerbitan obligasi dan sukuk di BEI selama sepekan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/11/278/2724822/4-ipo-hingga-penerbitan-obligasi-dan-sukuk-di-bei-selama-sepekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/11/278/2724822/4-ipo-hingga-penerbitan-obligasi-dan-sukuk-di-bei-selama-sepekan"/><item><title>4 IPO hingga Penerbitan Obligasi dan Sukuk di BEI Selama Sepekan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/11/278/2724822/4-ipo-hingga-penerbitan-obligasi-dan-sukuk-di-bei-selama-sepekan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/11/278/2724822/4-ipo-hingga-penerbitan-obligasi-dan-sukuk-di-bei-selama-sepekan</guid><pubDate>Minggu 11 Desember 2022 09:50 WIB</pubDate><dc:creator>Viola Triamanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/11/278/2724822/4-ipo-hingga-penerbitan-obligasi-dan-sukuk-di-bei-selama-sepekan-IpS4P1J2Gq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IPO sepekan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/11/278/2724822/4-ipo-hingga-penerbitan-obligasi-dan-sukuk-di-bei-selama-sepekan-IpS4P1J2Gq.jpg</image><title>IPO sepekan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Empat IPO hingga penerbitan obligasi dan sukuk di BEI selama sepekan. Selama sepekan periode 5-9 Desember 2022, empat perusahaan telah melaksanakan empat pencatatan perdana saham di BEI.
Diawali oleh PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE), pada Senin (5/12/22). Saham NINE resmi dicatatkan pada Papan Akselerasi BEI, dan menjadi perusahaan tercatat ke-55 di BEI pada tahun 2022. NINE bergerak pada sektor Technology dengan subsektor Technology Hardware &amp;amp; Equipment. Adapun industri dan subindustri NINE adalah Computer Hardware.
BACA JUGA:Usai Melantai di BEI, Personel Alih Daya (PADA) Siap Ekspansi Bisnis

Dikutip dari keterangan resmi BEI oleh MPI, Minggu (10/12/2022) PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) turut melaksanakan pencatatan saham perdana pada Selasa (6/12/22).
Saham dan waran MMIX resmi dicatatkan pada Papan Pengembangan BEI, dan menjadi perusahaan tercatat ke-56 yang tercatat di BEI pada tahun 2022. MMIX bergerak pada sektor Healthcare dengan subsektor Healthcare Equipment &amp;amp; Providers. Adapun Industri MMIX adalah Healthcare Equipment &amp;amp; Supplies dengan subindustri Healthcare Supplies &amp;amp; Distributions.
BACA JUGA:Banyak Perusahaan RI Belum Paham IPO, Kadin Gandeng BEI

Kemudian pada Kamis (8/12), PT Personel Alih Daya Tbk(PADA), saham PADA resmi dicatatkan pada Papan Pengembangan BEI, dan menjadi perusahaan tercatat ke-57 yang tercatat di BEI pada tahun 2022. PADA bergerak pada sektor Industrials dengan subsektor Industrial Services. Adapun industri PADA adalah Professional Services dengan subindustri Human Resource &amp;amp; Employment Services.
Pada Jumat (9/12), PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP), saham dan waran ISAP resmi dicatatkan pada Papan Akselerasi BEI, dan menjadi perusahaan tercatat ke-58 yang tercatat di BEI pada tahun 2022. ISAP bergerak pada sektor Consumer Cyclicals dengan subsektor Automobiles &amp;amp; Components. Adapun industri ISAP adalah Auto Components dengan subindustri Auto Parts &amp;amp; Equipments.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Beralih pada pencatatan obligasi serta sukuk di BEI pada pekan ini,  pada Senin (5/12), PT Bussan Auto Finance menerbitkan Obligasi  Berkelanjutan II Bussan Auto Finance Tahap II Tahun 2022 yang resmi  dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp1.200.000.000.000,00.  Hasil pemeringkatan dari PT Fitch Rating Indonesia (Fitch) dan PT  Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) mengenai obligasi terkait  masing-masing adalah AAA(idn) (Triple A) dan idAAA (Triple A). PT Bank  Mandiri (Persero) Tbk. bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini.
Masih pada hari yang sama, PT Intiland Development Tbk. menerbitkan  Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Intiland Development Tahap III Tahun 2022  yang resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar  Rp250.000.000.000,00. PT Kredit Rating Indonesia menyematkan peringkat  untuk sukuk tersebut adalah irA- (Single A Minus). PT Bank Mega Tbk.  bertindak sebagai wali amanat emisi ini.
Total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun  2022 adalah 117 emisi dari 73 emiten senilai Rp147,00 triliun. Maka  total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sampai dengan saat  ini berjumlah 514 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar  Rp450,95 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 125 emiten. Surat  Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 179 seri dengan nilai  nominal Rp5.163,21 triliun dan USD438,31 juta. Efek Beragun Aset (EBA)  sebanyak 10 emisi senilai Rp3,07 triliun.
Pada Selasa, (6/12) bertempat di Main Hall BEI, Kamar Dagang dan  Industri Indonesia (KADIN) menandatangani Nota Kesepahaman bersama BEI.  Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Ketua Umum KADIN Indonesia  Arsjad Rasjid dan Direktur Utama BEI Iman Rachman.
Acara ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pemahaman dan peran  pasar modal Indonesia sebagai alat investasi kepada para pelaku usaha.  Selain itu, penandatanganan nota kesepahaman ini juga diharapkan dapat  membantu mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi  perusahaan yang siap untuk melantai di Bursa dengan mekanisme IPO.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Empat IPO hingga penerbitan obligasi dan sukuk di BEI selama sepekan. Selama sepekan periode 5-9 Desember 2022, empat perusahaan telah melaksanakan empat pencatatan perdana saham di BEI.
Diawali oleh PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE), pada Senin (5/12/22). Saham NINE resmi dicatatkan pada Papan Akselerasi BEI, dan menjadi perusahaan tercatat ke-55 di BEI pada tahun 2022. NINE bergerak pada sektor Technology dengan subsektor Technology Hardware &amp;amp; Equipment. Adapun industri dan subindustri NINE adalah Computer Hardware.
BACA JUGA:Usai Melantai di BEI, Personel Alih Daya (PADA) Siap Ekspansi Bisnis

Dikutip dari keterangan resmi BEI oleh MPI, Minggu (10/12/2022) PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) turut melaksanakan pencatatan saham perdana pada Selasa (6/12/22).
Saham dan waran MMIX resmi dicatatkan pada Papan Pengembangan BEI, dan menjadi perusahaan tercatat ke-56 yang tercatat di BEI pada tahun 2022. MMIX bergerak pada sektor Healthcare dengan subsektor Healthcare Equipment &amp;amp; Providers. Adapun Industri MMIX adalah Healthcare Equipment &amp;amp; Supplies dengan subindustri Healthcare Supplies &amp;amp; Distributions.
BACA JUGA:Banyak Perusahaan RI Belum Paham IPO, Kadin Gandeng BEI

Kemudian pada Kamis (8/12), PT Personel Alih Daya Tbk(PADA), saham PADA resmi dicatatkan pada Papan Pengembangan BEI, dan menjadi perusahaan tercatat ke-57 yang tercatat di BEI pada tahun 2022. PADA bergerak pada sektor Industrials dengan subsektor Industrial Services. Adapun industri PADA adalah Professional Services dengan subindustri Human Resource &amp;amp; Employment Services.
Pada Jumat (9/12), PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP), saham dan waran ISAP resmi dicatatkan pada Papan Akselerasi BEI, dan menjadi perusahaan tercatat ke-58 yang tercatat di BEI pada tahun 2022. ISAP bergerak pada sektor Consumer Cyclicals dengan subsektor Automobiles &amp;amp; Components. Adapun industri ISAP adalah Auto Components dengan subindustri Auto Parts &amp;amp; Equipments.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Beralih pada pencatatan obligasi serta sukuk di BEI pada pekan ini,  pada Senin (5/12), PT Bussan Auto Finance menerbitkan Obligasi  Berkelanjutan II Bussan Auto Finance Tahap II Tahun 2022 yang resmi  dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp1.200.000.000.000,00.  Hasil pemeringkatan dari PT Fitch Rating Indonesia (Fitch) dan PT  Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) mengenai obligasi terkait  masing-masing adalah AAA(idn) (Triple A) dan idAAA (Triple A). PT Bank  Mandiri (Persero) Tbk. bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini.
Masih pada hari yang sama, PT Intiland Development Tbk. menerbitkan  Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Intiland Development Tahap III Tahun 2022  yang resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar  Rp250.000.000.000,00. PT Kredit Rating Indonesia menyematkan peringkat  untuk sukuk tersebut adalah irA- (Single A Minus). PT Bank Mega Tbk.  bertindak sebagai wali amanat emisi ini.
Total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun  2022 adalah 117 emisi dari 73 emiten senilai Rp147,00 triliun. Maka  total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sampai dengan saat  ini berjumlah 514 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar  Rp450,95 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 125 emiten. Surat  Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 179 seri dengan nilai  nominal Rp5.163,21 triliun dan USD438,31 juta. Efek Beragun Aset (EBA)  sebanyak 10 emisi senilai Rp3,07 triliun.
Pada Selasa, (6/12) bertempat di Main Hall BEI, Kamar Dagang dan  Industri Indonesia (KADIN) menandatangani Nota Kesepahaman bersama BEI.  Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Ketua Umum KADIN Indonesia  Arsjad Rasjid dan Direktur Utama BEI Iman Rachman.
Acara ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pemahaman dan peran  pasar modal Indonesia sebagai alat investasi kepada para pelaku usaha.  Selain itu, penandatanganan nota kesepahaman ini juga diharapkan dapat  membantu mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi  perusahaan yang siap untuk melantai di Bursa dengan mekanisme IPO.</content:encoded></item></channel></rss>
