<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Potensi Besar Garap Pasar Global, Ini Cara RI Dukung Pengembangan Industri Halal</title><description>Industri dalam negeri didorong untuk pengembangan industri berbasis  halal agar masuk ke pasar global dan mengisi kebutuhan produk halal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/11/320/2724792/potensi-besar-garap-pasar-global-ini-cara-ri-dukung-pengembangan-industri-halal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/11/320/2724792/potensi-besar-garap-pasar-global-ini-cara-ri-dukung-pengembangan-industri-halal"/><item><title>Potensi Besar Garap Pasar Global, Ini Cara RI Dukung Pengembangan Industri Halal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/11/320/2724792/potensi-besar-garap-pasar-global-ini-cara-ri-dukung-pengembangan-industri-halal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/11/320/2724792/potensi-besar-garap-pasar-global-ini-cara-ri-dukung-pengembangan-industri-halal</guid><pubDate>Minggu 11 Desember 2022 08:12 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/11/320/2724792/potensi-besar-garap-pasar-global-ini-cara-ri-dukung-pengembangan-industri-halal-Pz8nQPfWF4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Industri halal di dalam negeri (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/11/320/2724792/potensi-besar-garap-pasar-global-ini-cara-ri-dukung-pengembangan-industri-halal-Pz8nQPfWF4.jpg</image><title>Industri halal di dalam negeri (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Industri dalam negeri didorong untuk pengembangan industri berbasis halal agar masuk ke pasar global dan mengisi kebutuhan produk halal global.
&amp;ldquo;Potensi ini yang kami kejar khususnya untuk produk halal ekspor. Industri kita tidak boleh ketinggalan karenanya kami lakukan inisiatif untuk dorong industri yang masuk ke pasar global untuk mengisi demand produk halal global,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (11/12/2202).
BACA JUGA:Sertifikasi Halal Gratis untuk UMKM, Begini Cara Daftarnya

Hal ini dikatakan Agus dalam Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2022 yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia tersebut sebagai apresiasi kepada industri yang telah berkontribusi dalam memperkuat ekosistem industri halal di Indonesia.
Berdasarkan data The Global Islamic Economy Indicator in the State of Global Islamic Economy (SGIE) Report, indikator ekonomi syariah terus membaik dan di tahun 2022 Indonesia menduduki peringkat ke-4 di bawah Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirate Arab.
BACA JUGA:Menko Airlangga: Indonesia Berpeluang Jadi Produsen Halal Terkemuka Dunia

&quot;Peringkat tersebut lebih baik dibandingkan tahun 2018 yang saat itu masih di peringkat 10. Di laporan yang sama, Indonesia adalah negara konsumen produk halal terbesar di dunia dan mencakup 11,34% dari pengeluaran halal global,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Oleh karena itu, menurut Menko, pengembangan industri berbasis halal menjadi penting dan Indonesia mengekspor sekitar USD46,7 miliar USD, antara lain makanan, fashion, farmasi dan kosmetik.
&amp;ldquo;Dengan impor produk halal sebesar USD14,5 miliar sehingga di sektor halal ini Indonesia surplus USD32,2 miliar,&amp;rdquo; jelas Menko.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMS80LzE1NzI5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pimpinan Dexa Group Ferry Soetikno mengapresiasi penganugerahan IHYA  2022. Pihaknya menegaskan komitmen Dexa Group untuk menjamin keamanan  dan kehalalan produk farmasi, serta mendukung pertumbuhan industri halal  di Tanah Air.
&quot;Ini menjadi bukti komitmen kami yang terus bertumbuh cepat untuk  memproduksi obat-obatan berkualitas. Kami telah mendapatkan sertifikasi  Sistem Jaminan Halal dan Sertifikasi Halal pada bahan baku aktif  (bio-active fraction) maupun produk jadi. Kami juga mendukung potensi  pasar halal dunia dan di Indonesia yang sangat besar peluangnya,&amp;rdquo; ungkap  Ferry.
Tidak hanya produk Dexa Group, seluruh fasilitas produksi Dexa Group  juga telah mendapatkan tersertifikasi halal. Komitmen ini selaras dengan  arahan Presiden RI Joko Widodo yang mewajibkan seluruh produk  tersertifikasi halal melalui Peraturan Pemerintah Nomor 39 tahun 2021  tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal yang ditandatangani  per 2 Februari 2021.</description><content:encoded>JAKARTA - Industri dalam negeri didorong untuk pengembangan industri berbasis halal agar masuk ke pasar global dan mengisi kebutuhan produk halal global.
&amp;ldquo;Potensi ini yang kami kejar khususnya untuk produk halal ekspor. Industri kita tidak boleh ketinggalan karenanya kami lakukan inisiatif untuk dorong industri yang masuk ke pasar global untuk mengisi demand produk halal global,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (11/12/2202).
BACA JUGA:Sertifikasi Halal Gratis untuk UMKM, Begini Cara Daftarnya

Hal ini dikatakan Agus dalam Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2022 yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia tersebut sebagai apresiasi kepada industri yang telah berkontribusi dalam memperkuat ekosistem industri halal di Indonesia.
Berdasarkan data The Global Islamic Economy Indicator in the State of Global Islamic Economy (SGIE) Report, indikator ekonomi syariah terus membaik dan di tahun 2022 Indonesia menduduki peringkat ke-4 di bawah Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirate Arab.
BACA JUGA:Menko Airlangga: Indonesia Berpeluang Jadi Produsen Halal Terkemuka Dunia

&quot;Peringkat tersebut lebih baik dibandingkan tahun 2018 yang saat itu masih di peringkat 10. Di laporan yang sama, Indonesia adalah negara konsumen produk halal terbesar di dunia dan mencakup 11,34% dari pengeluaran halal global,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Oleh karena itu, menurut Menko, pengembangan industri berbasis halal menjadi penting dan Indonesia mengekspor sekitar USD46,7 miliar USD, antara lain makanan, fashion, farmasi dan kosmetik.
&amp;ldquo;Dengan impor produk halal sebesar USD14,5 miliar sehingga di sektor halal ini Indonesia surplus USD32,2 miliar,&amp;rdquo; jelas Menko.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yMS80LzE1NzI5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pimpinan Dexa Group Ferry Soetikno mengapresiasi penganugerahan IHYA  2022. Pihaknya menegaskan komitmen Dexa Group untuk menjamin keamanan  dan kehalalan produk farmasi, serta mendukung pertumbuhan industri halal  di Tanah Air.
&quot;Ini menjadi bukti komitmen kami yang terus bertumbuh cepat untuk  memproduksi obat-obatan berkualitas. Kami telah mendapatkan sertifikasi  Sistem Jaminan Halal dan Sertifikasi Halal pada bahan baku aktif  (bio-active fraction) maupun produk jadi. Kami juga mendukung potensi  pasar halal dunia dan di Indonesia yang sangat besar peluangnya,&amp;rdquo; ungkap  Ferry.
Tidak hanya produk Dexa Group, seluruh fasilitas produksi Dexa Group  juga telah mendapatkan tersertifikasi halal. Komitmen ini selaras dengan  arahan Presiden RI Joko Widodo yang mewajibkan seluruh produk  tersertifikasi halal melalui Peraturan Pemerintah Nomor 39 tahun 2021  tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal yang ditandatangani  per 2 Februari 2021.</content:encoded></item></channel></rss>
