<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Mau Cegah Resesi 2023? Jangan Lupa Belanja Produk Lokal hingga Kucuran Bansos</title><description>Ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian hingga tahun depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/11/320/2724849/ri-mau-cegah-resesi-2023-jangan-lupa-belanja-produk-lokal-hingga-kucuran-bansos</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/11/320/2724849/ri-mau-cegah-resesi-2023-jangan-lupa-belanja-produk-lokal-hingga-kucuran-bansos"/><item><title>RI Mau Cegah Resesi 2023? Jangan Lupa Belanja Produk Lokal hingga Kucuran Bansos</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/11/320/2724849/ri-mau-cegah-resesi-2023-jangan-lupa-belanja-produk-lokal-hingga-kucuran-bansos</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/11/320/2724849/ri-mau-cegah-resesi-2023-jangan-lupa-belanja-produk-lokal-hingga-kucuran-bansos</guid><pubDate>Minggu 11 Desember 2022 11:42 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/11/320/2724849/ri-mau-cegah-resesi-2023-jangan-lupa-belanja-produk-lokal-hingga-kucuran-bansos-9G4ZgZFI4T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bekal Indonesia hadapi resesi 2023 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/11/320/2724849/ri-mau-cegah-resesi-2023-jangan-lupa-belanja-produk-lokal-hingga-kucuran-bansos-9G4ZgZFI4T.jpg</image><title>Bekal Indonesia hadapi resesi 2023 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian hingga tahun depan. Bahkan, perekonomian global di 2023 disebut akan mengalami resesi.
Untuk itu, ekonom sekaligus Direktur CELIOS Bhima Yudhistira menyebutkan bahwa pemerintah perlu melakukan sejumlah langkah antisipasi resesi.
BACA JUGA:Ancaman Resesi 2023, Pemerintah Diminta Terus Lanjut Beri Bansos

&quot;Pertama, percepat realisasi belanja pemerintah terutama dalam rangka 40% pengadaan barang jasa di isi produk lokal dan UMKM,&quot; ujar Bhima kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Mingu (11/12/2022).
BACA JUGA:Ancaman Resesi 2023, Bahlil: Tidak Menakut-nakuti tapi Sedia Payung Sebelum Hujan

Kedua, pemerintah harus menjaga stabilitas harga pangan terutama beras agar inflasi bisa terkendali dibawah 4%.
Ketiga, dia menyarankan pemerintah untuk melakukan relaksasi pajak khususnya penurunan tarif PPN untuk menstimulus belanja kelas menengah dan atas.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wMS80LzE1Nzk0NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Langkah keempat, BUMN perlu memperluas serapan tenaga kerja baru, misalnya merekrut para korban PHK di startup,&quot; tambahnya.
Kemudian, yang kelima, pemerintah harus memberikan tambahan  perlindungan sosial baik bansos dan BSU kepada pekerja yang rentan  di-PHK.
&quot;Jika dilihat, ada 6 sektor yang mulai terkontraksi dan berpotensi  terjadi PHK, antara lain sektor pakaian jadi berorientasi ekspor,  kehutanan dan penebangan kayu, industri kimia farmasi, industri rokok,  industri furnitur, dan tanaman pangan,&quot; pungkas Bhima.
</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian hingga tahun depan. Bahkan, perekonomian global di 2023 disebut akan mengalami resesi.
Untuk itu, ekonom sekaligus Direktur CELIOS Bhima Yudhistira menyebutkan bahwa pemerintah perlu melakukan sejumlah langkah antisipasi resesi.
BACA JUGA:Ancaman Resesi 2023, Pemerintah Diminta Terus Lanjut Beri Bansos

&quot;Pertama, percepat realisasi belanja pemerintah terutama dalam rangka 40% pengadaan barang jasa di isi produk lokal dan UMKM,&quot; ujar Bhima kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Mingu (11/12/2022).
BACA JUGA:Ancaman Resesi 2023, Bahlil: Tidak Menakut-nakuti tapi Sedia Payung Sebelum Hujan

Kedua, pemerintah harus menjaga stabilitas harga pangan terutama beras agar inflasi bisa terkendali dibawah 4%.
Ketiga, dia menyarankan pemerintah untuk melakukan relaksasi pajak khususnya penurunan tarif PPN untuk menstimulus belanja kelas menengah dan atas.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wMS80LzE1Nzk0NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Langkah keempat, BUMN perlu memperluas serapan tenaga kerja baru, misalnya merekrut para korban PHK di startup,&quot; tambahnya.
Kemudian, yang kelima, pemerintah harus memberikan tambahan  perlindungan sosial baik bansos dan BSU kepada pekerja yang rentan  di-PHK.
&quot;Jika dilihat, ada 6 sektor yang mulai terkontraksi dan berpotensi  terjadi PHK, antara lain sektor pakaian jadi berorientasi ekspor,  kehutanan dan penebangan kayu, industri kimia farmasi, industri rokok,  industri furnitur, dan tanaman pangan,&quot; pungkas Bhima.
</content:encoded></item></channel></rss>
