<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Maskapai Penerbangan Pertama Kepunyaan RI yang Ternyata Bukan Garuda Indonesia</title><description>Ini maskapai penerbangan pertama kepunyaan RI yang ternyata bukan Garuda Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/11/320/2725021/ini-maskapai-penerbangan-pertama-kepunyaan-ri-yang-ternyata-bukan-garuda-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/11/320/2725021/ini-maskapai-penerbangan-pertama-kepunyaan-ri-yang-ternyata-bukan-garuda-indonesia"/><item><title>Ini Maskapai Penerbangan Pertama Kepunyaan RI yang Ternyata Bukan Garuda Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/11/320/2725021/ini-maskapai-penerbangan-pertama-kepunyaan-ri-yang-ternyata-bukan-garuda-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/11/320/2725021/ini-maskapai-penerbangan-pertama-kepunyaan-ri-yang-ternyata-bukan-garuda-indonesia</guid><pubDate>Minggu 11 Desember 2022 19:51 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/11/320/2725021/ini-maskapai-penerbangan-pertama-kepunyaan-ri-yang-ternyata-bukan-garuda-indonesia-lclNAFNhNu.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Maskapai pertama kepunyaaan RI bukan Garuda Indonesia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/11/320/2725021/ini-maskapai-penerbangan-pertama-kepunyaan-ri-yang-ternyata-bukan-garuda-indonesia-lclNAFNhNu.jpeg</image><title>Maskapai pertama kepunyaaan RI bukan Garuda Indonesia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ini maskapai penerbangan pertama kepunyaan RI yang ternyata bukan Garuda Indonesia. Industri penerbangan pasti sangat akrab dengan kehidupan manusia.
Sejak dulu telah banyak maskapai tumbuh dan menjadi maskapai penerbangan besar. Bahkan, tak sedikit merek terbilang ikonik dalam industri penerbangan.
BACA JUGA:Kasus Ari Lasso hingga Kaesang, Pelayanan Maskapai Penerbangan Disorot

Ini maskapai penerbangan pertama kepunyaan RI yang ternyata bukan Garuda Indonesia bernama  Indonesian Airways. Ini menjadi maskapai komersil pertama di Indonesia. Sayangnya, maskapai Indonesian Airways justru tidak banyak beroperasi di Indonesia melainkan berpusat di Burma.
Hal ini berawal dari penerbangan sipil Indonesia tercipta pertama kali atas inisatif Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dengan menyewakan pesawat yang dinamai &amp;ldquo;Indonesian Airways&amp;rdquo; kepada pemerintah Burma pada 26 Januari 1949. Peran &amp;ldquo;Indonesian Airways&amp;rdquo; pun berakhir setelah disepakatinya Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 1949.
BACA JUGA:Garuda Indonesia Jadi Maskapai Penerbangan dengan Ketepatan Waktu Terbaik di Asia Pasifik

Seluruh awak dan pesawatnya pun baru bisa kembali ke Indonesia pada 1950. Setibanya di Indonesia, semua pesawat dan fungsinya dikembalikan kepada AURI ke dalam formasi Dinas Angkutan Udara Militer.
Dengan ditandatanganinya perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 1949 maka Belanda wajib menyerahkan seluruh kekayaan pemerintah Hindia Belanda kepada pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS) termasuk maskapai KLM-IIB (Koninklijke Luchtvaart Maatschappij- Inter-Insulair Bedrijf). KLM-IIB merupakan anak perusahaan KLM setelah mengambil alih maskapai swasta K.N.I.L.M (Koninklijke Nederlandshindische Luchtvaart Maatschappij) yang sudah eksis sejak 1928 di area Hindia Belanda.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMC80LzE1NDY1MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sehari setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia (RI) oleh  Belanda, yaitu tanggal 28 Desember 1949, dua buah pesawat Dakota (DC-3)  berangkat dari bandar udara Kemayoran, Jakarta menuju Yogyakarta untuk  menjemput Soekarno dibawa kembali ke Jakarta yang sekaligus menandai  perpindahan kembali Ibukota RI ke Jakarta. Sejak saat itulah maskapai  penerbangan terus berkembang hingga dikenal sekarang sebagai Garuda  Indonesia.
Pesawat Dakota RI-001 Seulawah merupakan cikal bakal berdirinya  maskapai penerbangan komersial pertama, Indonesia Airways. Pesawat ini  berjasa sangat baik pada awal perjuangan pembentukan negara Indonesia.  Pesawat Dakota DC-3 Seulawah  memiliki panjang badan pesawat 19,66 meter  dan lebar sayap 28,96 meter, ditenagai oleh dua mesin Pratt &amp;amp;  Whitney seberat 8.030 kg dan mampu terbang dengan kecepatan maksimum 346  km per jam.
Eksistensi Indonesia Airways tidak terlepas dari pembelian pesawat  Dakota dengan nomor registrasi RI-001 yang kemudian dikenal dengan  RI-001 Seulawah. Mengutip situs resmi TNI AU, pesawat ini dibeli dengan  dana Dakota yang dibentuk atas ide KSAU Komodor Udara S Suryadarma.
Setahun kemudian, di tahun 1950, berganti nama Garuda Indonesia serta   menjadi perusahaan negara. Pada periode tersebut, Garuda Indonesia  mengoperasikan armada dengan jumlah pesawat sebanyak 38 buah yang  terdiri dari 22 DC-3, 8 Catalina kapal terbang, and 8 Convair 240.
Armada Garuda Indonesia terus bertambah dan akhirnya berhasil  melaksanakan penerbangan pertama kali ke Mekah membawa jemaah haji dari  Indonesia pada tahun 1956. Tahun 1965, penerbangan pertama kali ke  negara-negara di Eropa dilakukan dengan Amsterdam sebagai tujuan  terakhir.</description><content:encoded>JAKARTA - Ini maskapai penerbangan pertama kepunyaan RI yang ternyata bukan Garuda Indonesia. Industri penerbangan pasti sangat akrab dengan kehidupan manusia.
Sejak dulu telah banyak maskapai tumbuh dan menjadi maskapai penerbangan besar. Bahkan, tak sedikit merek terbilang ikonik dalam industri penerbangan.
BACA JUGA:Kasus Ari Lasso hingga Kaesang, Pelayanan Maskapai Penerbangan Disorot

Ini maskapai penerbangan pertama kepunyaan RI yang ternyata bukan Garuda Indonesia bernama  Indonesian Airways. Ini menjadi maskapai komersil pertama di Indonesia. Sayangnya, maskapai Indonesian Airways justru tidak banyak beroperasi di Indonesia melainkan berpusat di Burma.
Hal ini berawal dari penerbangan sipil Indonesia tercipta pertama kali atas inisatif Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dengan menyewakan pesawat yang dinamai &amp;ldquo;Indonesian Airways&amp;rdquo; kepada pemerintah Burma pada 26 Januari 1949. Peran &amp;ldquo;Indonesian Airways&amp;rdquo; pun berakhir setelah disepakatinya Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 1949.
BACA JUGA:Garuda Indonesia Jadi Maskapai Penerbangan dengan Ketepatan Waktu Terbaik di Asia Pasifik

Seluruh awak dan pesawatnya pun baru bisa kembali ke Indonesia pada 1950. Setibanya di Indonesia, semua pesawat dan fungsinya dikembalikan kepada AURI ke dalam formasi Dinas Angkutan Udara Militer.
Dengan ditandatanganinya perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 1949 maka Belanda wajib menyerahkan seluruh kekayaan pemerintah Hindia Belanda kepada pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS) termasuk maskapai KLM-IIB (Koninklijke Luchtvaart Maatschappij- Inter-Insulair Bedrijf). KLM-IIB merupakan anak perusahaan KLM setelah mengambil alih maskapai swasta K.N.I.L.M (Koninklijke Nederlandshindische Luchtvaart Maatschappij) yang sudah eksis sejak 1928 di area Hindia Belanda.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMC80LzE1NDY1MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sehari setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia (RI) oleh  Belanda, yaitu tanggal 28 Desember 1949, dua buah pesawat Dakota (DC-3)  berangkat dari bandar udara Kemayoran, Jakarta menuju Yogyakarta untuk  menjemput Soekarno dibawa kembali ke Jakarta yang sekaligus menandai  perpindahan kembali Ibukota RI ke Jakarta. Sejak saat itulah maskapai  penerbangan terus berkembang hingga dikenal sekarang sebagai Garuda  Indonesia.
Pesawat Dakota RI-001 Seulawah merupakan cikal bakal berdirinya  maskapai penerbangan komersial pertama, Indonesia Airways. Pesawat ini  berjasa sangat baik pada awal perjuangan pembentukan negara Indonesia.  Pesawat Dakota DC-3 Seulawah  memiliki panjang badan pesawat 19,66 meter  dan lebar sayap 28,96 meter, ditenagai oleh dua mesin Pratt &amp;amp;  Whitney seberat 8.030 kg dan mampu terbang dengan kecepatan maksimum 346  km per jam.
Eksistensi Indonesia Airways tidak terlepas dari pembelian pesawat  Dakota dengan nomor registrasi RI-001 yang kemudian dikenal dengan  RI-001 Seulawah. Mengutip situs resmi TNI AU, pesawat ini dibeli dengan  dana Dakota yang dibentuk atas ide KSAU Komodor Udara S Suryadarma.
Setahun kemudian, di tahun 1950, berganti nama Garuda Indonesia serta   menjadi perusahaan negara. Pada periode tersebut, Garuda Indonesia  mengoperasikan armada dengan jumlah pesawat sebanyak 38 buah yang  terdiri dari 22 DC-3, 8 Catalina kapal terbang, and 8 Convair 240.
Armada Garuda Indonesia terus bertambah dan akhirnya berhasil  melaksanakan penerbangan pertama kali ke Mekah membawa jemaah haji dari  Indonesia pada tahun 1956. Tahun 1965, penerbangan pertama kali ke  negara-negara di Eropa dilakukan dengan Amsterdam sebagai tujuan  terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
